Jailolo Front Diproyeksikan Perkuat Wajah dan Ekonomi Ibu Kota Halbar

Konsep terintegrasi mencakup pusat perdagangan, UKM, wisata mangrove, hingga ruang publik

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok/Ist

Dok/Ist

terasmalut — Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, mulai mematangkan rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Terintegrasi “Jailolo Front” di sekitar Pelabuhan Jailolo. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari penataan wajah ibu kota kabupaten sekaligus pusat aktivitas ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan ruang publik.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Halmahera Barat, Sahmi Salim, kepada media ini, Senin (08/09/2026).

Menurut Sahmi, konsep “Jailolo Front” yang dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat melalui Bapperida merupakan bagian dari komitmen pemerintahan JUJUR (James Uang-Djufri Muhammad) untuk menata kawasan perkotaan Jailolo secara lebih terarah dan memiliki keterkaitan dengan pengembangan potensi ekonomi daerah.

Penataan tersebut, lanjut Sahmi, diarahkan untuk memperkuat fungsi kawasan sebagai pusat kegiatan ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan usaha masyarakat, sektor perdagangan, pariwisata, serta penyediaan ruang publik yang tertata.

“Berdasarkan hasil koordinasi Bupati dengan Kementerian PU, penataan kawasan FTJ telah menjadi bagian dari agenda kementerian dan direncanakan mulai dilaksanakan pada 2027. Karena itu, ‘Jailolo Front’ diharapkan dapat bersinergi dengan kawasan FTJ sekaligus memperkuat keberlanjutan dukungan Kementerian PU terhadap pengembangan kedua kawasan tersebut di Halmahera Barat,”ujar Sahmi.

Baca Juga :  SSB Adidas Halmahera Barat Siap Berlaga di Piala Anak Indonesia U-16 di Pati

Mantan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian tersebut menjelaskan, “Jailolo Front” dirancang dengan mengintegrasikan sejumlah fungsi dalam satu kawasan, meliputi area bisnis dan pertokoan, hotel, sentra UKM, wisata mangrove, pelabuhan speed boat, area permainan anak, serta ruang terbuka publik.

“Dalam waktu dekat, kami akan melaksanakan survei pendahuluan dan sinkronisasi teknis bersama para pemangku kepentingan terkait. Selanjutnya, penyusunan dokumen masterplan kawasan dilakukan pada awal 2027 sebagai dasar penataan dan pengembangan kawasan secara terarah,”ungkap Sahmi.

Menurut Sahmi, survei pendahuluan akan menjadi langkah awal untuk memetakan potensi kawasan, kebutuhan infrastruktur, serta keterhubungan antarfungsi yang telah dirancang. Hasilnya diharapkan dapat memastikan setiap elemen dalam “Jailolo Front” memiliki fungsi yang jelas dan memberikan manfaat terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Pelayanan Kapal Besar di Pelabuhan Jailolo Akan Dihentikan

“Prinsipnya, sinkronisasi teknis juga diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan investasi, infrastruktur pendukung, serta pembagian peran antar pemangku kepentingan termasuk pihak UPP Jailolo. Dengan demikian, pelaksanaan pembangunan nantinya dapat disusun berdasarkan prioritas, kebutuhan kawasan, dan kesiapan dukungan masing-masing pihak,”ujarnya.

Sementara terkait pembiayaan di tengah efisiensi anggaran daerah, Sahmi mengatakan pemerintah daerah akan membuka sejumlah alternatif pendanaan. Selain melalui stimulan APBD, peluang dukungan APBN akan dikoordinasikan dengan Kementerian PU, sementara keterlibatan pihak swasta akan diarahkan melalui skema investasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Program ini masih dalam tahap perencanaan. Pelaksanaan teknis nantinya akan ditangani OPD terkait, sedangkan skema pembiayaannya akan dikoordinasikan lebih lanjut dan disesuaikan dengan ketentuan serta kemampuan anggaran yang tersedia,”tutup Sahmi.*(Ghe/Red).

 

Berita Terkait

Ratusan Aset Tanah Belum Bersertifikat, BKAD Halbar Bergerak Lewat JANG BANTAH
Nahkoda Baru Puskesmas Sidangoli, Syahbudin Bawa Komitmen Pelayanan
Tiga Pimpinan Wilayah Gereja Prihatin atas Pernyataan Frangki Luang soal Insentif
Kasus Dugaan Pencurian dan Perusakan Pohon di Halbar, Polda Malut Tetapkan DP sebagai Tersangka
Pendidikan Halbar Makin Digital, 747 Unit Smart TV Siap Dimanfaatkan
Ketua Gerindra Halbar Luruskan Dugaan Pemotongan Uang Saku Laskar, Klaim Hanya Miskomunikasi
Kader Laskar Gerindra Mengaku Uang Saku Diklat Dipajaki oleh Oknum DPRD Halbar
Jembatan Sawa Rp157 Juta, Panjang Bangunan Diduga Jauh dari Rencana
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:41 WIB

Ratusan Aset Tanah Belum Bersertifikat, BKAD Halbar Bergerak Lewat JANG BANTAH

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Nahkoda Baru Puskesmas Sidangoli, Syahbudin Bawa Komitmen Pelayanan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Tiga Pimpinan Wilayah Gereja Prihatin atas Pernyataan Frangki Luang soal Insentif

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Kasus Dugaan Pencurian dan Perusakan Pohon di Halbar, Polda Malut Tetapkan DP sebagai Tersangka

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Pendidikan Halbar Makin Digital, 747 Unit Smart TV Siap Dimanfaatkan

Berita Terbaru

error: