Cegah Kekerasan Sejak Dini, Pokja I TP-PKK Halbar Sasar Lingkungan Sekolah

Sosialisasi di SD Oikumene Mahanaim menanamkan pemahaman kepada anak tentang hak atas rasa aman dan perlindungan

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 10:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok/Ist

Dok/Ist

terasmalut — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Halmahera Barat melalui Kelompok Kerja (Pokja) I melaksanakan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan satuan pendidikan sejak usia dini. Kegiatan tersebut berlangsung di SD Oikumene Mahanaim, Halmahera Barat, sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya perlindungan anak di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Kegiatan ini diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai bentuk-bentuk kekerasan, termasuk kekerasan fisik, verbal, psikologis, perundungan (bullying), maupun tindakan lain yang dapat mengganggu tumbuh kembang dan rasa aman anak.

Edukasi sejak usia sekolah dasar dinilai penting karena anak perlu dibekali pengetahuan mengenai hak atas perlindungan sekaligus keberanian untuk menyampaikan apabila mengalami atau mengetahui tindakan kekerasan.

Ketua Pokja I, Rahmi Haris, kepada media ini, Rabu (09/09/26), menjelaskan bahwa sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan yang mudah dipahami oleh peserta didik. Menurut dia, sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk lingkungan yang aman sekaligus menjadi ruang edukasi bagi anak untuk mengenali perilaku yang tidak dapat dibenarkan.

“Anak-anak perlu sejak dini diberikan pemahaman tentang apa yang termasuk kekerasan, bagaimana mengenalinya, serta kepada siapa mereka dapat menyampaikan ketika mengalami atau melihat tindakan yang tidak semestinya,”ujar Rahmi Haris yang juga sebagai Sekretaris di Dinas Sosial Halbar.

Baca Juga :  Hasil Survei SDI, Elektabilitas Pasangan James-Djufri Masih Dianggap yang Terbaik

Ia menambahkan, pencegahan tidak cukup hanya dilakukan ketika terjadi kasus, tetapi harus dibangun melalui edukasi, komunikasi, pengawasan, serta keterlibatan aktif guru dan orang tua. Karena itu, lingkungan pendidikan diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang bebas dari intimidasi, kekerasan, dan perlakuan yang dapat merendahkan martabat anak.

“Kami ingin edukasi ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam keseharian sehingga anak merasa aman, dihargai, dan memiliki keberanian untuk berbicara ketika menghadapi persoalan,”katanya.

Sementara Ketua TP-PKK Halmahera Barat, Meri Popala, menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara keluarga, satuan pendidikan, pemerintah, dan masyarakat. Menurutnya, TP-PKK memiliki peran strategis dalam mendorong penguatan fungsi keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pentingnya pola pengasuhan yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan anak.

“Pencegahan kekerasan terhadap anak harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga dan sekolah. Anak harus tumbuh dalam lingkungan yang memberikan rasa aman, kasih sayang, penghargaan, dan perlindungan,”ujar Meri Popala.

Meri mengatakan, edukasi sejak usia dini merupakan langkah preventif yang penting untuk membangun karakter anak sekaligus menciptakan budaya saling menghormati. Ia berharap materi yang disampaikan melalui Pokja I TP-PKK dapat menjadi pengetahuan praktis bagi anak, guru, maupun orang tua dalam mengenali potensi kekerasan dan mengambil langkah yang tepat ketika menemukan persoalan.

Baca Juga :  Hari Anak Nasional, Pokja I TP-PKK Halbar Gaungkan Gerakan Bersama Lindungi Anak

“Kita tidak boleh menunggu sampai terjadi kekerasan baru mengambil tindakan. Upaya pencegahan harus dilakukan secara terus-menerus melalui pendidikan, komunikasi yang baik, pengawasan, dan kepedulian terhadap lingkungan anak,”katanya.

Lebih lanjut, Meri berharap, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara TP-PKK dan satuan pendidikan dalam membangun lingkungan sekolah yang ramah anak.

“Pendekatan edukatif menjadi salah satu instrumen penting agar peserta didik memahami bahwa setiap anak memiliki hak untuk dihormati, dilindungi, dan mendapatkan kesempatan tumbuh serta belajar tanpa ancaman kekerasan maupun perundungan,”ketusnya.

Melalui sosialisasi tersebut, Anggota DPRD Malut ini menyebut, TP-PKK Halmahera Barat menempatkan pencegahan kekerasan terhadap anak sebagai bagian dari penguatan ketahanan keluarga dan pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.

“Mari kita bersama-sama membangun lingkungan yang ramah dan aman bagi anak, karena perlindungan terhadap anak bukan hanya tugas pemerintah atau sekolah, melainkan tanggung jawab kita semua,”tutup Meri Popala.*(Ghe/Red).

Berita Terkait

25 Tahun Paroki Santo Fransiskus Xaverius Jailolo, Dari Perjalanan Iman hingga Pengabdian Sosial
Grelhia Lovelly Bau Bau Bawa Nama Halbar Tembus 9 Besar Nasional Lomba Pidato AHY Muda
Semarak HUT ke-25, Demokrat Halbar Hadirkan Pesta Rakyat hingga Aksi Peduli Lingkungan dan Edukasi
Empat Puskesmas Baru Jadi Penguat Program “Halbar Sehat”
Menembus Medan Berat demi Merah Putih, Warga Loloda Tengah Padati Lapangan Barataku
Berakhir Damai, Permata Obi Siap Tanggung Kerusakan KM Queen Mary
Tabrakan KM Permata Obi dan Queen Mary di Jailolo Berakhir Damai
Manuver Sandar Terganggu Angin dan Arus, Dua Kapal Bertabrakan di Jailolo
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:51 WIB

Cegah Kekerasan Sejak Dini, Pokja I TP-PKK Halbar Sasar Lingkungan Sekolah

Rabu, 2 September 2026 - 23:26 WIB

25 Tahun Paroki Santo Fransiskus Xaverius Jailolo, Dari Perjalanan Iman hingga Pengabdian Sosial

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Grelhia Lovelly Bau Bau Bawa Nama Halbar Tembus 9 Besar Nasional Lomba Pidato AHY Muda

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Semarak HUT ke-25, Demokrat Halbar Hadirkan Pesta Rakyat hingga Aksi Peduli Lingkungan dan Edukasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:13 WIB

Empat Puskesmas Baru Jadi Penguat Program “Halbar Sehat”

Berita Terbaru

error: