terasmalut – Guncangan gempa bumi bermagnitudo 5,6 yang melanda Kabupaten Halmahera Barat pada Rabu (5/8/2026) tidak hanya menimbulkan kepanikan warga, tetapi juga memperburuk kerusakan Dermaga Bataka di Kecamatan Ibu Selatan. Akibatnya, salah satu akses transportasi laut bagi masyarakat itu kini lumpuh total dan tak lagi dapat difungsikan.
Berdasarkan hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat, kerusakan yang terjadi pada struktur dermaga tergolong berat sehingga aktivitas sandar maupun penyeberangan kapal dihentikan demi alasan keselamatan.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Halmahera Barat, Gunawan MT Ali, mengungkapkan kesimpulan itu bahkan diambil sekitar sebulan lalu, setelah pihaknya melakukan tinjauan langsung ke lapangan. Tim gabungan yang terdiri dari unsur BPBD, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) telah memeriksa seluruh struktur Dermaga.
“Memang dari satu bulan yang lalu juga kami bersama tim dari PU dan UPP sudah turun langsung ke lokasi. Dari hasil pengecekan bersama, kondisi dermaga itu memang sudah rusak total dan tidak bisa digunakan lagi,” ujar Gunawan saat memberikan keterangan kepada media.
Wawan mengatakan langkah peninjauan bersama itu dilakukan untuk menilai tingkat kelayakan operasional dan mengantisipasi potensi bahaya bagi keselamatan warga.
Hal itu dibenarkan Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Jailolo, Rosihan Gamtjim. “Iya, kami bersama BPBD dan PU sudah melakukan peninjauan bersama,”katanya.
Mengingat struktur bangunan yang dinilai ringkih dan membahayakan, Rosihan mengaku telah mengusulkan ke Kementerian Perhubungan untuk melakukan penambahan penurunan dermaga tersebut.*(Ghe/Red).
















