Respons Aksi Warga Loteng, Irene : Keselamatan Warga Jadi Prioritas, Trayek Kapal Akan Diperjuangkan

Anggota Komisi V DPR RI Dapil Maluku Utara menyebut proses administrasi tengah disiapkan sebelum diusulkan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Laut guna memastikan kapal resmi singgah di Loloda Tengah

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi V DPR RI Dapil Maluku Utara, Irene Yusiana Roba, menegaskan komitmennya mengawal usulan perubahan trayek kapal agar masyarakat Loloda memperoleh layanan transportasi laut yang lebih aman dan memadai (Dok/Ist).

Anggota Komisi V DPR RI Dapil Maluku Utara, Irene Yusiana Roba, menegaskan komitmennya mengawal usulan perubahan trayek kapal agar masyarakat Loloda memperoleh layanan transportasi laut yang lebih aman dan memadai (Dok/Ist).

terasmalut — Anggota Komisi V DPR RI Daerah Pemilihan Maluku Utara, Irene Yusiana Roba, memastikan akan mendorong perubahan trayek kapal penumpang agar wilayah Loloda tengah (Loteng), Kabupaten Halmahera Barat, masuk dalam lintasan pelayanan pelayaran resmi.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas aksi pencegatan kapal yang dilakukan warga Loloda Tengah di perairan Desa Barataku beberapa waktu lalu sebagai bentuk protes terhadap keterbatasan akses transportasi laut.

Menurut Irene, upaya tersebut saat ini telah memasuki tahapan koordinasi administratif bersama Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Jailolo sebelum diusulkan kepada Kementerian Perhubungan.

Ia menilai penyelesaian persoalan transportasi harus ditempuh melalui mekanisme kelembagaan agar menghasilkan kebijakan yang berkelanjutan.

“Di Loloda saya sudah berkoordinasi dengan Pak Rosihan selaku Kepala UPP Jailolo untuk menindaklanjuti secara administratif. Dalam hal ini saya siap mendorong agar Kementerian Perhubungan melakukan perubahan trayek sehingga Loloda tengah dapat menjadi salah satu titik singgah kapal,”kata Irene, ketika dikonfirmasi media ini, Selasa 28 Juli 2026.

Baca Juga :  Aspirasi Korban Banjir Loloda Mengemuka dalam Reses Meri Popala

“Perubahan trayek tersebut sangat penting karena masyarakat Loloda harus memperoleh akses transportasi laut yang layak dan aman. Kehadiran kapal yang secara resmi singgah di wilayah itu merupakan solusi yang harus diperjuangkan agar pelayanan publik semakin merata,”lanjutnya.

Irene menilai aksi pencegatan kapal yang dilakukan warga tidak dapat dipandang semata sebagai pelanggaran hukum. Menurutnya, tindakan tersebut lahir dari keterbatasan akses transportasi yang selama ini belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah terluar Halmahera Barat.

“Apa yang dilakukan masyarakat bukanlah keinginan mereka. Kondisi yang tidak berpihak kepada warga Loloda membuat mereka terpaksa mengambil langkah yang sangat membahayakan keselamatan, yaitu mencegat kapal di tengah gelombang demi memperoleh akses transportasi,”ujarnya.

Baca Juga :  Wartawan Dilarang Liput Sengketa Pilkades, Ketua PWI Halbar Kecam Sikap Asisten I

Ia menambahkan, pemerintah perlu menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan transportasi laut di kawasan kepulauan.

“Saat ini prosesnya sedang berjalan. Kita menunggu penyelesaian administrasi dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi sebelum saya mendorong usulan tersebut ke Direktorat Jenderal Perhubungan Laut,”katanya.

Irene menyebut, penyediaan trayek yang menjangkau masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam menjamin konektivitas antardaerah sekaligus melindungi keselamatan warga.

“Begitu seluruh proses administrasi selesai, saya akan memastikan usulan itu segera didorong ke tingkat kementerian. Saya juga memastikan akan ada penambahan trayek agar kapal resmi dapat menghampiri Loloda tengah sehingga masyarakat tidak lagi mempertaruhkan keselamatan mereka untuk mendapatkan layanan transportasi laut,”tutup Irene.*(Ghe/Red)

Berita Terkait

Perjuangkan Hak Daerah ke Pempus, Halbar Kantongi DBH Kurang Bayar Rp30,5 Miliar
HUT ke-25, Demokrat Halbar Gelar Lomba Rakyat dan Pidato AHY Muda
Gempa 5,6 M Perparah Kerusakan Dermaga Bataka, Kini Tak Lagi Layak Digunakan
Bupati Halbar Konsultasikan Hak Keuangan Daerah ke Kemendagri, Perjuangkan Kepastian Dana Transfer APBN
UPP Jailolo Gandeng Konsultan Susun Titik Labuh KM Sabuk Nusantara 35 di Perairan Barataku
Harapan 10 Desa di Loloda Tengah Mulai Terjawab, Pemda Usulkan Kapal Perintis
Hari Anak Nasional, Pokja I TP-PKK Halbar Gaungkan Gerakan Bersama Lindungi Anak
Terisolasi Bertahun-tahun, Warga Loloda Tengah Nekat Hadang Kapal Perintis Ditengah Gelombang Tinggi
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Perjuangkan Hak Daerah ke Pempus, Halbar Kantongi DBH Kurang Bayar Rp30,5 Miliar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:53 WIB

HUT ke-25, Demokrat Halbar Gelar Lomba Rakyat dan Pidato AHY Muda

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Gempa 5,6 M Perparah Kerusakan Dermaga Bataka, Kini Tak Lagi Layak Digunakan

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Bupati Halbar Konsultasikan Hak Keuangan Daerah ke Kemendagri, Perjuangkan Kepastian Dana Transfer APBN

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:19 WIB

Harapan 10 Desa di Loloda Tengah Mulai Terjawab, Pemda Usulkan Kapal Perintis

Berita Terbaru

Vicky ollo

Opini

Kemerdekaan dan Krisis Moral Bangsa

Senin, 3 Agu 2026 - 19:50 WIB

error: