terasmalut — Kegiatan senam sehat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis mewarnai rangkaian Festival Teluk Jailolo (FTJ) 2026 di Desa Dodinga, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Sabtu (20/6/2026). Program yang dikemas dalam kegiatan “FTJ Goes To Dodinga 2026” ini menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat festival melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan pola hidup aktif.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya dilibatkan dalam rangkaian festival budaya dan pariwisata, tetapi juga memperoleh akses terhadap layanan kesehatan dasar yang disediakan secara gratis. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga Halmahera Barat serta terlaksana melalui kolaborasi lintas sektor.
Pagi itu, lapangan terbuka di Desa Dodinga dipadati ratusan warga dari berbagai kelompok usia yang mengikuti senam sehat bersama. Kegiatan berlangsung dengan antusias dan turut dihadiri Camat Jailolo Selatan bersama unsur pemerintah kecamatan sebagai bentuk dukungan terhadap program yang melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung.
Tidak berhenti pada aktivitas olahraga, rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Program tersebut merupakan hasil sinergi antara sektor pariwisata dan kesehatan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan produktif. Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Barat bersama tenaga medis dari Puskesmas Sidangoli dan Puskesmas Bobaneigo turun langsung memberikan pelayanan kepada warga.
Masyarakat yang hadir dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, berat badan, serta berkonsultasi langsung dengan dokter dan bidan terkait kondisi kesehatan maupun keluhan yang dialami.
Kepala Bidang Pariwisata, Harus Atid, yang memimpin kegiatan tersebut menjelaskan bahwa pelaksanaan senam sehat dan pemeriksaan kesehatan gratis merupakan bagian dari konsep pembangunan pariwisata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di kawasan destinasi wisata.
“Festival Teluk Jailolo dirancang bukan hanya untuk menarik wisatawan dari luar, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat tuan rumah. Konsep pariwisata berkelanjutan yang kami bangun harus menyentuh aspek kehidupan warga, termasuk kesehatan. Masyarakat yang sehat adalah aset utama sekaligus wajah terbaik dalam menyambut tamu yang datang berkunjung,”ujarnya.
Haris menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mendukung pengembangan destinasi wisata yang berkualitas. Menurutnya, sektor kesehatan memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan didukung oleh masyarakat yang sehat serta produktif.
“Kerja sama dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas setempat, serta dukungan dari pemerintah kecamatan menjadi kunci agar kegiatan ini dapat berjalan lancar dan dirasakan manfaatnya secara luas,”tambah Haris.
Di sisi lain, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Barat yakni Kepala Puskesmas Jailolo Selatan, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, momentum festival dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kesehatan sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Seringkali masyarakat kesulitan meluangkan waktu atau biaya untuk memeriksakan diri. Lewat kesempatan ini, kami hadir mendekatkan layanan kesehatan kepada mereka. Harapannya, kesadaran hidup sehat dapat terus terjaga bahkan setelah rangkaian festival usai,”ungkapnya.
Bagi masyarakat, kegiatan ini memberikan manfaat ganda karena selain dapat mengikuti aktivitas olahraga bersama, mereka juga memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan dan informasi terkait kondisi kesehatannya tanpa dipungut biaya.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Festival Teluk Jailolo tidak hanya berfungsi sebagai agenda promosi pariwisata dan budaya daerah, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat melalui program-program yang memberikan dampak sosial dan kesehatan secara langsung.*(Ghe/Red)
















