terasmalut — Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, meresmikan empat gedung Puskesmas baru secara bersamaan yang dipusatkan di Puskesmas Balisoan, Kecamatan Sahu, Kamis (20/8/2026). Fasilitas kesehatan yang tersebar di Balisoan, Akelamo, Tolofuo, dan Loloda Tengah itu disiapkan untuk memperluas akses pelayanan medis bagi masyarakat sekaligus memperkuat program “Halbar Sehat”.
Peresmian tersebut turut dihadiri Bupati Halmahera Barat James Uang, Kepala Dinas Kesehatan Halbar Novelheins Sakalaty, jajaran DPRD, Tim Penggerak PKK, unsur Forkopimda, serta para kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Halbar Novelheins Sakalaty dalam laporannya menyampaikan, pembangunan dan peningkatan fasilitas kesehatan mendapat dukungan anggaran yang signifikan dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
Alokasi DAK Fisik bidang kesehatan pada 2025 mencapai Rp32,5 miliar. Sementara secara akumulatif sejak 2021 hingga 2025, investasi DAK Fisik di Halbar mencapai Rp71,2 miliar dan DAK Non-Fisik sebesar Rp171,4 miliar.
“Anggaran ini difokuskan untuk pembangunan infrastruktur Puskesmas dan pengadaan sarana prasarana, guna memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang lebih mudah diakses dan berkualitas,”ungkap Novelheins.
Ia menyebutkan, saat ini 13 dari 15 Puskesmas di Halbar telah dilengkapi alat ultrasonografi (USG) untuk mendukung deteksi dini kesehatan ibu hamil. Pemerintah juga telah menambah 11 unit ambulans untuk memperkuat pelayanan dan mobilitas pasien.
Sementara itu, fasilitas pelayanan rujukan di RSUD Jailolo terus diperkuat. Rumah sakit tersebut telah memperoleh izin resmi BAPETEN untuk pengoperasian CT Scan dan Mamografi, sehingga dapat meningkatkan kemampuan pelayanan kesehatan, termasuk menerima pasien rujukan dari Ternate dan Tidore.
Di sektor pemberantasan penyakit, Halbar juga mencatat sejumlah capaian. Halbar berada di peringkat kedua dari 10 kabupaten/kota di Maluku Utara dalam capaian akses cek kesehatan gratis dengan persentase 39,35 persen.
Selain itu, Halbar dinyatakan bebas malaria dan kusta.
“Keluhan malaria di masyarakat sudah tidak ada lagi sejak 2023. Sertifikat Eliminasi Kusta bahkan diserahkan langsung oleh Kementerian Kesehatan di Ibu Kota Nusantara (IKN),”kata Novelheins.
Ia memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang dinilai telah berperan penting dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
Bupati Halmahera Barat James Uang mengatakan, peresmian empat gedung Puskesmas tersebut tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, pembangunan fasilitas kesehatan harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
James menegaskan, momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia harus menjadi ruang evaluasi terhadap pelayanan publik, termasuk sektor kesehatan.
“Peringatan HUT RI bukan sekadar acara seremonial atau hiburan semata, melainkan momentum refleksi bersama. Di usia kemerdekaan ini, kita harus terus mengintrospeksi diri: apakah pelayanan kesehatan kita sudah dirasakan dengan baik oleh seluruh masyarakat?,”tegas James.
Ia juga mengapresiasi jajaran RSUD Jailolo yang dinilai berhasil mengatasi persoalan kelangkaan obat-obatan. Namun, James meminta peningkatan kualitas pelayanan, terutama keramahan dan kepekaan petugas medis terhadap pasien.
“Pelayanan kesehatan adalah pelayanan jasa. Sikap ramah, kesiapan menyapa, dan kecepatan merespons pasien sangat menentukan kenyamanan warga. Jangan lagi ada keluhan marah-marah kepada pasien,”imbaunya.
Untuk menjaga keberlanjutan pembangunan kesehatan di tengah keterbatasan fiskal daerah, James menginstruksikan Dinas Kesehatan agar terus aktif mengawal serta menjemput program dan alokasi anggaran dari kementerian terkait di pemerintah pusat.
Langkah tersebut dinilai penting agar program “Halbar Sehat” sebagai salah satu program prioritas Bupati dan Wakil Bupati dapat diwujudkan secara menyeluruh dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Halmahera Barat,*(Ghe/Red).














