HALMAHERA BARAT, terasmalut.id — Pihak penyedia jasa proyek ruang tunggu Pelabuhan Jailolo akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada media dan tim investigasi Tipikor menyusul pernyataan yang dinilai tidak tepat selama proses pengawasan pekerjaan. Permintaan maaf tersebut disampaikan ketika proyek masih dalam tahap penyelesaian meski masa kontrak awal telah berakhir.
Dalam klarifikasi yang disampaikan, perwakilan penyedia menyebut alasan pernyataan yang meleset akibat kelelahan pasca tekanan panjang selama pelaksanaan pekerjaan. “Kami mengakui ada ucapan‑ucapan yang tidak pantas dilontarkan kepada tim investigasi maupun media, kami minta maaf. Faktor kelelahan menjadi salah satu pemicu kesalahan komunikasi tersebut,”ujarnya.
Berbeda dari kekhawatiran publik bahwa proyek akan terhenti total, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menegaskan pihak penyedia tetap bertanggung jawab penuh atas pekerjaan.
Meskipun kontrak resmi telah habis, kami memberikan kesempatan penyelesaian melalui mekanisme denda sesuai peraturan pengadaan barang jasa. Seluruh proses administrasi pendukung perpanjangan penanganan masih berjalan secara bertahap.
“Yang terpenting, penyedia tidak kabur dan tetap bertanggung jawab menyelesaikan ruang tunggu Pelabuhan Jailolo,” tegas pernyataan PPK.
Proyek strategis Pelabuhan Jailolo ini menjadi salah satu prioritas daerah yang masih membutuhkan dukungan alokasi anggaran dari Pemerintah Pusat. Target penyelesaian utama ditetapkan pertanggal 31 Desember 2026. Selama sisa waktu tersebut, seluruh tahapan pekerjaan masih berstatus on‑progress.
Sebagai informasi, Pelabuhan Jailolo merupakan simpul transportasi laut utama Halmahera Barat. Keberadaan ruang tunggu yang layak akan meningkatkan kenyamanan penumpang sekaligus menunjang konektivitas ekonomi wilayah.
Kasus ini pun menjadi catatan penting bagi pengelola agar komunikasi antara penyedia, tim pengawas, tim Tipikor, dan media tetap terjaga secara profesional agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat.*(Ghe/Red).














