Warga Soroti Sikap ABAI Dinas PUPR Dalam Penanganan Banjir di Desa Bobanehena

- Jurnalis

Minggu, 22 Juni 2025 - 20:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret salahsatu rumah Warga di Desa Bobanehena yang tergenang banjir (Dok/tm)

Potret salahsatu rumah Warga di Desa Bobanehena yang tergenang banjir (Dok/tm)

terasmalut — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Jailolo, Halmahera Barat, sejak Sabtu malam (21/6/2025) hingga Minggu dini hari, mengakibatkan banjir yang merendam sejumlah rumah warga di Desa Bobanehena.

Air mulai memasuki rumah warga sekitar pukul 23.00 WIT, dengan ketinggian bervariasi antara 50 hingga 80 sentimeter di beberapa titik.

Hingga pukul 01.24 WIT, air mulai berangsur surut. Sebagian besar warga tetap bertahan di rumah masing-masing, sementara sebagian lainnya terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Salah seorang warga, Ramlan Idris, menilai bahwa kebijakan pemerintah daerah dan pemerintah desa yang telah menggali jalur air justru menjadi salah satu penyebab banjir semakin parah.

“Memang benar, penunjukan lokasi untuk pembuatan jalur air melibatkan kesepakatan semua warga. Namun, seharusnya setelah lokasi ditetapkan, pekerjaan segera dilanjutkan. Bukan justru dibiarkan begitu saja. Setiap hujan turun, kami yang selalu terdampak, karena bukan hanya air yang mengalir, tetapi juga material,” sesal Ramlan.

Ramlan menambahkan, seharusnya pemerintah tidak terburu-buru melakukan pembersihan bagian bawah aliran sebelum memastikan jalur air di bagian atas ditangani dengan baik.

“Jangan sudah digali, tapi tidak dikerjakan. Akibatnya, kami yang merasakan dampaknya,” ujarnya.

Deainase yang diduga digali oleh Dinas PUPR dan belum dikerjakan sampai saat ini (dok/tm)

Ia juga menegaskan bahwa apabila jalur drainase dibuat permanen, maka yang mengalir hanya air. Namun, dengan kondisi sekarang, air yang mengalir membawa serta tanah, batu, dan pasir yang berpotensi menimbulkan kerusakan lebih parah bahkan korban jiwa.

Lebih lanjut, Ramlan menyebut dirinya telah berulang kali menyampaikan kepada pemerintah desa agar segera mencari solusi terhadap kondisi jalur air yang semakin melebar seperti berangka.

“Percuma membersihkan aliran di bawah jika jalur air di atas tidak diperbaiki. Maka yang terjadi hanyalah banjir berulang,” tambahnya.

Selain itu, Ramlan juga menyayangkan sikap Dinas PUPR yang dinilai abai terhadap penyelesaian pembangunan drainase. Ia mengungkapkan bahwa Kepala Dinas PUPR Fachlis Sangkali bahkan menyatakan bahwa pekerjaan akan segera dilakukan.

“Namun hingga kini belum ada realisasi. Jika memang belum siap dikerjakan, seharusnya penggalian tidak dilakukan, terlebih jalur drainase mengarah langsung ke permukiman warga. Ini sangat berisiko. Jangan hanya mengirim stafnya datang memantau lalu pergi tanpa ada kejelasan tindak lanjut. Kalau seperti ini terus, apakah harus menunggu korban jiwa dulu?” tegas Ramlan.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Halmahera Barat, Ade Fabanyo, menjelaskan bahwa pihaknya telah menurunkan satu unit ekskavator dan dua unit dump truck untuk membantu mengangkut timbunan material dari wilayah permukiman warga.

“Kami menurunkan satu unit ekskavator dan dua dump truck untuk mengangkut material yang menumpuk. Tidak mungkin warga membersihkannya secara manual karena volumenya cukup besar,” jelas Ade.

Ia menambahkan, selain bantuan alat berat, BPBD juga menyediakan dapur umum di salah satu rumah warga untuk mendukung kebutuhan makan warga terdampak maupun relawan yang membantu proses pembersihan.

“Pada prinsipnya, kami siap siaga kapan saja. Hal ini juga telah kami sampaikan kepada kepala desa. Jika ada kebutuhan mendesak, kami akan segera hadir,” ujarnya.

Ade juga mengimbau warga agar tetap waspada, mengingat potensi hujan lebat masih diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.*(Ghe/Red)

Berita Terkait

Kanwil Ditjenpas Malut Tekankan Disiplin, Lapas Jailolo Perkuat Pelaksanaan Tugas
Dodinga hingga Bobane Igo Menanti Kapal Perintis, Konektivitas Masih “Baku Tunggu”
KPK Periksa Nusron Wahid, Delapan Tersangka Kasus Suap HGB Jadi Sorotan
Soal Putusan MK, Refly Harun: Gibran Seharusnya Pakai Etika Berpemerintahan
Chuzaemah Djauhar Pimpin PBSI Halbar, Pembinaan Atlet Jadi Fokus Utama
Pemkab Halbar Perkuat Konektivitas Loloda Tengah melalui Usulan Deviasi KM Sabuk Nusantara 35
Muskab III PMI Halbar Tetapkan Chuzaemah Djauhar sebagai Ketua 2026–2031
Anggota Deprov Meri Popala Serap Aspirasi Petani Ibu Selatan, Infrastruktur Pertanian Jadi Perhatian
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Kanwil Ditjenpas Malut Tekankan Disiplin, Lapas Jailolo Perkuat Pelaksanaan Tugas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Dodinga hingga Bobane Igo Menanti Kapal Perintis, Konektivitas Masih “Baku Tunggu”

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:25 WIB

KPK Periksa Nusron Wahid, Delapan Tersangka Kasus Suap HGB Jadi Sorotan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Chuzaemah Djauhar Pimpin PBSI Halbar, Pembinaan Atlet Jadi Fokus Utama

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Pemkab Halbar Perkuat Konektivitas Loloda Tengah melalui Usulan Deviasi KM Sabuk Nusantara 35

Berita Terbaru

error: