Reses di Ibu, Meri Popala Serap Aspirasi Petani soal Kebutuhan yang Mendesak

Meri Popala memastikan seluruh usulan petani dicatat dan akan diteruskan kepada perangkat daerah untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2026 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Meri Popala, bersama kelompok tani dan peserta reses berfoto bersama usai kegiatan reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 di Desa Tongute Sungi, Kecamatan Ibu, Halmahera Barat, Jumat (25/9/2026)

Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Meri Popala, bersama kelompok tani dan peserta reses berfoto bersama usai kegiatan reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 di Desa Tongute Sungi, Kecamatan Ibu, Halmahera Barat, Jumat (25/9/2026)

terasmalut — Keterbatasan sarana produksi dan dukungan pertanian menjadi perhatian utama dalam reses Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Meri Popala, di Desa Tongute Sungi, Kecamatan Ibu, Halmahera Barat, Jumat (25/9/2026). Sejumlah kelompok tani memanfaatkan agenda tersebut untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan yang dinilai penting dalam meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

Reses tersebut digelar di Desa Tongute Sungi, Kecamatan Ibu, Jumat (25/9/2026), dengan melibatkan kelompok tani dari sejumlah desa, yakni Tongute Sungi, Tongute Goin, Soanama Sungi, Akeboso, dan Naga. Kegiatan tersebut turut dihadiri para penyuluh pertanian.

Dalam agenda itu, Meri Popala menyerahkan bantuan berupa pupuk perkebunan dan bibit kepada kelompok tani. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang aktivitas produksi sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

“Bibit dan pupuk yang sudah diserahkan ini agar dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga bisa menunjang produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,”ujar Meri.

Baca Juga :  Fraksi Nasdem Setujui Pembentukan Pansus Ungkap Kelangkaan Minyak Tanah di Halbar

Di sisi lain, pertemuan tersebut juga menjadi ruang bagi petani untuk menyampaikan sejumlah persoalan yang masih dihadapi di lapangan. Salah satu aspirasi yang mengemuka berkaitan dengan terbatasnya ketersediaan pupuk bersubsidi di Kecamatan Ibu.

Para petani mengusulkan adanya penambahan pemasok maupun kios pupuk bersubsidi sehingga distribusi sarana produksi dapat menjangkau kebutuhan petani secara lebih merata dan mudah diakses.

Tak hanya persoalan pupuk, kelompok tani turut menyoroti perlunya penguatan pendampingan pertanian. Mereka berharap tenaga penyuluh dapat lebih intensif mendampingi petani, terutama dalam mendukung pengelolaan usaha tani dan peningkatan produktivitas di lapangan.

Kebutuhan terhadap alat dan mesin pertanian juga menjadi bagian dari aspirasi yang disampaikan. Petani mengusulkan dukungan berupa traktor serta sejumlah fasilitas penunjang lainnya yang dinilai masih terbatas untuk menunjang kegiatan produksi.

“Kami berharap Ibu Dewan dapat membantu mencarikan solusi atas berbagai keterbatasan fasilitas pertanian yang kami hadapi,” ungkap salah satu perwakilan kelompok tani.

Baca Juga :  Dari Kesehatan-Infrastruktur Hingga BBM, Aspirasi Warga Loloda Mengemuka di Reses Meri Popala

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Meri Popala menyatakan akan mendorong penyediaan kios pupuk di Kecamatan Ibu. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan petani di Kecamatan Ibu, tetapi juga dapat mendukung akses pupuk bagi masyarakat di Kecamatan Ibu Selatan dan Ibu Utara.

Menurut dia, penguatan akses terhadap sarana produksi menjadi salah satu hal penting yang perlu mendapat perhatian agar kegiatan pertanian masyarakat dapat berkembang secara lebih optimal.

Meri juga memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan dalam kegiatan reses telah dicatat sebagai bahan tindak lanjut bersama dinas terkait sesuai dengan kewenangan masing-masing.

“Semua usulan akan disampaikan kepada dinas terkait untuk ditindaklanjuti. Reses ini menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya kelompok tani, untuk menyampaikan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi sekaligus membuka peluang tindak lanjut melalui kebijakan dan program pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi,”pungkasnya.*(Ghe/Red).

Berita Terkait

Pokja IV TP-PKK Halbar Dorong Desa Awer Perkuat Kesadaran Kesehatan Lingkungan
Sarana Pertanian Jadi Aspirasi Utama Dalam Reses Meri Popala 
Paripurna DPRD Halbar, Bupati James Uang Tekankan APBD Harus Berorientasi Manfaat
Sambut Baik KNMP, Bupati Halbar Bersama KKP Verifikasi Tiga Lokasi Pembangunan
Pengurus Baru Dilantik, ORARI Halmahera Barat Bidik Sistem Komunikasi Kebencanaan yang Andal
Pemkab Halbar Pulihkan Hubungan Domato-Dehe, Aparat Siapkan Penarikan Pasukan
Dalami Strategi Pengembangan Potensi Desa, Kades Gamici Ikuti Benchmarking di Tiongkok
Dukungan UPP Tobelo Buka Peluang Sabuk Nusantara 35 Masuk Barataku
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 20:29 WIB

Reses di Ibu, Meri Popala Serap Aspirasi Petani soal Kebutuhan yang Mendesak

Sabtu, 26 September 2026 - 09:28 WIB

Pokja IV TP-PKK Halbar Dorong Desa Awer Perkuat Kesadaran Kesehatan Lingkungan

Sabtu, 26 September 2026 - 06:51 WIB

Sarana Pertanian Jadi Aspirasi Utama Dalam Reses Meri Popala 

Jumat, 25 September 2026 - 17:13 WIB

Paripurna DPRD Halbar, Bupati James Uang Tekankan APBD Harus Berorientasi Manfaat

Kamis, 24 September 2026 - 21:19 WIB

Sambut Baik KNMP, Bupati Halbar Bersama KKP Verifikasi Tiga Lokasi Pembangunan

Berita Terbaru

error: