FTJ 2026 Dirangkaikan Tabligh Akbar dan Doa Bersama Sambut 1 Muharram 1448 H

Kegiatan di Desa Dodinga ditegaskan sebagai penguatan nilai spiritual dan kebersamaan, sekaligus pencanangan Kampung Wallace

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

terasmalut — Berbeda dari tahun sebelumnya, Festival Teluk Jailolo (FTJ) 2026 dirangkaikan dengan Tabligh Akbar dan Doa Bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram. FTJ ke-17 ini diselenggarakan di Desa Dodinga, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, dengan mengusung tema “Cultural Heritage Collaboration for Upscale Tourism”.

Festival Teluk Jailolo juga merupakan bagian dari Kharisma Event Nasional (KEN) Kementerian Pariwisata. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Desa Dodinga, yang pada momentum tersebut sekaligus dicanangkan sebagai Kampung Wallace, yakni kawasan wisata edukatif berbasis sejarah, ilmu pengetahuan, budaya, serta konservasi lingkungan.

Kegiatan Tabligh dan Doa Bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H pada Festival Teluk Jailolo 2026 menghadirkan penceramah KH. M. Rusli Amin, serta penampilan pelantun qasidah “Bang-Bang”, Nurwahida M. Djae, dan pelantun qasidah “Cinta Itola” Rajilun Muksin.

Bupati Halmahera Barat, James Uang dalam sambutannya pada malam doa bersama yang dibacakan Staf Ahli Pemkab Halbar Bidang Hukum dan Politik, Hi. Imrat Idrus, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial menjelang pelaksanaan festival, tetapi juga merupakan momentum untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, persaudaraan, dan kebersamaan masyarakat.

Menurutnya, doa bersama menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur atas berbagai anugerah yang dimiliki daerah, sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.

“Festival bukan hanya menjadi ajang hiburan dan promosi pariwisata, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, persaudaraan, kebersamaan, serta rasa syukur atas segala anugerah yang diberikan Tuhan kepada daerah yang kita cintai ini,” ujar Bupati.

Ia menjelaskan, pelaksanaan doa bersama memiliki makna strategis karena menjadi ikhtiar kolektif masyarakat dalam memohon kelancaran seluruh rangkaian kegiatan Festival Teluk Jailolo.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk memperkuat semangat persatuan serta menjaga stabilitas sosial yang menjadi fondasi penting dalam pembangunan daerah.

“Melalui doa bersama ini, kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar pelaksanaan Festival Teluk Jailolo dapat berjalan dengan aman, lancar, sukses, dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Halmahera Barat. Kita juga berdoa agar daerah kita senantiasa diberikan kedamaian, kemajuan, kesejahteraan, dan dijauhkan dari segala bentuk bencana maupun perpecahan,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati menilai Festival Teluk Jailolo merupakan salah satu identitas daerah yang memiliki peran penting dalam memperkenalkan potensi Halmahera Barat kepada publik yang lebih luas. Festival tersebut menjadi media promosi yang mengintegrasikan kekayaan budaya, keindahan alam, serta keramahan masyarakat sebagai daya tarik utama pengembangan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.

“Festival Teluk Jailolo merupakan kebanggaan masyarakat Halmahera Barat. FTJ adalah wadah untuk memperkenalkan kekayaan budaya, keindahan alam, serta keramahan masyarakat kita kepada dunia. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang baik, menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban selama kegiatan berlangsung,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus memelihara semangat persatuan, gotong royong, dan toleransi sebagai modal sosial dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Halmahera Barat harus menjadi kekuatan yang mampu mendorong terciptanya daerah yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga doa-doa serta Dzikir yang kita panjatkan malam ini dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan membawa keberkahan bagi daerah serta seluruh masyarakat Halmahera Barat,”pungkasnya.*(Ghe/Red).

Berita Terkait

UPP Jailolo Gandeng Konsultan Susun Titik Labuh KM Sabuk Nusantara 35 di Perairan Barataku
Harapan 10 Desa di Loloda Tengah Mulai Terjawab, Pemda Usulkan Kapal Perintis
Hari Anak Nasional, Pokja I TP-PKK Halbar Gaungkan Gerakan Bersama Lindungi Anak
Terisolasi Bertahun-tahun, Warga Loloda Tengah Nekat Hadang Kapal Perintis Ditengah Gelombang Tinggi
Ketua Organda Halbar Buka Suara soal Video Viral di RS Jailolo: Akui Emosi, Bantah Intimidasi Dokter Secara Personal
DPRD Halbar Ketok Palu Dua Ranperda Strategis, Fokus Nelayan dan Pilkades Serentak
Emosi di IGD Berujung Laporan Polisi, Ketua Organda Halbar Diduga Caci dan Intimidasi Dokter
Polisi Pastikan Berkas AN Segera Dikirim ke Kejaksaan, Penahanan Bukan Syarat Pelimpahan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:08 WIB

UPP Jailolo Gandeng Konsultan Susun Titik Labuh KM Sabuk Nusantara 35 di Perairan Barataku

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:19 WIB

Harapan 10 Desa di Loloda Tengah Mulai Terjawab, Pemda Usulkan Kapal Perintis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:10 WIB

Hari Anak Nasional, Pokja I TP-PKK Halbar Gaungkan Gerakan Bersama Lindungi Anak

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:06 WIB

Terisolasi Bertahun-tahun, Warga Loloda Tengah Nekat Hadang Kapal Perintis Ditengah Gelombang Tinggi

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:37 WIB

DPRD Halbar Ketok Palu Dua Ranperda Strategis, Fokus Nelayan dan Pilkades Serentak

Berita Terbaru

error: