Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/u1011752/public_html/terasmalut.id/wp-includes/functions.php on line 6131

Bencana Hidrometeorologi Ganda di Tolofuo Loloda, Longsor dan Banjir Rusak Puluhan Rumah

Sebanyak 23 rumah di Desa Tolofuo terdampak longsor susulan dan banjir akibat hujan ekstrem dan pasang laut.

- Jurnalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 07:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bencana Longsor  dan Banjir di Desa Tolofuo. Rabu 07 Januari 2026

Bencana Longsor dan Banjir di Desa Tolofuo. Rabu 07 Januari 2026

terasmalut Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Halmahera Barat sejak dini hari, Rabu (7/1/2026), memicu tanah longsor beruntun di Desa Tolofuo, Kecamatan Loloda. Dampak bencana tersebut terus meluas setelah longsor susulan kembali terjadi pada pagi hari, menyebabkan jumlah rumah warga yang rusak dan tertimbun material longsor semakin bertambah.

Kejadian awal berlangsung sekitar pukul 02.00 WIT, saat curah hujan meningkat tajam dan berlangsung secara terus-menerus sejak malam hari. Wilayah terdampak berada di Lingkungan RT 03 dan RT 02 Desa Tolofuo, yang dikenal memiliki kontur tanah miring serta tingkat kerawanan longsor yang cukup tinggi.

Kepala Desa Tolofuo, Masbuk Jumati, menjelaskan bahwa pada kejadian awal, tiga unit rumah warga dilaporkan tertimbun longsor, masing-masing milik Jasad Roni di Lingkungan RT 03, serta Tamrin Momole dan Sahmi Langolu di Lingkungan RT 02. Namun, seiring berlanjutnya hujan deras dan terjadinya longsor susulan pada pagi hari, jumlah rumah yang mengalami kerusakan terus bertambah.

Baca Juga :  Wabup Halmahera Barat Lantik Faris Hi. Abdulbar Jadi Plt Kadis PU-PR

“Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur cukup lama, sehingga tanah di sekitar permukiman warga menjadi jenuh air dan runtuh secara tiba-tiba. Pagi ini kembali terjadi longsor susulan yang mengakibatkan kerusakan pada rumah warga lainnya,” ujar Masbuk Jumati, Rabu (7/1/2026).

Berdasarkan pendataan sementara pemerintah desa, total rumah warga yang terdampak longsor mencapai 23 unit. Dari jumlah tersebut, 3 rumah mengalami rusak total, 3 rumah rusak berat, serta 17 rumah mengalami rusak ringan, yang tersebar di sejumlah titik terdampak di Desa Tolofuo.

Rumah Warga di Desa Tolofuo yang tertimbun longsor (Dok/Wrg)

Meski jumlah kerusakan terus bertambah, dipastikan tidak terdapat korban jiwa dalam rangkaian peristiwa longsor tersebut. Warga yang bermukim di sekitar lereng dan titik rawan longsor memilih mengungsi sementara setelah menyadari kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Warga sudah waspada karena hujan turun sangat lebat dan tidak berhenti, sehingga sebagian besar memilih keluar rumah untuk menghindari risiko longsor susulan,” kata Masbuk.

Selain longsor, dampak cuaca ekstrem juga dirasakan warga di Lingkungan RT 01 Desa Tolofuo. Menurut Masbuk, saat hujan deras terjadi bersamaan dengan air pasang laut, banjir berpapasan dengan aliran air dari daratan, sehingga seluruh rumah warga di RT 01 terendam.

Baca Juga :  Bupati Halmahera Barat Diminta Luruskan Kembali Klaim Royalti PT.NHM

“Ketika banjir dari daratan bertemu dengan air pasang laut, ketinggian air mencapai sekitar satu meter dan merendam seluruh rumah warga di RT 01,” jelasnya.

Selain itu, Pemerintah Desa Tolofuo saat ini tengah melakukan pendataan lanjutan terhadap seluruh rumah dan warga yang terdampak, baik akibat longsor maupun banjir rob. Pihak desa juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Loloda dan instansi terkait guna mempercepat penanganan darurat sembari menunggu bantuan lanjutan dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat.

“Kami berharap adanya perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, mengingat jumlah rumah terdampak cukup banyak dan beberapa keluarga kini kehilangan tempat tinggal akibat longsor serta banjir yang terjadi secara bersamaan,” tutup Masbuk Jumati. (Tm/Red)

Berita Terkait

Imelda Tude: Jangan Salah Alamatkan Dugaan Kasus Pinjaman Halbar
KAHMI Halbar Luruskan Isu Utang Daerah, Singgung Dugaan Kepentingan di Baliknya
Dikeroyok Hingga Bersimbah Darah, Penanganan Kasus Jalan di Tempat?
Serangan ke Kepala BPKAD Dinilai Terburu-buru, KNPI: Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta
Penataan Struktur Organisasi Dibarengi Isu Krusial BBM, Pemda Diminta Perhatikan Kuota Solar
Bendahara BKAD Halbar Bantah Isu Pemotongan Siltap Rp15 Juta 
Uang bertambah, obat tetap langkah, Dasril : Direktur biasa saja
RSUD Jailolo Buka-bukaan Soal Anggaran, Rp19 Miliar Jadi Acuan
Berita ini 236 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 23:19 WIB

Imelda Tude: Jangan Salah Alamatkan Dugaan Kasus Pinjaman Halbar

Senin, 20 April 2026 - 22:17 WIB

KAHMI Halbar Luruskan Isu Utang Daerah, Singgung Dugaan Kepentingan di Baliknya

Senin, 20 April 2026 - 20:35 WIB

Dikeroyok Hingga Bersimbah Darah, Penanganan Kasus Jalan di Tempat?

Senin, 20 April 2026 - 10:55 WIB

Serangan ke Kepala BPKAD Dinilai Terburu-buru, KNPI: Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta

Sabtu, 18 April 2026 - 18:51 WIB

Penataan Struktur Organisasi Dibarengi Isu Krusial BBM, Pemda Diminta Perhatikan Kuota Solar

Berita Terbaru

melda Azzahra Tude(Sekritaris DPW BRINUS MALUT

Halmahera Barat

Imelda Tude: Jangan Salah Alamatkan Dugaan Kasus Pinjaman Halbar

Senin, 20 Apr 2026 - 23:19 WIB

Ilustrasi

Halmahera Barat

Dikeroyok Hingga Bersimbah Darah, Penanganan Kasus Jalan di Tempat?

Senin, 20 Apr 2026 - 20:35 WIB

error: