terasmalut — Pemerintah Desa Ropu, Kecamatan Sahu, Kabupaten Halmahera Barat, melaksanakan kegiatan pembersihan kawasan Pantai Wisata Ropu pada Jumat (19/6/2026). Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Ropu Tengah Balu (RTB) tersebut menjadi bagian dari persiapan menyambut Festival Teluk Jailolo (FTJ) 2026 yang mengusung tema “Cultural Heritage Collaboration for Upscale Tourism”.
Kegiatan pembersihan pantai ini melibatkan berbagai unsur masyarakat dan instansi pemerintah. Selain warga setempat, kegiatan turut diikuti oleh jajaran Kantor Camat Sahu, personel Polsek Sahu, anggota Koramil Sahu, serta tenaga pendidik dan peserta didik dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA yang berada di wilayah Kecamatan Sahu.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Barat, Reinhard Bunga, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa upaya menjaga kebersihan lingkungan merupakan salah satu aspek penting dalam pengembangan sektor pariwisata.
Menurutnya, kualitas destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh daya tarik alam dan budaya, tetapi juga oleh kondisi lingkungan yang bersih, sehat, dan terawat.
“Ini merupakan langkah yang positif dalam mendukung pengembangan pariwisata daerah. Destinasi wisata yang bersih dan tertata akan memberikan kenyamanan bagi pengunjung serta meningkatkan daya saing daerah sebagai tujuan wisata,”ujar Reinhard.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program Gerakan Wisata Bersih Halmahera Barat serta dirangkaikan dengan agenda Talk show Pariwisata Berkelanjutan yang menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan destinasi wisata yang memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara seimbang.
Sekitar 200 peserta tercatat mengikuti kegiatan tersebut. Hadir pula Sekretaris Daerah Halmahera Barat Julius Marau bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, antara lain Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan.
Keterlibatan berbagai sektor ini menunjukkan bahwa upaya menjaga kualitas destinasi wisata memerlukan kolaborasi lintas instansi dan partisipasi masyarakat.
Sementara Kepala Bidang Pariwisata, Ais, menyatakan bahwa pendampingan kegiatan, pemerintah daerah saat ini mendorong penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan pada setiap destinasi unggulan.
Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah penerapan standar kebersihan, kesehatan, dan pengelolaan lingkungan yang baik. Pantai Ropu dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata yang memenuhi standar tersebut.
“Gerakan Sigofi Ngolo perlu menjadi kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Kebersihan lingkungan merupakan faktor penting dalam menciptakan kenyamanan wisatawan sekaligus menjaga keberlanjutan potensi wisata yang dimiliki daerah,”tambah Reinhard.
Melalui kegiatan gotong royong ini, kawasan Pantai Ropu menjadi lebih bersih dan tertata. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Halmahera Barat guna mendukung pengembangan pariwisata yang berorientasi pada kualitas lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di setiap destinasi wisata,”tutup Reinhard.*(Ghe/Red)
















