UPP Jailolo Gandeng Konsultan Susun Titik Labuh KM Sabuk Nusantara 35 di Perairan Barataku

Survei batimetri dilakukan untuk memastikan mekanisme lego jangkar memenuhi standar keselamatan pelayar

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas melakukan survei batimetri di perairan Barataku untuk memperoleh data teknis kedalaman, arus, dan kondisi perairan sebagai dasar rekomendasi titik lego jangkar KM Sabuk Nusantara 35. (Dok/Ist)

Petugas melakukan survei batimetri di perairan Barataku untuk memperoleh data teknis kedalaman, arus, dan kondisi perairan sebagai dasar rekomendasi titik lego jangkar KM Sabuk Nusantara 35. (Dok/Ist)

terasmalut — Upaya menghadirkan layanan kapal perintis KM Sabuk Nusantara 35 di Pelabuhan Barataku, Kecamatan Loloda Tengah, Kabupaten Halmahera Barat, terus dimatangkan melalui serangkaian langkah teknis. Salah satu tahapan penting yang kini dilakukan adalah pengukuran batimetri sebagai dasar penentuan titik labuh kapal guna memastikan seluruh aspek keselamatan pelayaran terpenuhi sebelum layanan dioperasikan.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Jailolo bergerak cepat dengan menggandeng PT Rayasurverindo Tirtasarana, konsultan yang tengah melaksanakan penyusunan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Kedi Tahun 2026. Tim konsultan tersebut turut memberikan dukungan teknis melalui survei batimetri di kawasan Pelabuhan Barataku sebagai bagian dari persiapan rencana singgah KM Sabuk Nusantara 35.

“Alhamdulillah, kami mendapat dukungan dari Tim PT Rayasurverindo Tirtasarana untuk melaksanakan pengukuran batimetri di Pelabuhan Barataku. Survei ini dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap rencana pelayanan KM Sabuk Nusantara 35 dengan mekanisme lego jangkar atau labuh, yang nantinya akan dilayani melalui sistem rede transport menggunakan kapal pelra, seperti longboat maupun perahu masyarakat,”ujar Rosihan Gamtjim, Kepala UPP Kelas III Jailolo.

Baca Juga :  Tuntut Kesejahteraan Petani Halbar, Massa Aksi Nyaris Dihantam Satpol-PP

Menurutnya, survei batimetri memiliki peran strategis karena menjadi dasar dalam menilai kelayakan teknis lokasi yang akan digunakan sebagai titik labuh kapal perintis.

Data yang diperoleh Lajut Rosihan, akan menjadi acuan dalam penyusunan rekomendasi teknis sekaligus memastikan pelayanan transportasi laut dapat berlangsung secara aman, efektif, dan sesuai ketentuan pelayaran.

Tim Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Jailolo bersama PT Rayasurverindo Tirtasarana dan pemerintah desa setempat berfoto usai melakukan survei teknis di Pelabuhan Barataku, Kecamatan Loloda Tengah, Kabupaten Halmahera Barat. (Dok/Ist)

“Kami perlu memastikan bahwa posisi rencana labuh atau lego jangkar telah memenuhi standar keselamatan pelayaran. Karena itu, seluruh parameter teknis harus dikaji secara komprehensif, mulai dari kedalaman kolam pelabuhan, ruang putar kapal, kondisi arus, hingga karakteristik gelombang di perairan Pelabuhan Barataku,”katanya.

Ia menegaskan, aspek keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap pengembangan layanan transportasi laut, terutama pada wilayah yang belum memiliki fasilitas sandar permanen. Oleh sebab itu, seluruh proses perencanaan harus didasarkan pada data teknis yang akurat agar operasional kapal perintis tidak menimbulkan risiko terhadap keselamatan pelayaran maupun pengguna jasa.

Baca Juga :  Muscab IBI Halbar Fokus pada Kolaborasi, Kompetensi, dan Kualitas Pelayanan Bidan

“Hasil pengukuran batimetri ini nantinya akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi teknis mengenai titik labuh KM Sabuk Nusantara 35 di Pelabuhan Barataku. Rekomendasi tersebut akan menjadi bagian penting dalam melengkapi persyaratan administrasi maupun teknis sebelum layanan kapal perintis dapat direalisasikan,”jelasnya.

Rosihan berharap, Rencana pengoperasian KM Sabuk Nusantara 35 di Pelabuhan Barataku diharapkan dapat memperkuat konektivitas transportasi laut bagi masyarakat Loloda Tengah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses. Kehadiran layanan kapal perintis dinilai akan membuka akses mobilitas orang dan distribusi barang, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi serta pemerataan pembangunan di wilayah pesisir Halmahera Barat.

“Kami berharap seluruh tahapan teknis dapat berjalan sesuai rencana sehingga layanan KM Sabuk Nusantara 35 segera dapat diwujudkan. Kehadiran kapal perintis ini merupakan kebutuhan masyarakat, sehingga setiap proses harus dilaksanakan secara profesional dengan mengedepankan standar keselamatan pelayaran dan kepentingan pelayanan publik,”tutupnya.*(Ghe/Red)

Berita Terkait

Harapan 10 Desa di Loloda Tengah Mulai Terjawab, Pemda Usulkan Kapal Perintis
Respons Aksi Warga Loteng, Irene : Keselamatan Warga Jadi Prioritas, Trayek Kapal Akan Diperjuangkan
Hari Anak Nasional, Pokja I TP-PKK Halbar Gaungkan Gerakan Bersama Lindungi Anak
Terisolasi Bertahun-tahun, Warga Loloda Tengah Nekat Hadang Kapal Perintis Ditengah Gelombang Tinggi
Ketua Organda Halbar Buka Suara soal Video Viral di RS Jailolo: Akui Emosi, Bantah Intimidasi Dokter Secara Personal
DPRD Halbar Ketok Palu Dua Ranperda Strategis, Fokus Nelayan dan Pilkades Serentak
Emosi di IGD Berujung Laporan Polisi, Ketua Organda Halbar Diduga Caci dan Intimidasi Dokter
Polisi Pastikan Berkas AN Segera Dikirim ke Kejaksaan, Penahanan Bukan Syarat Pelimpahan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:08 WIB

UPP Jailolo Gandeng Konsultan Susun Titik Labuh KM Sabuk Nusantara 35 di Perairan Barataku

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:19 WIB

Harapan 10 Desa di Loloda Tengah Mulai Terjawab, Pemda Usulkan Kapal Perintis

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:04 WIB

Respons Aksi Warga Loteng, Irene : Keselamatan Warga Jadi Prioritas, Trayek Kapal Akan Diperjuangkan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:10 WIB

Hari Anak Nasional, Pokja I TP-PKK Halbar Gaungkan Gerakan Bersama Lindungi Anak

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:06 WIB

Terisolasi Bertahun-tahun, Warga Loloda Tengah Nekat Hadang Kapal Perintis Ditengah Gelombang Tinggi

Berita Terbaru

error: