Kakek Korban Angkat Bicara, Nilai Penanganan Kasus Dugaan Pelecehan Belum Berpijak pada Seluruh Fakta

Selain mempertanyakan proses penyidikan, AM berharap perkara ini dihentikan demi menjaga keutuhan keluarga serta nama baik semua pihak

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AM, Kakek Korban dugaan pelecehan seksual (Dok/tm)

AM, Kakek Korban dugaan pelecehan seksual (Dok/tm)

terasmalut — Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret seorang pria berinisial RMD, yang merupakan suami dari anak perempuan AM sekaligus kakek korban, memasuki babak baru. Di tengah bergulirnya proses hukum, AM akhirnya angkat bicara untuk meluruskan atas berbagai tudingan yang beredar.

Ironisnya, dugaan pelecehan tersebut dilaporkan oleh anak laki-lakinya sendiri dengan terlapor berinisial RMD, yang merupakan paman korban. Menanggapi laporan itu, Aman Mahmud menyayangkan tuduhan yang dialamatkan kepada menantunya tersebut dan menegaskan bahwa tuduhan itu tidak sesuai dengan fakta.

AM menegaskan bahwa sejumlah informasi yang berkembang tidak sesuai dengan fakta dan dinilainya sebagai fitnah yang tidak berdasar.

 

Keterangan Krusial Diduga Diabaikan Penyidik.

Kepada media ini, Sabtu (27/06/26), sang kakek mengaku sempat dimintai keterangan oleh tim penyidik sebagai saksi. Namun, ia merasa kecewa karena poin-poin krusial yang ia sampaikan justru terkesan diabaikan oleh pihak kepolisian.

Baca Juga :  Yakin Tak Bersalah ! Keluarga Tersangka Dugaan Fitnah Tantang Kapolres Halbar Sumpah Pocong, Ajukan Praperadilan

“Saya sudah memberikan keterangan yang sebenarnya kepada penyidik. Ada hal-hal sangat krusial yang seharusnya bisa membuka tabir kasus ini, tapi sayangnya hal itu seperti tidak digubris,”ujar sang kakek dengan nada kecewa.

Ia menilai, jika keterangan krusial tersebut didalami, maka duduk perkara akan menjadi terang benderang dan tuduhan fitnah ini bisa dipatahkan.

 

P3A Dinilai Terlalu Dini Mengambil Kesimpulan.

Tidak hanya menyayangkan proses penyelidikan, sang kakek juga mengkritik keras keterlibatan instansi terkait, dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) setempat. Menurutnya, pihak P3A terlalu terburu-buru dalam mengeluarkan statemen ke publik.

 

Pernyataan P3A

P3A Menyatakan bahwa anak (diduga korban) mengalami trauma berat akibat insiden tersebut.

Baca Juga :  Halbar Toreh Prestasi di Ekspedisi Pesparawi Maluku Utara, Desa Tosoa Diusulkan Jadi Desa Musik Gerejawi

 

Fakta di Lapangan

Menurut kesaksian kakek dan keluarga terdekat, kondisi sang anak justru berbanding terbalik. Anak tersebut beraktivitas normal dan tidak menunjukkan indikasi trauma seperti yang dinarasikan.

“Kami sangat menyayangkan sikap P3A yang terlalu dini mengambil kesimpulan tanpa melihat fakta riil di lapangan. Faktanya, anak (cucu saya) sama sekali tidak terlihat trauma. Dia sehat dan beraktivitas seperti biasa. Jangan sampai narasi trauma ini dipaksakan demi menggiring opini,”tegasnya.

Pihak keluarga berharap agar aparat penegak hukum dapat bertindak lebih objektif, profesional, dan tidak tebang pilih dalam memeriksa bukti maupun saksi agar keadilan yang hakiki dapat terwujud.

Aman juga meminta kepada penyidik kasus ini dihentikan demi keharmonisan dan nama baik semua keluarga.*(Ghe/Red).

Berita Terkait

Reses di Ibu, Meri Popala Serap Aspirasi Petani soal Kebutuhan yang Mendesak
Pokja IV TP-PKK Halbar Dorong Desa Awer Perkuat Kesadaran Kesehatan Lingkungan
Sarana Pertanian Jadi Aspirasi Utama Dalam Reses Meri Popala 
Paripurna DPRD Halbar, Bupati James Uang Tekankan APBD Harus Berorientasi Manfaat
Sambut Baik KNMP, Bupati Halbar Bersama KKP Verifikasi Tiga Lokasi Pembangunan
Pengurus Baru Dilantik, ORARI Halmahera Barat Bidik Sistem Komunikasi Kebencanaan yang Andal
Pemkab Halbar, UPP Jailolo dan Disnav Ambon Mulai Kaji Alur Kapal Perintis di Loteng
Pemkab Halbar Hibahkan Aset Pelabuhan Jailolo ke UPP untuk Optimalisasi Pengembangan
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 20:29 WIB

Reses di Ibu, Meri Popala Serap Aspirasi Petani soal Kebutuhan yang Mendesak

Sabtu, 26 September 2026 - 09:28 WIB

Pokja IV TP-PKK Halbar Dorong Desa Awer Perkuat Kesadaran Kesehatan Lingkungan

Sabtu, 26 September 2026 - 06:51 WIB

Sarana Pertanian Jadi Aspirasi Utama Dalam Reses Meri Popala 

Jumat, 25 September 2026 - 17:13 WIB

Paripurna DPRD Halbar, Bupati James Uang Tekankan APBD Harus Berorientasi Manfaat

Kamis, 24 September 2026 - 21:19 WIB

Sambut Baik KNMP, Bupati Halbar Bersama KKP Verifikasi Tiga Lokasi Pembangunan

Berita Terbaru

error: