Manuver Sandar Terganggu Angin dan Arus, Dua Kapal Bertabrakan di Jailolo

KM Queen Mary mengalami kerusakan pada buritan dan pagar geladak, sementara KM Permata Obi dinyatakan masih laik berlayar

- Jurnalis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rosihan Gamtjim, KUPP Kelas III Jailolo (Dok/Ist)

Rosihan Gamtjim, KUPP Kelas III Jailolo (Dok/Ist)

terasmalut — Aktivitas pelayaran di Pelabuhan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, terganggu insiden tabrakan dua kapal penumpang pada Senin (17/8/2026) pagi. Peristiwa yang terjadi bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia itu berlangsung sekitar pukul 08.30 WIT di kolam pelabuhan dan melibatkan KM Permata Obi yang baru tiba dari Manado dalam perjalanan menuju Ternate serta KM Queen Mary yang tengah bersandar untuk melayani penumpang rute Jailolo–Ternate.

Meski menimbulkan kerusakan pada kapal dan fasilitas pelabuhan, insiden tersebut tidak menyebabkan korban jiwa maupun tumpahan bahan bakar ke perairan.

Berdasarkan laporan resmi Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Jailolo, Rosihan Gamtjim, kepada Direktur Jenderal Perhubungan Laut dan Direktur Keselamatan Pelayaran, kejadian bermula ketika KM Permata Obi dengan bobot 1.216 GT melakukan manuver untuk sandar di sisi kiri dermaga.

“Kapal yang dinakhodai Fritz Mardianto dan dioperasikan PT Pelayaran Putra Obi Mandiri tersebut diduga mengalami kendala dalam mengendalikan laju kapal setelah mendapat dorongan angin dan arus air yang cukup kuat serta berubah cepat. Kondisi tersebut menyebabkan manuver tidak dapat dikendalikan secara optimal ketika kapal mendekati bibir dermaga,”kata Rosihan Gamtjim melalui press release. Senin 17 Agustus 2026.

Baca Juga :  KONI Halmahera Barat Salurkan Rp 25 Juta untuk Dukung Motilo’a Cup II di Talaga

Dalam kondisi tersebut, Rosihan mengungkapkan bahwa, haluan KM Permata Obi kemudian mengenai bagian buritan KM Queen Mary yang saat itu berada dalam posisi bersandar. Kapal berbobot 395 GT milik PT Ibu Putra Mandiri dan dinakhodai Mahfud Nuturamun itu mengalami benturan cukup kuat hingga seluruh tali tambatnya terputus. Akibatnya, KM Queen Mary sempat bergerak menjauh dari posisi sandar ke arah utara dermaga sebelum akhirnya berhasil dikendalikan kembali.

“Peristiwa ini selanjutnya ditangani oleh pihak kapal bersama pengelola pelabuhan dengan mengutamakan aspek keselamatan pelayaran dan keamanan aktivitas di kawasan dermaga,”ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, kata Rosihan, haluan KM Permata Obi mengalami lecet dan goresan. Sementara itu, KM Queen Mary mengalami kerusakan yang lebih signifikan, meliputi pagar geladak kedua yang penyok, kebocoran pada bagian buritan, serta kerusakan pada seluruh tali tambat.

Baca Juga :  Bupati Dinilai Berpihak Pada Kades Yang Selingkuh Dengan Istri Orang, Warga Adukan ke DPRD Halbar

“Benturan tersebut juga mengakibatkan satu unit fender karet pelindung dermaga mengalami kerusakan berat. Selain fasilitas pelabuhan, enam sepeda motor yang berada di sekitar area dermaga turut mengalami kerusakan ringan. Namun, tidak terdapat korban jiwa maupun tumpahan bahan bakar yang berpotensi menimbulkan pencemaran di perairan,”ucapnya.

Setelah kejadian, Ia menyebut, kedua pihak kapal bersama pengelola pelabuhan sepakat menyelesaikan persoalan kerugian akibat insiden tersebut melalui mekanisme musyawarah.

“Dari pemeriksaan keselamatan terhadap KM Permata Obi menyatakan kapal masih memenuhi persyaratan untuk melanjutkan pelayaran sehingga diperbolehkan berangkat menuju Ternate pada pukul 13.25 WIT di hari yang sama,”ungkapnya

Ia juga menambahkan, bahwa Sementara KM Queen Mary harus menjalani perbaikan darurat dan selanjutnya dijadwalkan menuju Bitung untuk melaksanakan docking tahunan sebagai bagian dari pemenuhan aspek keselamatan dan kelaiklautan kapal.

“Insiden ini menjadi pengingat bagi setiap nakhoda untuk selalu waspada dan memperhitungkan kondisi angin, gelombang, serta arus yang dapat berubah sewaktu-waktu. Keselamatan harus menjadi prioritas utama agar pelayaran berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya.*(Ghe/Red)

Berita Terkait

Berakhir Damai, Permata Obi Siap Tanggung Kerusakan KM Queen Mary
Tabrakan KM Permata Obi dan Queen Mary di Jailolo Berakhir Damai
Perjuangkan Hak Daerah ke Pempus, Halbar Kantongi DBH Kurang Bayar Rp30,5 Miliar
HUT ke-25, Demokrat Halbar Gelar Lomba Rakyat dan Pidato AHY Muda
Gempa 5,6 M Perparah Kerusakan Dermaga Bataka, Kini Tak Lagi Layak Digunakan
UPP Jailolo Gandeng Konsultan Susun Titik Labuh KM Sabuk Nusantara 35 di Perairan Barataku
Harapan 10 Desa di Loloda Tengah Mulai Terjawab, Pemda Usulkan Kapal Perintis
Hari Anak Nasional, Pokja I TP-PKK Halbar Gaungkan Gerakan Bersama Lindungi Anak
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Berakhir Damai, Permata Obi Siap Tanggung Kerusakan KM Queen Mary

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Tabrakan KM Permata Obi dan Queen Mary di Jailolo Berakhir Damai

Selasa, 18 Agustus 2026 - 01:00 WIB

Manuver Sandar Terganggu Angin dan Arus, Dua Kapal Bertabrakan di Jailolo

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Perjuangkan Hak Daerah ke Pempus, Halbar Kantongi DBH Kurang Bayar Rp30,5 Miliar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Gempa 5,6 M Perparah Kerusakan Dermaga Bataka, Kini Tak Lagi Layak Digunakan

Berita Terbaru

Kepala Cabang PT Ibu Putera Mandiri, Faisal Hi. Wahab (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Berakhir Damai, Permata Obi Siap Tanggung Kerusakan KM Queen Mary

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:00 WIB

Pertemuan penyelesaian berlangsung di ruang kerja Kepala Pelabuhan (Sabandar) Jailolo, dihadiri perwakilan kedua perusahaan pelayaran beserta nakhoda masing-masing kapal, yang dipimpin langsung oleh KUPP Kelas III Jailolo, Rosihan Gamtjim (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Tabrakan KM Permata Obi dan Queen Mary di Jailolo Berakhir Damai

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:47 WIB

Rosihan Gamtjim, KUPP Kelas III Jailolo (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Manuver Sandar Terganggu Angin dan Arus, Dua Kapal Bertabrakan di Jailolo

Selasa, 18 Agu 2026 - 01:00 WIB

error: