terasmalut — Setelah dua tahun vakum (2024–2025), upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Loloda Tengah, Kabupaten Halmahera Barat, akhirnya kembali digelar pada Senin (17/8/2026). Berpusat di Lapangan Barataku, momen bersejarah ini berlangsung khidmat dan diwarnai isak tangis haru dari warga yang rindu akan atmosfer kemerdekaan.
Keberhasilan ini terbilang luar biasa mengingat persiapan yang sangat singkat. Camat Loloda Tengah, Suparto Lansib, tercatat baru bertugas selama 36 hari kerja sejak dilantik pada 24 Juni 2026 lalu. Namun, dalam waktu singkat, ia langsung bergerak cepat membentuk Panitia Hari Besar Nasional (PHBN).
“Waktu kami sangat terbatas, namun kerinduan masyarakat yang mendalam akan upacara 17 Agustus menjadi bahan bakar utama kami. Ini adalah kerja keras bersama antara pemerintah kecamatan, TNI-Polri, PHBN, dan seluruh elemen warga yang bahu-membahu menyukseskan acara,” ujar Camat Loloda Tengah, Suparto Lansib, saat ditemui usai upacara.
Antusiasme warga tidak surut meski harus berhadapan dengan tantangan geografis yang berat. Sejak pagi buta, delegasi dari berbagai desa, dewan guru, hingga pelajar berbondong-bondong menuju ibu kota kecamatan. Mereka rela menempuh jalur darat dan laut yang ekstrem demi bisa memberikan penghormatan kepada bendera Merah Putih.
Momen paling menyentuh perhatian terjadi saat pengibaran bendera. Secara mengejutkan, Camat Suparto mengambil keputusan berani dengan memercayakan posisi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) kepada siswi tingkat SMP, sebuah langkah tidak biasa untuk upacara tingkat kecamatan.
Tugas krusial ini diemban oleh siswi SMP Negeri 26 Halmahera Barat, yakni Norvria Silianti Doteuwa sebagai pembawa bendera, serta Gerlin Ipah dan Meylina Sintia Eklesia Kaluase sebagai pengapit. Pengambilan keputusan ini sempat memicu keraguan dari beberapa tokoh masyarakat.
Namun, keraguan itu sirna ketika ketiga siswi tersebut sukses mengibarkan Sang Merah Putih dengan kedisiplinan tinggi. Keberhasilan ini membuat suasana lapangan Barataku seketika banjir air mata haru dari para peserta upacara.
“Awalnya kami sempat ragu karena mereka masih anak SMP. Namun, melihat ketegasan langkah kaki dan keberhasilan mereka mengibarkan bendera tanpa cela, saya tidak bisa menahan air mata. Kami semua sangat bangga,” ungkap Kristofel Sakalati, anggota DPRD Kabupaten Halmahera Barat yang juga bertindak sebagai pembaca teks Proklamasi.
Upacara ini juga dihadiri oleh perwakilan Kapolsek Loloda Tengah AIPDA Yosep Buasimbong, perwakilan Danramil Serda Julius, serta jajaran kepala desa dan tokoh adat. AIPDA Ajam Adhan bertugas sebagai Perwira Upacara, BRIGPOL Yonly Sero sebagai Komandan Upacara, dan doa dipimpin oleh Pendeta Alpius Leki.
Tidak sekadar seremonial, momentum ini juga diisi dengan aksi nyata berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang diinisiasi oleh Puskesmas Barataku di sekitar area lapangan.
Kemeriahan berlanjut dengan berbagai lomba tradisional seperti gerak jalan indah tingkat sekolah, gerak jalan Poco-Poco, hingga penampilan tarian kolosal Cakalele. Rangkaian acara ditutup dengan malam ramah tamah dan pesta rakyat.
Pada malam puncak tersebut, Camat Suparto Lansib dianugerahi penghormatan tinggi dengan mengenakan pakaian adat Loloda. Ia juga menjalani prosesi adat cuci kaki menggunakan tanduk, sebuah simbol sakral penerimaan penuh dan kedekatan emosional masyarakat Loloda terhadap pemimpinnya.
Peringatan HUT ke-81 RI di Loloda Tengah tahun 2026 ini bukan sekadar upacara formalitas. Dari Lapangan Barataku, momentum ini berhasil membangkitkan kembali rasa persatuan, kebanggaan, dan semangat kemerdekaan yang sempat meredup selama dua tahun terakhir.*(Ghe/Red)














