Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/u1011752/public_html/terasmalut.id/wp-includes/functions.php on line 6131

Tuntut Kesejahteraan Petani Halbar, Massa Aksi Nyaris Dihantam Satpol-PP

- Jurnalis

Jumat, 24 September 2021 - 16:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu massa aksi GMKI Halbar saat dikepung Satpol-PP

Salah satu massa aksi GMKI Halbar saat dikepung Satpol-PP

JAILOLO, defactonews.co — Aksi demonstrasi Mahasiswa yang tergabung dalam OKP Cipayung Plus GMNI, GMKI, LMND dan GAMKI dalam memperingati Hari Tani Nasional (HTN) yang dilakukan di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) nyaris ricuh, Jumat (24/9/2021). Pasalnya, Di kesekian kalinya hari tani nasional itu, Massa aksi menilai Kabupaten Halmahera Barat selama bergantian kepemimpinan dari periode ke periode belum ada ketercapaian dan terciptanya kondisi sosial yang dapat dijadikan sebagai bukti otentik kesejahteraan petani di halbar.

“Pemda Halbar dengan gagasan baru yang menjerumuskan dalam Visi-Misi Bupati James Uang dan Djufri Muhamad tentang Mewujudkan Halmahera Barat yang Aman, Adil dan Sejahtera, diharapkan menjadi salah satu mimpi untuk bagaimana terciptanya masyarakat sejahtera lewat isu isu strategis dibidang pertanian, peternakan, perkebunan, nelayan dan pariwisata,”tegas orator Aksi Marinus Pangulili.

Selain itu, Dikatakan Ketua GMNI Halbar itu, Ketika dilihat pada kenyataannya justru tidak dapat memungkiri bahwa di pedesaan, kaum tani semakin terjerat oleh penghisapan tengkulak, pengijon dan berbagai bentuk parasit, baik kelompok ataupun individu yang menjalankan sistem peribaan dalam menghisap kaum tani di pedesaan.

Amarah massa aksi mulai meluap ketika dianggap Bupati dan Wakil Bupati tidak merespon

“Karenanya, pendapatan kaum tani, kerap kali tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan. Hal tersebut disebabkan Karena mahalnya harga kebutuhan dan sarana produksi pertanian (Saprotan) yang dikuasai oleh tuan tanah-tuan tanah lokal yang sekaligus sebagai pengepul di pedesaan, bahkan dilain sisi harga hasil produksi pertanian tidak pernah menunjukkan kenaikan yang signifikan. Hal tersebut menurut kami mengindikasikan ketidakmampuan pemerintah dalam menjawab kebutuhan kaum tani dan sikap abainya atas berbagai persoalan petani sehingga tidak ada ketercapaian dalam mensejahterakan petani,”sesal Marinus.

Baca Juga :  Pemda Halbar Bakal Inisiatif Tenda Khusus Proses Belajar Bagi Siswa Terdampak Erupsi Gunung Ibu

Sementara, Korlap Aksi Fandi salasa dalam orasinya menyampaikan, Pemerintahan James Uang dan Djufri Muhamad tidak perlu berusaha keras untuk memungkiri kenyataan bahwa Kabupaten Halmahera Barat hingga saat ini masih bergantung hidup dari hasil pertanian dan sumber-sumber agraria lainnya, yang masih berlimpah atas kekayaan alam negeri ini.

“Namun sepandai apapun pemerintah memungkiri, tetap saja tidak bisa menyembunyikan arti penting pertanian tersebut yang menjamin penghidupan mayoritas rakyat, temasuk upaya sistematis mengecilkan jumlah kaum tani secara lokal atau angkatan kerja yang terserap dalam sektor pertanian (dalam perkebunan maupun dalam pertanian perorangan berskala kecil) untuk meninggikan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian,”ucapnya.

Dikatakan Fandi, Jika ditelusuri lebih jauh, pengesahan UUPA No. 5 Tahun 1960 hanya bertujuan untuk memenuhi kepentingan para tuan tanah besar dan mengukuhkan pelaksanaan kegiatan yang bernuansa imperialis dan pada kenyataannya istilah “reforma agraria” tersebut memiliki kekuatan untuk meredam tuntutan dan aspirasi sejati kaum tani.

Baca Juga :  Sadis! Kadis Pendidikan Halbar Diduga Ancam Pemenang Tender dan Ambil Alih Proyek

“Kaum tani tidak dapat dimanipulasi lagi dengan berbagai paket program “reforma agraria palsu” dalam pemerintahan James Uang dan Djufri Muhamad, Aspirasi dan kepentingan sejati para buruh tani, petani, nelayan dan masyarakat adat di pedalaman dan seluruh rakyat Halmahera Barat merupakan aspirasi sejati,”tandas Fandi

Aparat kepolisian saat hendak meredupkan amarah massa aksi

Berdasarkan pantauan, Saat aksi tengah berlangsung, massa mulai mencoba masuk ke teras Kantor Pemkab Halbar. Namun, petugas Kepolisian dan Satpol PP yang sebelumnya telah membentuk barisan mencoba menghalangi aksi massa tersebut.

Saling dorong pun tak terhindarkan saat massa mencoba menerobos barisan Polisi dan Satpol-PP untuk bisa menduduki Gedung Pemerintahan. Massa juga terlihat membakar Ban diluar gedung pemkab Halbar bahkan mengancam tidak akan meninggalkan lokasi jika aksi tersebut tidak direspon oleh Bupati atau Wakil Bupati.

Saat asap menyelimuti disekitar Kantor Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, tampak massa aksi nyaris dihantam oleh Oknum Satpol-PP, Namun selang beberapa menit kemudian aksi yang sempat menegangkan tersebut mulai redah dan situasi mulai kondusif bahkan massa aksi mulai berangsur meninggalkan lokasi.

 

 

 

(D01/Red)

Berita Terkait

Serangan ke Kepala BPKAD Dinilai Terburu-buru, KNPI: Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta
Penataan Struktur Organisasi Dibarengi Isu Krusial BBM, Pemda Diminta Perhatikan Kuota Solar
Bendahara BKAD Halbar Bantah Isu Pemotongan Siltap Rp15 Juta 
Uang bertambah, obat tetap langkah, Dasril : Direktur biasa saja
RSUD Jailolo Buka-bukaan Soal Anggaran, Rp19 Miliar Jadi Acuan
Bupati Halmahera Barat Kampanyekan Toleransi dan Persaudaraan Lewat Gerakan Cinta Damai
Bupati dan DPRD Turun Langsung Verifikasi Keluhan Obat dan Pelayanan di Rumah Sakit Jailolo
Musrenbang Halbar 2027, James Uang Tekankan Disiplin Fiskal dan Produktivitas OPD
Berita ini 232 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 10:55 WIB

Serangan ke Kepala BPKAD Dinilai Terburu-buru, KNPI: Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta

Sabtu, 18 April 2026 - 18:51 WIB

Penataan Struktur Organisasi Dibarengi Isu Krusial BBM, Pemda Diminta Perhatikan Kuota Solar

Senin, 13 April 2026 - 14:51 WIB

Bendahara BKAD Halbar Bantah Isu Pemotongan Siltap Rp15 Juta 

Minggu, 12 April 2026 - 13:37 WIB

Uang bertambah, obat tetap langkah, Dasril : Direktur biasa saja

Jumat, 10 April 2026 - 13:23 WIB

Bupati Halmahera Barat Kampanyekan Toleransi dan Persaudaraan Lewat Gerakan Cinta Damai

Berita Terbaru

Bendahara BKAD Halbar, Arnike Saba, didampingi Sejumlah pengurus Apdesi Halbar dalam konferensi pers membantah adanya dugaan pemotongan Siltap Pemerintah Desa (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Bendahara BKAD Halbar Bantah Isu Pemotongan Siltap Rp15 Juta 

Senin, 13 Apr 2026 - 14:51 WIB

Dasril Hi. Usman, Ketua DPD PAN Halmahera Barat (dok/tm)

Halmahera Barat

Uang bertambah, obat tetap langkah, Dasril : Direktur biasa saja

Minggu, 12 Apr 2026 - 13:37 WIB

error: