Kades Peot Diduga Gelapkan Dana Desa Sebesar Rp.200 Juta Lebih

- Jurnalis

Kamis, 4 Agustus 2022 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi dugaan korupsi Dana Desa

Foto Ilustrasi dugaan korupsi Dana Desa

JAILOLO, defactonews.co – Kepala Desa Peot, Kecamatan Sahu Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Wandra Do Ismail, diduga menggelapkan dana desa tahun anggaran 2020.

Dugaan penggelapan dana desa tersebut terungkap, setelah tiang listrik yang terpasang di desa peot tiba-tiba dicabut oleh karyawan PT. Markindo Anugerah Citra Pratama yang merupakan mitra kerja itu sebanyak sembilan unit.

Ketua BPD Desa Peot, Desis Lalas keada defactonews.co, Rabu (03/08/22) menyampaikan, sebagaimana dengan laporan realisasi pemerintah desa terhadap BPD pada tahun 2020, bahwa anggaran lampu jalan sebesar Rp.357.000.000 itu telah direalisasikan.

“Laporan realisasi Kades kepada BPD pada tahun 2020 untuk anggaran lampu jalan (belanja tiang listrik) sebanyak 14 unit itu sudah selesai. Namun berjalannya waktu, tepat di hari kamis (28/07/22) kemarin, itu dari pihak ketiga PT. Markindo Anugerah Citra Pratama datang lalu mencabut tiang listrik yang sudah ditanam sebanyak sembilan unit,”ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Halbar James Uang Sampaikan Permohonan Maaf ke Pihak Unkhair

Dikatakan Desis, Padahal dalam laporan pemerintah desa hal tersebut sudah direalisasikan tetapi tiba-tiba dicabut oleh pihak ketiga. Oleh sebabnya ia menduga ada penyelewengan DD yang sengaja dilakukan oleh kepala desa.

“Kepala desa melaporkan ke BPD untuk anggaran lampu jalan sudah terealisasi, tetapi kenapa pihak ketiga datang lalu mencabut tiang listrik yang sudah terpasang dengan alasan karena kades tidak melakukan pembayar kepada pihak ketiga lantas yang sudah direalisasikan apanya,”kata Desis

Setelah pencabutan tiang listrik oleh pihak ketiga, Sambung Desis. bahwa BPD kembali melakukan rapat dengan kepala desa, dan ternyata Kepala Desa mengakui bahwa memang tiang listrik yang dicabut itu belum dibayar.

“Jadi, setelah kita melakukan rapat antara BPD dan Kepala desa pada Senin (01/08/22). barulah diakui oleh kepala desa bahwa memang tiang listrik sebanyak sembilan unit itu belum dibayar,”bebernya.

Baca Juga :  Mantan Manager PT. SAI Penipu di Halbar Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara

Ia menyebut, Dari sembilan unit kalau diikuti sesuai RAB maka per unit itu dikenakan harga sebesar Rp.25.500.000,- jika dikalikan sembilan unit maka terdapat sebanyak Rp.229.500.000,- yang tidak terbayarkan.

“Anggaran untuk sembilan unit sebanyak itu dikemanakan selama tiga tahun berjalan,”sesal Desis.

Desis juga menyebut, Merasa tidak puas dengan kinerja kades karena ada dugaan korupsi, Sehingga pihaknya menyurati Inspektorat, DPMPD serta DPRD komisi I untuk dapat diusut secara tuntas.

“Selaku Ketua BPD, kami merasa tidak puas dengan kinerja kepala desa. Sehingga kami sudah menyurat ke inspektorat, DPMPD, dan DPRD Komisi I, agar hal ini segera diusut tuntas. sebab kami menduga ada dugaan korupsi,”tegasnya.

“Saya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat desa peot agar tidak terpancing degan isu-isu liar, kita menunggu saja audit dari inspektorat terkait masalah ini,”tandasnya.

 

Penulis : Tim
Editor   : Redaksi

Berita Terkait

Nama Pangkalan Dicoret Sepihak dan Tanpa Alasan, Kuasa Hukum Somasi Disperindagkop dan Agen
Kontroversi “Mens Rea” Pandji, Polisi Dalami Dugaan Penghasutan
Kasus Kuota Haji 2024, PBNU Lepas Tangan dari Status Tersangka Yaqut
Disdikbud Halbar Tegaskan Tidak Ada Pelanggaran dalam Proyek DAK Pendidikan
Janji Palsu Berujung Penipuan, Kerugian Korban Capai Rp 10 Miliar
Kontroversi Politik Hukum: DPR Setujui Abolisi Tom Lembong dan Amnesti Hasto Kristiyanto
BBM Bersubsidi di Halbar Terkepung Skandal – Pansus DPRD Siap Bongkar Jaringan Gelap!
Oknum Anggota DPRD Morotai Bersama Adik Kandungnya Ditetapkan Tersangka Usai Keroyok Mus D Jalil
Berita ini 127 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:38 WIB

Nama Pangkalan Dicoret Sepihak dan Tanpa Alasan, Kuasa Hukum Somasi Disperindagkop dan Agen

Jumat, 9 Januari 2026 - 22:31 WIB

Kontroversi “Mens Rea” Pandji, Polisi Dalami Dugaan Penghasutan

Jumat, 9 Januari 2026 - 22:20 WIB

Kasus Kuota Haji 2024, PBNU Lepas Tangan dari Status Tersangka Yaqut

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:07 WIB

Disdikbud Halbar Tegaskan Tidak Ada Pelanggaran dalam Proyek DAK Pendidikan

Rabu, 27 Agustus 2025 - 13:37 WIB

Janji Palsu Berujung Penipuan, Kerugian Korban Capai Rp 10 Miliar

Berita Terbaru

Kepala Inspektorat Halmahera Barat, Reinhard Bunga (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Akhir Januari, BPK Mulai Bidik LKPD Halbar 2025

Rabu, 21 Jan 2026 - 11:15 WIB

Rapat Koordinasi Pemerintah Provinsi Maluku Utara dengan Balai Cipta Karya (CK) Kementerian PUPR. (Dok/Ist)

Maluku Utara

Pemprov Malut–Balai CK Sinergi Tangani Krisis Air Bersih Tolofuo

Jumat, 16 Jan 2026 - 18:39 WIB

Tampak Warga Desa Tolofuo terpaksa harus mengambil air bersih di Desa Tolofuo demi bisa bertahan hidup (Dok/Wrg)

Halmahera Barat

Air Bersih Tak Mengalir, Janji Pemerintah Halbar Ikut Mandek

Jumat, 16 Jan 2026 - 17:46 WIB

error: