Meri Popala Turun Langsung, Pastikan Kondisi Warga Pengungsi Halbar

Dua desa di Jailolo bertahan di pengungsian karena trauma gempa susulan

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Meri Popala saat memantau lokasi pengungsian di Gunung Manyasal. (Dok/Ist)

Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Meri Popala saat memantau lokasi pengungsian di Gunung Manyasal. (Dok/Ist)

terasmalut — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,3 yang berpusat di perairan Sulawesi Utara tidak hanya mengguncang wilayah asalnya, tetapi juga berdampak luas hingga Provinsi Maluku Utara. Status potensi tsunami yang sempat dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memicu kepanikan warga, khususnya di Kota Ternate dan Kabupaten Halmahera Barat.

Di Halmahera Barat, dampak psikologis gempa tersebut terlihat jelas dari keputusan warga di dua desa, yakni Desa Tuada dan Desa Todowongi, Kecamatan Jailolo, yang memilih mengungsi secara mandiri ke Gunung Manyasal. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih membayangi.

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Daerah Pemilihan I Ternate–Halmahera Barat, Meri Popala, turun langsung meninjau lokasi pengungsian pada Kamis (2/4/2026), usai melakukan agenda kunjungan kerja Komisi III di wilayah setempat. Kehadirannya menjadi bentuk respons cepat terhadap situasi darurat yang dihadapi masyarakat.

Baca Juga :  Wakil Bupati Djufri Muhamad Salurkan Bantuan Pembangunan Masjid Desa Gamkonora dan Talaga

“Jadi kami dari Komisi III tadi melakukan kunjungan di Desa Akeara, dan saya mendapat informasi ada dua desa di Kecamatan Jailolo yang mengungsi di Gunung Manyasal, sehingga kami langsung berkunjung ke lokasi,”ujar Meri Popala.

Dalam kunjungannya, Meri tidak hanya melihat kondisi warga, tetapi juga menyalurkan bantuan berupa air minum sebagai kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian. Bantuan tersebut diberikan di beberapa titik, termasuk pos pengungsian di wilayah Ulo.

“Dalam kunjungan tadi saya juga memberikan bantuan air minum atau aqua kepada warga, di pos pertama di Ulo juga kami salurkan bantuan yang sama untuk membantu kebutuhan dasar mereka,”katanya.

Baca Juga :  Gubernur Maluku Utara Dilantik Sebagai Jiko Makukuta Oleh Sri Sultan Ahmad Sjah

Selain bantuan logistik, Meri juga memberikan dukungan moril kepada para pengungsi agar tetap tenang dan tidak larut dalam kepanikan. Ia menegaskan pentingnya menjaga stabilitas psikologis di tengah situasi bencana, sembari terus mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.

“Kami juga memberikan penyemangat kepada warga agar tidak terlalu panik, serta mencoba memberikan pemahaman terkait kondisi saat ini,”ujarnya.

Meski demikian, upaya edukasi yang dilakukan belum sepenuhnya mampu menghilangkan rasa takut warga, Trauma terhadap potensi gempa susulan masih menjadi alasan utama mereka bertahan di lokasi pengungsian dan enggan kembali ke rumah masing-masing.

“Kami sudah mencoba memberikan pemahaman kepada warga yang mengungsi, namun mereka masih belum mau kembali ke rumah karena masih takut akan gempa susulan,”tutup Meri Popala.*(Ghe/Red)

Berita Terkait

Terisolasi Bertahun-tahun, Warga Loloda Tengah Nekat Hadang Kapal Perintis Ditengah Gelombang Tinggi
Ketua Organda Halbar Buka Suara soal Video Viral di RS Jailolo: Akui Emosi, Bantah Intimidasi Dokter Secara Personal
DPRD Halbar Ketok Palu Dua Ranperda Strategis, Fokus Nelayan dan Pilkades Serentak
Emosi di IGD Berujung Laporan Polisi, Ketua Organda Halbar Diduga Caci dan Intimidasi Dokter
Polisi Pastikan Berkas AN Segera Dikirim ke Kejaksaan, Penahanan Bukan Syarat Pelimpahan
BKAD Halbar Masuk Tiga Besar Pengelola TKD Terbaik Versi Kemenkeu, Bupati: Jadi Motivasi Seluruh OPD
Hadapi Efisiensi ! Bupati James Wajibkan Seluruh OPD Genjot PAD, yang Gagal Siap Dievaluasi
Di Tengah Isu Efisiensi Anggaran, Bupati Halbar Pastikan PPPK Tetap Aman
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:06 WIB

Terisolasi Bertahun-tahun, Warga Loloda Tengah Nekat Hadang Kapal Perintis Ditengah Gelombang Tinggi

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:50 WIB

Ketua Organda Halbar Buka Suara soal Video Viral di RS Jailolo: Akui Emosi, Bantah Intimidasi Dokter Secara Personal

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:37 WIB

DPRD Halbar Ketok Palu Dua Ranperda Strategis, Fokus Nelayan dan Pilkades Serentak

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:34 WIB

Emosi di IGD Berujung Laporan Polisi, Ketua Organda Halbar Diduga Caci dan Intimidasi Dokter

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:25 WIB

Polisi Pastikan Berkas AN Segera Dikirim ke Kejaksaan, Penahanan Bukan Syarat Pelimpahan

Berita Terbaru

error: