Pemda Halbar Siap Evakuasi Ribuan Warga Enam Desa di Kecamatan Tabaru

- Jurnalis

Jumat, 17 Januari 2025 - 23:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Halmahera Barat, James Uang saat memberikan keterangan pers Erupsi Gunung Ibu (Dok/terasmalut)

Bupati Halmahera Barat, James Uang saat memberikan keterangan pers Erupsi Gunung Ibu (Dok/terasmalut)

 

terasmalut — Pemerintah Kabupaten Pemkab Halmahera Barat menargetkan 2900 warga enam desa terdampak erupsi gunung Ibu dievakuasi dalam dua hari.

Bupati James Uang usai melaksanakan Rapat Evakuasi Pengungsi Gunung Ibu di Aula Rapat Ruang Bupati Jumat (17/01) tadi mengatakan, intinya rapat tadi menyikapi erupsi Gunung Ibu berdasarkan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) itu berada di Level empat.

“Pada level empat ini maka berdasarkan rekomendasi tersebut ada enam desa berada pada radius 6 Kilometer harus dievakuasi atau dikosongkan,”ujarnya.

James mengaku, warga harus segera dibawa ke tempat pengungsian sehingga dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi bagi masyarakat yang berada di enam desa diantaranya dari Sangaji Nyeku, Soa Sangaji, Tuguis, Tugureba Sungi, Borona dan Todoke kecamatan Tabaru.

“Penduduk dari enam desa ini yang harus dievakuasi karena mereka berada di radius 5 sampai 6 Kilometer yang direkomendasikan untuk dikosongkan sementara,”jelasnya.

Menurutnya, untuk jumlah penduduk di enam desa itu, Camat dan Enam Kepala desa hari ini harus bisa pastikan berapa jumlah penduduk yang berada di enam desa tersebut.

Baca Juga :  DPRD Halmahera Barat Gelar Paripurna Ranperda Perubahan APBD 2025

“Dalam dua hari Sampai besok evakuasi ini berjalan maka kurang lebih 2900 jumlah yang warga yang bakal kita evakuasi,”katanya

Ia menyebutkan, rapat yang digelar tadi membicarakan semua teknis, sehingga mulai hari ini ada aksen di lapangan menyiapkan MCK, sanitasi dan tempat pengungsian dan segala fasilitasnya.

“Kami sebisa mungkin untuk persiapkan dengan baik sehingga masyarakat yang mengungsi sekalipun tidak senyaman dirumah paling tidak kita meminimalisir ruang-ruang untuk para pengungsi,”tuturnya.

James mengaku, baru satu desa yang baru bersedia untuk diungsikan sementara 5 desa lainnya masih ingin bertahan dirumah.

“Kita juga sudah bicarakan hal itu ada enam kepala desa kemudian ada pimpinan jemaat juga sama-sama kita edukasi mereka untuk dievakuasi,”ucapnya.

Menurut, mantan Anggota DPRD Halbar Tiga Periode ini, penduduk kadang tidak memahami situasi ini jadi butuh adanya edukasi supaya mau untuk diungsikan demi aman dan keselamatan.

Sementara, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati pihaknya mengaku kehadiran Pemerintah Pusat menjadi penting untuk melakukan pendampingan yang sudah melaksanakan hal ini dalam fase kedaruratan.

Baca Juga :  Peringati Hari Pahlawan, Kesbangpol Halbar Gelar Lomba Pidato di Pantai Lapasi

“Kami yakin karena pembelajaran tahun lalu berjalan bagus dan optimal kini kami hadir memastikan kesenjangan-kesenjangan yang terjadi sesegera mungkin selesai,”cetusnya.

Menurut, Raditya Prioritas menjadi sangat penting yang disampaikan oleh Bupati  menjadi tugas bersama masyarakat yang paham.

“Yang terpenting juga disini media juga menjadi literasi untuk masyarakat yang terdampak sehingga teredukasi untuk menyelamatkan diri ke tempat yang aman,”ucapnya.

“Jadi mulai hari ini hingga besok untuk dilakukan evakuasi dan pastikan pengungsi berada di zona yang aman, kami dari Pemerintah Pusat terus berkoordinasi dengan kementerian dan juga lembaga lain,”katanya.

Dirinya mengaku, sementara ini pihaknya melihat kesiapan Pemerintah Daerah dengan bagus dan melihat perkembangan serta evaluasi setiap hari pastikan semua berjalan bagus dan optimal demi keselamatan masyarakat.

Komandan Posko Tanggap Darurat Penanganan Gunung Api Ib Kolonel Arm Adietya Yuni Nurtono, mengaku, pihaknya sudah kerahkan 260 Personil, Satpol-PP dan juga tenaga kesehatan di lokasi untuk menyiapkan evakuasi masyarakat kemarin kurang lebih satu desa yang dievakuasi.

“Kami dalam dua hari ini bakal menyelesaikan proses evakuasi dan kita fokus pada pelayanan pengungsi,”singkatnya.*(Ghe/Red).

Berita Terkait

Rivaldo Leki Sebut Sekdes, Perangkat Desa dan Ketua BPD Tidak Paham Jalankan Kewenangan dalam Proyek Listrik
Dugaan Pencabulan Anak 4 Tahun di Halbar Jadi Sorotan, Keluarga Terduga Pelaku Tempuh Langkah Hukum
Babak Baru Polemik RSUD Jailolo, DPRD Halbar Bidik Tata Kelola dan Anggaran
Memanas! IDI Halbar Respons Pernyataan Sekwan Soal Tenaga Medis
Perubahan Kebijakan Bikin Program Desa Tertunda, Ini Penjelasan Kades Pumadada
Polsek Ibu Bergerak Cepat, Kasus Parang dan Miras Langsung Disidang
Hardiknas 2026, Halmahera Barat Teguhkan Komitmen Pendidikan Berkualitas
PGRI Halbar Beberkan Proses Pemindahan Gedung UKS, Anggaran Rp225 Juta
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 20:50 WIB

Rivaldo Leki Sebut Sekdes, Perangkat Desa dan Ketua BPD Tidak Paham Jalankan Kewenangan dalam Proyek Listrik

Senin, 25 Mei 2026 - 18:59 WIB

Dugaan Pencabulan Anak 4 Tahun di Halbar Jadi Sorotan, Keluarga Terduga Pelaku Tempuh Langkah Hukum

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:37 WIB

Babak Baru Polemik RSUD Jailolo, DPRD Halbar Bidik Tata Kelola dan Anggaran

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:42 WIB

Memanas! IDI Halbar Respons Pernyataan Sekwan Soal Tenaga Medis

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:37 WIB

Perubahan Kebijakan Bikin Program Desa Tertunda, Ini Penjelasan Kades Pumadada

Berita Terbaru

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Halmahera Barat, dr. Dominikus Gideon (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Memanas! IDI Halbar Respons Pernyataan Sekwan Soal Tenaga Medis

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:42 WIB

error: