Uang bertambah, obat tetap langkah, Dasril : Direktur biasa saja

- Jurnalis

Minggu, 12 April 2026 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dasril Hi. Usman, Ketua DPD PAN Halmahera Barat (dok/tm)

Dasril Hi. Usman, Ketua DPD PAN Halmahera Barat (dok/tm)

 

terasmalut — Penjelasan Direktur RSUD Jailolo ini bukan hanya lemah, tapi terkesan menutupi persoalan yang sebenarnya. Di satu sisi berlindung pada angka pagu Rp19 miliar, namun di sisi lain mengakui adanya pelampauan realisasi pendapatan.

Hal itu disampaikan oleh Dasril Hi Usman, menyusul adanya pernyataan Direktur RSUD Jailolo baru-baru ini yang mengatakan realisasi anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tahun 2025, disebut mencapai Rp22 miliar, serta menyatakan bahwa penggunaan anggaran tetap mengacu pada pagu resmi sebesar Rp19 miliar sesuai mekanisme pengelolaan keuangan daerah.

Menurutnya, Ini kontradiktif dan tidak transparan Dalam sistem BLUD, ketika pendapatan meningkat akibat lonjakan pasien. “Itu berarti ada tambahan uang yang bisa langsung digunakan untuk memperkuat pelayanan. Seperti langsung membeli obat. Jadi tidak ada alasan logis, pelayanan tetap buruk dan obat tetap langka. Padahal uang nya ada,”kata Dasril kepada media ini, Minggu (12/4).

Baca Juga :  Pemda Halbar Siap Dukung Program Presiden MBG Dengan Memanfaatkan Pangan Lokal

Selain itu, Lanjut Dasril, Soal anggaran Rp4 miliar yang disebut untuk obat, faktanya sudah “dicampur” dengan belanja oksigen dan BMHP. Artinya, porsi riil untuk obat jauh lebih kecil dari yang digembar-gemborkan. Ini menjelaskan kenapa pasien masih dipaksa membeli obat di luar.

“Lebih parah lagi, pasien BPJS mengadu karena tidak mendapatkan penggantian uang atas pembelian obat diluar rumah sakit,”ungkapnya.

Politisi partai PAN ini menyebut, Alasan klasik klaim BPJS yang bertahap tidak bisa terus dijadikan tameng. Itu persoalan berulang yang seharusnya sudah diantisipasi pihak manajemen BLUD. Kalau setiap tahun alasan yang sama dipakai, maka pengelola nya bermasalah.

Baca Juga :  Berlagak Preman Halangi Kerja Jurnalis, Kapolda Didesak Copot Kasat Intel Polres Halbar

Prinsipnya jelas, penjelasan direktur tidak menjawab substansi, justru memperlihatkan adanya ketidakterbukaan. Publik tidak butuh narasi normatif, tapi butuh angka riil dan pertanggungjawaban.

Dasril juga menegaskan, Bahwa Jika benar ada selisih pendapatan dan realisasi, jika benar anggaran obat jauh lebih kecil, dan jika benar pasien terus dirugikan, maka ini bukan lagi soal klarifikasi. ini soal tindak kejahatan kemanusiaan yang publik harus minta pertanggungjawaban !

“Kami dprd akan menyuarakan dan mendesak pimpinan dprd untuk patuh pada keputusan lembaga dan segera menyelenggarakan paripurna pansus agar persoalan rumah sakit dapat diselesaikan sampai pada akar-akarnya,”tandasnya*(Red/tm)

Berita Terkait

Dodinga hingga Bobane Igo Menanti Kapal Perintis, Konektivitas Masih “Baku Tunggu”
Chuzaemah Djauhar Pimpin PBSI Halbar, Pembinaan Atlet Jadi Fokus Utama
Pemkab Halbar Perkuat Konektivitas Loloda Tengah melalui Usulan Deviasi KM Sabuk Nusantara 35
Muskab III PMI Halbar Tetapkan Chuzaemah Djauhar sebagai Ketua 2026–2031
Anggota Deprov Meri Popala Serap Aspirasi Petani Ibu Selatan, Infrastruktur Pertanian Jadi Perhatian
Reses di Ibu, Meri Popala Serap Aspirasi Petani soal Kebutuhan yang Mendesak
Pokja IV TP-PKK Halbar Dorong Desa Awer Perkuat Kesadaran Kesehatan Lingkungan
Sarana Pertanian Jadi Aspirasi Utama Dalam Reses Meri Popala 
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Dodinga hingga Bobane Igo Menanti Kapal Perintis, Konektivitas Masih “Baku Tunggu”

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Chuzaemah Djauhar Pimpin PBSI Halbar, Pembinaan Atlet Jadi Fokus Utama

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Pemkab Halbar Perkuat Konektivitas Loloda Tengah melalui Usulan Deviasi KM Sabuk Nusantara 35

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Muskab III PMI Halbar Tetapkan Chuzaemah Djauhar sebagai Ketua 2026–2031

Minggu, 27 September 2026 - 18:27 WIB

Anggota Deprov Meri Popala Serap Aspirasi Petani Ibu Selatan, Infrastruktur Pertanian Jadi Perhatian

Berita Terbaru

error: