Banjir Menghapus Denyut Ekonomi Kecamatan Ibu, Pasar Ikan Hilang dalam Hitungan Jam

Luapan Sungai Rendam Ratusan Rumah di Tongute dan Gamlamo

- Jurnalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gelondongan kayu yang terseret oleh Banjir Bandang di Kecamatan Ibu (07/01/26)

Gelondongan kayu yang terseret oleh Banjir Bandang di Kecamatan Ibu (07/01/26)

terasmalut — Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Maluku Utara selama beberapa hari terakhir berujung pada banjir besar yang melanda Kabupaten Halmahera Barat, Rabu (7/1). Luapan sungai tak lagi terbendung setelah tanggul dan bronjong penahan air di Kecamatan Ibu gagal menahan debit air yang meningkat tajam, sehingga aliran sungai melimpah dan menyapu kawasan permukiman warga.

Kenaikan debit air mulai terpantau signifikan sejak pukul 07.30 WIT. Dalam waktu yang relatif singkat, air meluap dengan kecepatan tinggi dan menggenangi rumah-rumah warga di Desa Tongute Ternate Asal, Tongute Ternate, serta Desa Gamlamo. Arus yang datang secara mendadak membuat sejumlah warga sempat terjebak di dalam rumah sebelum akhirnya berhasil dievakuasi melalui upaya darurat oleh petugas dan masyarakat setempat.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun, dampak kerusakan tercatat terjadi di sejumlah titik di Kecamatan Ibu. Di Desa Tongute Ternate Asal, sebanyak 26 rumah dilaporkan mengalami rusak berat, 34 rumah terdampak, serta 13 toko dan kios mengalami kerusakan. Sementara itu, di Desa Tongute Ternate tercatat 289 warga terdampak, dengan rincian delapan rumah rusak berat dan 20 rumah rusak ringan.

Di Desa Gamlamo, banjir merendam sedikitnya 95 rumah warga. Dari jumlah tersebut, empat rumah mengalami kerusakan berat dan enam rumah rusak ringan. Adapun di Desa Sarau dan Duono, banjir merendam 49 rumah di Desa Sarau, sementara di Desa Duono tercatat dua rumah rusak berat dan empat rumah rusak ringan, memperpanjang daftar kerusakan akibat bencana hidrometeorologi tersebut.

Tidak hanya permukiman warga, banjir juga melumpuhkan fasilitas umum yang selama ini menjadi pusat pergerakan ekonomi masyarakat. Pasar Ikan Kecamatan Ibu—yang menjadi titik sentral aktivitas perdagangan hasil laut dan sumber penghidupan ratusan keluarga—dilaporkan hilang tersapu arus banjir. Dalam hitungan jam, aktivitas jual beli yang biasanya menjadi denyut kehidupan warga pesisir lenyap tanpa sisa.

Kepala BPBD Halmahera Barat, Wawan MT. Ali, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan pemantauan langsung di lokasi terdampak sekaligus memvalidasi data kerusakan dan jumlah warga terdampak.

“Saat ini seluruh personel BPBD masih berada di lapangan untuk melakukan pendataan dan verifikasi di Desa Gamlamo, Tongute Ternate, dan Tongute Ternate Asal. Alhamdulillah, curah hujan sudah menurun dan debit air mulai surut. Kami berharap tidak terjadi hujan susulan agar kondisi tetap terkendali,”ujar Wawan.

Untuk penanganan warga terdampak, BPBD telah menyiapkan skema evakuasi dengan memanfaatkan gedung sekolah di Desa Gam Ici melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan. Selain itu, dapur umum direncanakan akan dibangun di dua titik, yakni di depan Gedung Pertemuan Kecamatan Ibu dan di Kantor Desa Tongute Ternate Asal.

“Kami menyiapkan lokasi pengungsian sementara dan dapur umum agar kebutuhan dasar masyarakat, terutama makanan dan layanan darurat, dapat segera terpenuhi,” tambahnya.

Hingga saat ini, petugas gabungan masih memfokuskan upaya pada pendataan akhir serta inventarisasi kerusakan, sembari memastikan distribusi logistik berjalan lancar.

“Prioritas kami adalah keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan logistik. Setelah pendataan selesai, kami akan melaporkan secara resmi untuk langkah penanganan lanjutan,” kata Wawan menutup.

 

Berita Terkait

Grelhia Lovelly Bau Bau Bawa Nama Halbar Tembus 9 Besar Nasional Lomba Pidato AHY Muda
Semarak HUT ke-25, Demokrat Halbar Hadirkan Pesta Rakyat hingga Aksi Peduli Lingkungan dan Edukasi
Empat Puskesmas Baru Jadi Penguat Program “Halbar Sehat”
Menembus Medan Berat demi Merah Putih, Warga Loloda Tengah Padati Lapangan Barataku
Berakhir Damai, Permata Obi Siap Tanggung Kerusakan KM Queen Mary
Tabrakan KM Permata Obi dan Queen Mary di Jailolo Berakhir Damai
Manuver Sandar Terganggu Angin dan Arus, Dua Kapal Bertabrakan di Jailolo
Perjuangkan Hak Daerah ke Pempus, Halbar Kantongi DBH Kurang Bayar Rp30,5 Miliar
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Grelhia Lovelly Bau Bau Bawa Nama Halbar Tembus 9 Besar Nasional Lomba Pidato AHY Muda

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Semarak HUT ke-25, Demokrat Halbar Hadirkan Pesta Rakyat hingga Aksi Peduli Lingkungan dan Edukasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:13 WIB

Empat Puskesmas Baru Jadi Penguat Program “Halbar Sehat”

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:57 WIB

Menembus Medan Berat demi Merah Putih, Warga Loloda Tengah Padati Lapangan Barataku

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Berakhir Damai, Permata Obi Siap Tanggung Kerusakan KM Queen Mary

Berita Terbaru

Kepala Cabang PT Ibu Putera Mandiri, Faisal Hi. Wahab (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Berakhir Damai, Permata Obi Siap Tanggung Kerusakan KM Queen Mary

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:00 WIB

error: