Imelda Tude: Jangan Salah Alamatkan Dugaan Kasus Pinjaman Halbar

Dugaan kepentingan di balik opini turut disoroti

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 23:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

melda Azzahra Tude(Sekritaris DPW BRINUS MALUT

melda Azzahra Tude (Sekritaris DPW BRINUS MALUT

HALBAR – Dewan Pimpinan Wilayah Brigade Nusantara (BRINUS) Maluku Utara angkat bicara terkait desakan pencopotan Kepala BPKAD Kabupaten Halmahera Barat oleh Ketua DPD Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Maluku Utara, Sartono Halek, yang dinilai tidak berdasar dan cenderung tendensius.

Sekritaris DPW BRINUS MALUT Imelda Tude, menilai bahwa desakan yang di sampaikan ketua DPD GPM Malut tidak memiliki dasar yang objektif, sangat tendensius, dan tidak tepat sasaran.

Menurut Imelda jika bicara soal dugaan kasus korupsi pinjaman 159.500 Miliar di tahun 2017 harusnya di kaji dengan baik di mulai dari proses awal pinjaman.

“Pinjaman 159.500 Miliar itu pada Jaman pemerintahan Bupati Danny Misi pada tahun 2017.
Proses nya di mulai dari pengajuan proposal awal oleh pemda Halbar yang di tanda tangani oleh bapak Danny Missy atas nama Bupati Halbar yang saat itu, ibu Cuzaemah Djauhar bukanlah kepala BPKAD Halbar tetapi sebagai Sekwan Halbar. Saat berjalannya Pinjaman 159.500 Miliar itu ibu Cuzaema kemudian di roling menjabat sebagai Kadis Kominfo Halbar, jadi menurut saya tudingan ketua GPM Malut itu tidak tepat sasaran, harusnya yang di desak untuk di periksa oleh Kejati Malut dalam dugaan kasus ini adalah Danny Missy sebagai Bupati Halbar jadi meminta Bupati Halbar memcopot Cuzaemah Djauhar yang baru menjabat sebulan sebagai kepala BPKAD Halbar adalah sebuah opini ngawur yang tidak mendasar “ucap Imelda.

Baca Juga :  BKAD Halmahera Barat Sukses Selenggarakan Lomba Dayung FTJ 2024

Sebagai masyarakat intelektual harusnya kita menyampaikan opini ke publik itu berbasis data dan tidak terkesan tendensius atau memaksakan sesuatu yang terkesan prematur. Pinjaman Daerah itu ada mekanisme nya, dari pengajuan proposal awal Pemda Halbar sebelum ke Bank BPD itu di bahas dulu oleh DPRD Halbar melalui tim Banggar , kemudian di sahkan lewat rapat Paripurna DPRD.

“Bagaimana mungkin kita mendesak mencopot seorang pejabat publik tidak berdasarkan basis data yang jelas dan menggiring opini yang salah sasaran, kan ibu Cuzaema bukan kepala keuangan saat itu ?? Beliau sebagai Sekwan Halbar. Kalau bicara dugaan Kasus Korupsi Pinjaman 159,500 Miliar Pemkab Halbar tahun 2017 itu harusnya yang di desak untuk di priksa kembali oleh Kejati itu mantan Bupati Halbar Bapak Danny Missy sebagai Kepala Pemerintahan , Mantan Sekda sebagai kuasa pengguna anggaran dan mantan ketua DPRD Halbar selaku Pengawas pengelolaan anggaran daerah saat itu “tegas Imelda.

Baca Juga :  BKAD Halbar Tingkatkan Kapasitas Pengelola Keuangan SKPD Tahun Anggaran 2025

Tuduhan yang di lontarkan oleh ketua GPM Malut ini sangat mencedrai nama baik Ibu Cuzaemah Djauhar dan terkesan tendensius jadi sebagai warga masyarakat Halbar saya pun menduga ada penumpang gelap dari opini yang di bangun, untuk itu saya menyarankan kepada Ibu Cuzaemah untuk melaporkan dugaan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh saudara Sartono Halek.

“Opini Sarto Halek sangat merusak citra diri seorang Cuzaemah Djauhar sebagai perempuan di mata publik karena tidak mendasar. Kalau bicara dugaan kasus korupsi pinjaman 159.500 miliar pemkab Halbar kenapa tidak desak Kejati periksa Danny Missy sebagai mantan Bupati Halbar atau mantan Sekda karena sebagai kuasa pengguna anggaran, atau mantan pimpinan DPRD saat itu karena pinjaman daerah itu harus ada persetujuan DPRD Halbar.
Jadi sangat wajar jika saya menduga opini liar yang di baangun tersebut di tunggangi “Ungkap Imelda.*(Ghe/Re)

Berita Terkait

Memanas! IDI Halbar Respons Pernyataan Sekwan Soal Tenaga Medis
Perubahan Kebijakan Bikin Program Desa Tertunda, Ini Penjelasan Kades Pumadada
Polsek Ibu Bergerak Cepat, Kasus Parang dan Miras Langsung Disidang
Hardiknas 2026, Halmahera Barat Teguhkan Komitmen Pendidikan Berkualitas
PGRI Halbar Beberkan Proses Pemindahan Gedung UKS, Anggaran Rp225 Juta
Menuju Tanah Suci, Bupati James Uang Lepas 19 JCH Halbar Secara Resmi
Hikayat : Penolakan Investasi Harus Berbasis Kajian, Halbar Butuh Gagasan Bukan Retorika Kosong
Masri Hamja : Frangky Luang perlu dikasihani
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:42 WIB

Memanas! IDI Halbar Respons Pernyataan Sekwan Soal Tenaga Medis

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:37 WIB

Perubahan Kebijakan Bikin Program Desa Tertunda, Ini Penjelasan Kades Pumadada

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:48 WIB

Polsek Ibu Bergerak Cepat, Kasus Parang dan Miras Langsung Disidang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:53 WIB

Hardiknas 2026, Halmahera Barat Teguhkan Komitmen Pendidikan Berkualitas

Selasa, 28 April 2026 - 09:13 WIB

Menuju Tanah Suci, Bupati James Uang Lepas 19 JCH Halbar Secara Resmi

Berita Terbaru

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Halmahera Barat, dr. Dominikus Gideon (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Memanas! IDI Halbar Respons Pernyataan Sekwan Soal Tenaga Medis

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:42 WIB

Sidang tipiring yang digelar oleh Pengadilan Negeri Ternate yang bersidang di Jailolo (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Polsek Ibu Bergerak Cepat, Kasus Parang dan Miras Langsung Disidang

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:48 WIB

error: