PGRI Halbar Beberkan Proses Pemindahan Gedung UKS, Anggaran Rp225 Juta

Keterbatasan lahan di SMP Negeri 1 jadi dasar pengalihan pembangunan ke SMP Negeri 43

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 16:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PGRI Halmahera Barat (Dok/Ist)

PGRI Halmahera Barat (Dok/Ist)

terasmalut — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, menyampaikan penjelasan terkait dinamika pembangunan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang sempat menjadi perhatian publik.

Ketua PGRI Halmahera Barat, Iswan Hanan, menyebut bahwa pembangunan gedung UKS tersebut tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk dalam hal perencanaan dan pelaksanaan di lapangan.

“Perlu kami tegaskan bahwa tidak ada proyek bermasalah sebagaimana yang ditudingkan. Seluruh tahapan telah berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku,”ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan gedung UKS pada awalnya direncanakan berlokasi di SMP Negeri 1 Halmahera Barat. Namun, kondisi riil di lapangan menunjukkan adanya keterbatasan lahan yang tidak memungkinkan dilakukannya pembangunan fisik.

“Setelah dilakukan peninjauan teknis, lokasi di SMP Negeri 1 tidak memenuhi syarat untuk pembangunan. Karena itu, diambil langkah rasional untuk memindahkan lokasi,”jelasnya.

Baca Juga :  Askab PSSI Halbar Bakal Gelar Turnamen Sepakbola U-15 dan U-17, Djufri Muhamad: Kursus Pelatih dan Wasit Juga Kita Sediakan

Menurutnya, keputusan pemindahan kemudian diarahkan ke SMP Negeri 43 Halmahera Barat yang dinilai memiliki kesiapan lahan serta kebutuhan fasilitas yang lebih mendesak.

“Pemindahan ini bukan keputusan sepihak. Ada berita acara resmi yang ditandatangani kepala sekolah asal, serta koordinasi lintas pihak sebelum pelaksanaan dilakukan,”tegasnya.

Iswan menambahkan, pemindahan lokasi dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan efektivitas pemanfaatan anggaran serta keberlanjutan fungsi bangunan yang dibangun.

“Tujuan utama kami adalah memastikan fasilitas yang dibangun benar-benar digunakan dan bermanfaat bagi siswa, bukan sekadar proyek fisik,”ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pagu anggaran pembangunan gedung UKS tersebut sebesar Rp225.000.000 bukan Rp36 Miliar dan telah digunakan sesuai peruntukan.

Saat ini, gedung UKS yang telah dibangun di SMP Negeri 43 Halmahera Barat telah difungsikan dan dimanfaatkan dalam kegiatan sekolah, khususnya pelayanan kesehatan bagi siswa.

Baca Juga :  Curi Mesin Jonson, Tiga Pemuda di Halmahera Barat Ditangkap Polisi

“Fasilitas ini sudah digunakan secara aktif. Kehadirannya sangat membantu kegiatan UKS dan menunjang lingkungan belajar yang lebih sehat,”kata perwakilan sekolah penerima.

Terkait isu anggaran yang beredar, pihaknya memastikan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan dokumen perencanaan dan penganggaran resmi pemerintah daerah.

“Tidak benar ada alokasi anggaran di SMP Negeri 1 seperti yang dituduhkan. Itu informasi yang tidak berdasar dan perlu diluruskan,”tegasnya.

Ia berharap masyarakat dapat memahami persoalan ini secara utuh dengan mengedepankan data yang akurat serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami berharap masyarakat dapat melihat persoalan ini secara objektif dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi,”tutupnya.*(Ghe/Red)

 

Berita Terkait

UPP Jailolo Gandeng Konsultan Susun Titik Labuh KM Sabuk Nusantara 35 di Perairan Barataku
Harapan 10 Desa di Loloda Tengah Mulai Terjawab, Pemda Usulkan Kapal Perintis
Respons Aksi Warga Loteng, Irene : Keselamatan Warga Jadi Prioritas, Trayek Kapal Akan Diperjuangkan
Hari Anak Nasional, Pokja I TP-PKK Halbar Gaungkan Gerakan Bersama Lindungi Anak
Terisolasi Bertahun-tahun, Warga Loloda Tengah Nekat Hadang Kapal Perintis Ditengah Gelombang Tinggi
Ketua Organda Halbar Buka Suara soal Video Viral di RS Jailolo: Akui Emosi, Bantah Intimidasi Dokter Secara Personal
DPRD Halbar Ketok Palu Dua Ranperda Strategis, Fokus Nelayan dan Pilkades Serentak
Emosi di IGD Berujung Laporan Polisi, Ketua Organda Halbar Diduga Caci dan Intimidasi Dokter
Berita ini 196 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:08 WIB

UPP Jailolo Gandeng Konsultan Susun Titik Labuh KM Sabuk Nusantara 35 di Perairan Barataku

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:19 WIB

Harapan 10 Desa di Loloda Tengah Mulai Terjawab, Pemda Usulkan Kapal Perintis

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:04 WIB

Respons Aksi Warga Loteng, Irene : Keselamatan Warga Jadi Prioritas, Trayek Kapal Akan Diperjuangkan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:10 WIB

Hari Anak Nasional, Pokja I TP-PKK Halbar Gaungkan Gerakan Bersama Lindungi Anak

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:06 WIB

Terisolasi Bertahun-tahun, Warga Loloda Tengah Nekat Hadang Kapal Perintis Ditengah Gelombang Tinggi

Berita Terbaru

error: