terasmalut — Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat kembali mencatatkan capaian positif dalam tata kelola keuangan daerah. Melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Halmahera Barat masuk dalam tiga pemerintah daerah dengan kinerja pengelolaan Transfer ke Daerah (TKD) terbaik di Provinsi Maluku Utara berdasarkan penilaian Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Selain Kabupaten Halmahera Barat, dua daerah lainnya yang masuk dalam kategori tersebut yakni Kabupaten Halmahera Selatan dan Kota Tidore Kepulauan.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat kembali mencatatkan capaian positif dalam tata kelola keuangan daerah. Melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Halmahera Barat masuk dalam tiga pemerintah daerah dengan kinerja pengelolaan Transfer ke Daerah (TKD) terbaik di Provinsi Maluku Utara berdasarkan penilaian Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Selain Kabupaten Halmahera Barat, dua daerah lainnya yang masuk dalam kategori tersebut yakni Kabupaten Halmahera Selatan dan Kota Tidore Kepulauan.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Halmahera Barat, Chuzaemah Djauhar, saat dikonfirmasi media ini pada Kamis (16/7/2026), mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif yang patut disyukuri sekaligus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan Transfer ke Daerah (TKD) secara akuntabel, efektif, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Pengakuan ini menjadi motivasi bagi seluruh tim pengelola keuangan daerah untuk terus menjaga kinerja, sehingga proses penyaluran maupun realisasi anggaran dapat dilaksanakan secara tepat sasaran, tepat waktu, transparan, dan sesuai dengan peruntukannya,”ujar Chuzaemah, yang akrab disapa Chaca Ema.
Mantan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Halmahera Barat itu juga mengajak seluruh jajaran BKAD untuk terus menjaga disiplin kerja, meningkatkan profesionalisme, serta melaksanakan setiap tugas dan tanggung jawab sesuai ketentuan dan arahan yang telah ditetapkan dalam pengelolaan keuangan daerah.
Menurutnya, pengakuan atas kinerja pengelolaan Transfer ke Daerah (TKD) dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia merupakan indikator bahwa tata kelola keuangan daerah berjalan ke arah yang baik. Karena itu, capaian tersebut perlu dipertahankan melalui peningkatan kualitas pengelolaan anggaran yang akuntabel, efektif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim pengelola keuangan daerah. Saya berharap semangat, komitmen, dan sinergi yang telah dibangun dapat terus dipertahankan, sehingga kualitas pengelolaan keuangan daerah ke depan semakin baik dan mampu memberikan manfaat yang optimal bagi pembangunan daerah,”tandasnya.
Sementara itu, Bupati Halmahera Barat James Uang menyampaikan apresiasi kepada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) dalam rapat bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa komitmen, kepemimpinan, dan kerja sama tim mampu menghasilkan kinerja yang diakui, meskipun jajaran pimpinan BKAD baru menjalankan tugas dalam beberapa bulan terakhir.
James menilai, prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi BKAD, tetapi juga harus menjadi motivasi bagi seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, serta pengelolaan program dan anggaran secara akuntabel.
“Prestasi ini patut diapresiasi dan dijadikan motivasi bagi seluruh OPD sebab dalam waktu yang relatif singkat, BKAD telah mampu menunjukkan kinerja yang mendapat pengakuan. Saya berharap capaian ini menjadi pemacu semangat bagi setiap perangkat daerah untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, serta menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas kepada masyarakat,”pungkasnya.*(Ghe/Red).

















