Perubahan Kebijakan Bikin Program Desa Tertunda, Ini Penjelasan Kades Pumadada

Keterlambatan anggaran dan perubahan kebijakan pusat membuat sejumlah program desa harus disesuaikan

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Desa Pumadada (Dok/Ist)

Desa Pumadada (Dok/Ist)

terasmalut — Kepala Desa Pumadada, Kecamatan Loloda Tengah, Julianus Tawakali, meminta masyarakat memahami kondisi keuangan desa yang saat ini turut terdampak perubahan kebijakan dan keterlambatan anggaran, sehingga berpengaruh terhadap pelaksanaan sejumlah program pembangunan, termasuk program listrik desa.

Menurut Julianus, pemerintah desa tetap berkomitmen menjalankan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat, namun dalam pelaksanaannya desa harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

“Di desa, listrik bukan sekadar cahaya, tetapi harapan masyarakat agar kehidupan mereka tidak lagi gelap,” ujar julianus, Rabu 13 Mei 2026.

Baca Juga :  Fransiska Renjaan: Pelantikan Julius Marau Sebagai Sekda Halbar Menunggu Izin Mendagri

Ia mengatakan, perubahan kondisi keuangan dan kebijakan dari pemerintah pusat membuat sejumlah program mengalami penyesuaian.

Situasi tersebut, kata dia, terkadang memunculkan perbedaan pemahaman di tengah masyarakat karena ada rencana pembangunan yang belum dapat direalisasikan sesuai harapan warga.

Meski demikian, Julianus menegaskan pemerintah desa terus berupaya menjaga komunikasi dengan masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman maupun menurunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah desa.

Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi hal penting dalam pelaksanaan pembangunan desa. Hal itu juga sejalan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 81 tentang pentingnya transparansi dan pelayanan publik dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Baca Juga :  Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun Resmi Dilaunching

Ia menambahkan, pembangunan desa tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana yang tersedia, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat melalui semangat gotong royong, keterbukaan, dan kejujuran.

“Krisis terbesar di desa bukan hanya soal uang, tetapi ketika pemerintah dan masyarakat sudah tidak lagi berada dalam pemahaman yang sama,”katanya.

Karena itu, pemerintah desa berharap masyarakat tetap mengedepankan musyawarah dan komunikasi dalam menyikapi berbagai kendala pembangunan yang terjadi di desa.*(Ghe/Red)

Berita Terkait

Semarak HUT ke-25, Demokrat Halbar Hadirkan Pesta Rakyat hingga Aksi Peduli Lingkungan dan Edukasi
Empat Puskesmas Baru Jadi Penguat Program “Halbar Sehat”
Menembus Medan Berat demi Merah Putih, Warga Loloda Tengah Padati Lapangan Barataku
Berakhir Damai, Permata Obi Siap Tanggung Kerusakan KM Queen Mary
Tabrakan KM Permata Obi dan Queen Mary di Jailolo Berakhir Damai
Manuver Sandar Terganggu Angin dan Arus, Dua Kapal Bertabrakan di Jailolo
Dishub Halbar Gandeng UPP Jailolo Kebut Persiapan KM Sabuk Nusantara Layani Loloda Tengah
Perjuangkan Hak Daerah ke Pempus, Halbar Kantongi DBH Kurang Bayar Rp30,5 Miliar
Berita ini 170 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Semarak HUT ke-25, Demokrat Halbar Hadirkan Pesta Rakyat hingga Aksi Peduli Lingkungan dan Edukasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:13 WIB

Empat Puskesmas Baru Jadi Penguat Program “Halbar Sehat”

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:57 WIB

Menembus Medan Berat demi Merah Putih, Warga Loloda Tengah Padati Lapangan Barataku

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Berakhir Damai, Permata Obi Siap Tanggung Kerusakan KM Queen Mary

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Tabrakan KM Permata Obi dan Queen Mary di Jailolo Berakhir Damai

Berita Terbaru

Kepala Cabang PT Ibu Putera Mandiri, Faisal Hi. Wahab (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Berakhir Damai, Permata Obi Siap Tanggung Kerusakan KM Queen Mary

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:00 WIB

Pertemuan penyelesaian berlangsung di ruang kerja Kepala Pelabuhan (Sabandar) Jailolo, dihadiri perwakilan kedua perusahaan pelayaran beserta nakhoda masing-masing kapal, yang dipimpin langsung oleh KUPP Kelas III Jailolo, Rosihan Gamtjim (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Tabrakan KM Permata Obi dan Queen Mary di Jailolo Berakhir Damai

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:47 WIB

error: