Masri Hamja : Frangky Luang perlu dikasihani

Kritik Harus Berbasis Argumentasi Akademis, Bukan Provokasi yang Berpotensi Mengganggu Iklim Investasi

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masri Hamja, Staf Khusus Bupati Halmahera Barat Bidang Komunikasi dan Informasi Publik (Dok/Ist)

Masri Hamja, Staf Khusus Bupati Halmahera Barat Bidang Komunikasi dan Informasi Publik (Dok/Ist)

 

terasmalut — Staf Khusus Bupati Halmahera Barat Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Masri Hamja, menanggapi pernyataan Frangky Luang terkait penolakan investasi di kawasan Talaga Rano.

Masri menilai pernyataan Frangky tidak mencerminkan edukasi publik yang konstruktif, terutama mengingat kapasitasnya sebagai mantan legislator dan praktisi hukum.

“Pernyataan tersebut tidak mendidik publik. Media adalah fasilitas publik dan bagian dari pilar demokrasi, sehingga tidak seharusnya digunakan sebagai alat provokasi,”ujar Masri.

Ia menegaskan, pengalaman Frangky di dunia pemerintahan dan hukum seharusnya menjadi landasan untuk menyampaikan pandangan yang mencerahkan, bukan sebaliknya memicu keresahan atau potensi kebencian terhadap pemerintah daerah.

Lebih lanjut, Masri menyarankan agar kritik yang disampaikan oleh Frangky disesuaikan dengan kapasitas intelektual dan disampaikan secara terukur.

Baca Juga :  Asyik ! Warga Halbar yang Ingin ke GraPARI Tak Perlu Keluar Daerah

“Sebagai praktisi hukum dan mantan legislator, seharusnya beliau berbicara berdasarkan kerangka berpikir yang jelas, argumentatif, dan terukur secara akademis. Dengan begitu, kritik yang disampaikan dapat memberikan pendidikan kepada masyarakat,”katanya.

Masri juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas daerah, terutama dalam kaitannya dengan kehadiran investor seperti PT Ormat Geothermal yang direncanakan beroperasi di wilayah tersebut.

Menurutnya, stabilitas sosial dan politik menjadi faktor utama yang dipertimbangkan investor sebelum menanamkan modal.

“Investor sangat membutuhkan jaminan kondusivitas. Jika ruang publik dipenuhi dengan narasi provokatif, maka bukan tidak mungkin investor akan enggan masuk. Ini tentu akan merugikan daerah,”tegasnya.

Di sisi lain, Masri menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat di bawah kepemimpinan James Uang dan Djufri Muhammad tetap terbuka terhadap kritik masyarakat.

Baca Juga :  Akademisi Tegaskan Haji Robert Tidak Perparah Trauma Masyarakat Dengan Investasi Politik di Halbar

Namun, ia mengingatkan bahwa kritik yang disampaikan harus memiliki substansi yang jelas dan dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.

“Kritik itu penting sebagai kontrol, tetapi harus memiliki poin dan isi yang jelas. Kritik yang berkualitas akan menjadi referensi dalam proses pengambilan keputusan,” ujarnya.

Masri menilai, pola komunikasi yang cenderung emosional dan tidak berbasis data justru berpotensi menciptakan kegaduhan serta menjadi preseden buruk bagi iklim demokrasi dan pembangunan daerah.

“Seorang intelektual seharusnya mengedepankan pendekatan ilmiah, dialogis, serta membangun kesepahaman bersama. Bukan dengan dorongan emosional atau narasi yang tidak berdasar,”pungkasnya.*(Ghe/Red)

 

Berita Terkait

Hikayat : Penolakan Investasi Harus Berbasis Kajian, Halbar Butuh Gagasan Bukan Retorika Kosong
Marianto Mayau Dinilai Sesat dan keliru Memahami Substansi Penjelasan Bupati Halbar
Bupati Halbar “Blak-blakan” di DPR RI: Infrastruktur Jadi Penghambat Utama
Kadisdik Halbar : Jangan Salah Kaprah, TKA Bukan Program Wajib
Fasilitas Minim, Siswa SD Halbar Ujian “Nebeng” Sekolah Lain
Kloter 13 Halbar Siap Dilepas, Pemda Halbar Pastikan Semua Persiapan Matang
Imelda Tude: Jangan Salah Alamatkan Dugaan Kasus Pinjaman Halbar
KAHMI Halbar Luruskan Isu Utang Daerah, Singgung Dugaan Kepentingan di Baliknya
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 21:19 WIB

Hikayat : Penolakan Investasi Harus Berbasis Kajian, Halbar Butuh Gagasan Bukan Retorika Kosong

Sabtu, 25 April 2026 - 20:52 WIB

Masri Hamja : Frangky Luang perlu dikasihani

Jumat, 24 April 2026 - 08:52 WIB

Marianto Mayau Dinilai Sesat dan keliru Memahami Substansi Penjelasan Bupati Halbar

Rabu, 22 April 2026 - 18:44 WIB

Bupati Halbar “Blak-blakan” di DPR RI: Infrastruktur Jadi Penghambat Utama

Rabu, 22 April 2026 - 18:08 WIB

Kadisdik Halbar : Jangan Salah Kaprah, TKA Bukan Program Wajib

Berita Terbaru

Masri Hamja, Staf Khusus Bupati Halmahera Barat Bidang Komunikasi dan Informasi Publik (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Masri Hamja : Frangky Luang perlu dikasihani

Sabtu, 25 Apr 2026 - 20:52 WIB

Kepala Disdikbud Halbar, Rosbery Uang (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Kadisdik Halbar : Jangan Salah Kaprah, TKA Bukan Program Wajib

Rabu, 22 Apr 2026 - 18:08 WIB

error: