terasmalut — Aspirasi petani menjadi salah satu perhatian utama dalam agenda reses Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Dapil I Ternate–Halmahera Barat, Meri Popala, di Desa Baru, Kecamatan Ibu Selatan, Minggu (27/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah kebutuhan untuk mendukung kelancaran aktivitas pertanian, mulai dari akses jalan tani hingga ketersediaan fasilitas penggilingan padi.
Kegiatan reses masa persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 itu menjadi ruang bagi masyarakat dari Desa Baru, Gamsida, Ngalo-Ngalo, Adu dan Ngawet untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan di sektor pertanian. Sejumlah kelompok tani dan Kelompok Tekad turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah kondisi akses menuju lahan pertanian. Para petani berharap pembangunan maupun peningkatan jalan tani dapat dilakukan sehingga mobilitas menuju kebun lebih mudah, sekaligus memperlancar proses pengangkutan hasil panen dari lahan ke permukiman.
Warga juga mengusulkan adanya fasilitas mesin penggilingan padi di wilayah mereka. Selama ini, hasil panen harus dibawa ke kampung lain untuk digiling sehingga menambah biaya dan waktu yang harus dikeluarkan petani.
Petani juga menyampaikan apresiasi atas bantuan alat dan mesin pertanian berupa kultivator yang telah diberikan, karena bantuan tersebut dinilai sangat membantu dalam mengolah lahan pertanian.
Selain itu, Kepala Desa Baru meminta agar setiap bantuan yang masuk ke desa terlebih dahulu diinformasikan kepada pemerintah desa. Hal ini sangat penting agar penyaluran bantuan dapat terkoordinasi dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Meri Popala mengatakan, seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam reses telah dicatat untuk selanjutnya diperjuangkan melalui pemerintah daerah maupun provinsi.
“Semua usulan masyarakat sudah saya catat, ini akan saya sampaikan kepada Kepala Dinas Pertanian agar dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran,ungkapnya.
Meri menyebut pembangunan infrastruktur pertanian menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendukung aktivitas petani, menurutnya, akses jalan tani akan sangat membantu masyarakat dalam mengelola lahan hingga membawa hasil pertanian.
“Halmahera Barat mendapat alokasi sekitar 30 kilometer pembangunan jalan tani, sementara sekitar 12 kilometer di antaranya diarahkan untuk ruas Jalan Barito,”tandasnya.
Ketua TP PKK Halbar ini berharap, dukungan terhadap sektor pertanian tidak hanya berhenti pada bantuan alat, tetapi juga mencakup infrastruktur dan fasilitas pendukung lainnya sehingga hasil produksi masyarakat dapat meningkat dan memberikan dampak terhadap ekonomi keluarga.
“Pertanian harus kita dorong agar bisa menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat, karena itu, kebutuhan petani yang disampaikan hari ini akan menjadi bagian dari perjuangan kami di DPRD,”pungkasnya.*(Ghe/Red).














