Pemkab Halbar Pulihkan Hubungan Domato-Dehe, Aparat Siapkan Penarikan Pasukan

Deklarasi damai menjadi dasar pemulihan situasi keamanan di Kecamatan Jailolo Selatan

- Jurnalis

Rabu, 23 September 2026 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Halmahera Barat, James Uang didampingi Dandim 1501/Ternate Kolonel Inf. Jani Setiadi dan Plt. Kapolres Halmahera Barat, AKBP Muhammad Musni (Dok/Ist)

Bupati Halmahera Barat, James Uang didampingi Dandim 1501/Ternate Kolonel Inf. Jani Setiadi dan Plt. Kapolres Halmahera Barat, AKBP Muhammad Musni (Dok/Ist)

terasmalut — Rekonsiliasi pascaperselisihan antara masyarakat Desa Domato dan Desa Sidangoli Dehe, Kecamatan Jailolo Selatan, mulai diwujudkan melalui deklarasi damai yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat. Langkah tersebut diarahkan untuk mengakhiri ketegangan sekaligus memperkuat kembali hubungan sosial kedua komunitas.

Mengangkat tema “Bersatu Dalam Keberagaman, Bersama Menjaga Kedamaian”, deklarasi tersebut digelar di Mako Brimob Batalyon C Pelopor, Kecamatan Jailolo Selatan, Rabu (23/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat rekonsiliasi dan membangun kembali hubungan sosial masyarakat setelah terjadinya perselisihan.

Prosesi deklarasi dihadiri Bupati Halmahera Barat James Uang, Sekretaris Daerah Julius Marau, Kapolres Halmahera Barat, Dandim 1501/Ternate, jajaran staf ahli serta pimpinan organisasi perangkat daerah. Hadir pula para kepala desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga dari Desa Domato dan Desa Sidangoli Dehe.

Bupati Halmahera Barat, James Uang, turun langsung memediasi kedua belah pihak sejak sore kemarin sebelum deklarasi. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada masyarakat kedua desa yang memiliki komitmen kuat untuk mengakhiri ketegangan.

Baca Juga :  Gempa 5,6 M Perparah Kerusakan Dermaga Bataka, Kini Tak Lagi Layak Digunakan

“Kita coba mengajak masyarakat dua desa ini agar kembali membangun persaudaraan seperti sedia kala, ternyata mereka itu punya kerinduan harus berdamai,”ujar James.

James menegaskan bahwa situasi yang tidak kondusif sangat memukul perekonomian warga, termasuk para pedagang yang sempat dilingkupi rasa takut saat beraktivitas. Jika dibiarkan, dampak konflik ini dinilai bisa meluas ke seluruh wilayah Jailolo Selatan hingga Halmahera Barat.

James juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI/Polri, khususnya Dandim dan Kapolres, yang bersiaga tanpa kenal lelah di lokasi demi mencegah bentrokan susulan. Terkait kerugian materiil, Pemda berkomitmen penuh untuk bertanggung jawab.

Proses Rekonsiliasi yang difasilitasi oleh pemerintah daerah kabupaten Halmahera Barat (Dok/Ist)

“Pemda akan berupaya menginventarisir dan memvalidasi semua kerusakan. Langkah-langkah ke depan akan dilakukan dengan baik sehingga masyarakat yang jadi korban bisa kita atasi. Tentunya itu menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,”tambahnya.

Menariknya, usai deklarasi ini, James menyampaikan perwakilan masyarakat kedua desa mengusulkan agenda makan bersama sebagai simbol rekonsiliasi. Dirinya berharap momen tersebut menjadi titik awal kembalinya kehidupan yang rukun tanpa konflik di masa depan.

Baca Juga :  Pemkab Halbar Hibahkan Aset Pelabuhan Jailolo ke UPP untuk Optimalisasi Pengembangan

Di sisi lain, Plt Kapolres Halmahera Barat, AKBP Muhammad Musni, menyambut baik deklarasi ini sebagai wujud nyata keinginan warga untuk berdamai. Dengan pulihnya situasi, pihak kepolisian berencana menarik pasukan pengamanan.

“Secepatnya 200 personel ini kita akan tarik, karena masih banyak tugas-tugas lain yang harus kita selesaikan,”kata Muhammad Musni.

Senada dengan Kapolres, Komandan Kodim (Dandim) 1501/Ternate, Kolonel Inf. Jani Setiadi, memastikan bahwa kondisi di lapangan kini sudah aman terkendali tanpa adanya korban jiwa, berkat sinergi ketat antara TNI, Polres, dan Brimob.

“Semangat yang kita usung adalah kita kedepankan perdamaian sebagai pondasi. Permasalahan yang kemarin masih mengganjal akan diselesaikan atas nama kedamaian, baru kita fokus pada kemajuan pembangunan di dua desa,”pungkasnya.*(Ghe/Red)

Berita Terkait

Dukungan UPP Tobelo Buka Peluang Sabuk Nusantara 35 Masuk Barataku
Pemkab Halbar, UPP Jailolo dan Disnav Ambon Mulai Kaji Alur Kapal Perintis di Loteng
Pemkab Halbar Hibahkan Aset Pelabuhan Jailolo ke UPP untuk Optimalisasi Pengembangan
Bupati James Uang Apresiasi Dukungan Pemerintah Pusat untuk Pengembangan Jagung di Halbar
Jailolo Front Diproyeksikan Perkuat Wajah dan Ekonomi Ibu Kota Halbar
Cegah Kekerasan Sejak Dini, Pokja I TP-PKK Halbar Sasar Lingkungan Sekolah
25 Tahun Paroki Santo Fransiskus Xaverius Jailolo, Dari Perjalanan Iman hingga Pengabdian Sosial
Grelhia Lovelly Bau Bau Bawa Nama Halbar Tembus 9 Besar Nasional Lomba Pidato AHY Muda
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 21:39 WIB

Pemkab Halbar Pulihkan Hubungan Domato-Dehe, Aparat Siapkan Penarikan Pasukan

Senin, 21 September 2026 - 19:32 WIB

Dukungan UPP Tobelo Buka Peluang Sabuk Nusantara 35 Masuk Barataku

Minggu, 20 September 2026 - 17:40 WIB

Pemkab Halbar, UPP Jailolo dan Disnav Ambon Mulai Kaji Alur Kapal Perintis di Loteng

Selasa, 15 September 2026 - 09:51 WIB

Bupati James Uang Apresiasi Dukungan Pemerintah Pusat untuk Pengembangan Jagung di Halbar

Senin, 14 September 2026 - 12:24 WIB

Jailolo Front Diproyeksikan Perkuat Wajah dan Ekonomi Ibu Kota Halbar

Berita Terbaru

error: