Bersama TNI-POLRI, Pemda Halmahera Barat Tindak Tegas Penyelewengan BBM Subsidi

- Jurnalis

Selasa, 25 Juni 2024 - 09:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Istimewa

Istimewa

JAILOLO, TM — Upaya mengendalikan penjualan dan kelangkaan BBM bersubsidi terutama minyak tanah, Pemerintah Daerah dan pihak Aparat TNI – Polri Halmahera Barat, Maluku Utara, akan menindak tegas para pelaku penyelewengan.

Kelangkaan yang sering terjadi Pemda bersama TNI – Polri dan para pangkalan minyak tanah se Halbar melakukan rapat bersama yang dipimpin langsung oleh Bupati Halbar James Uang, Senin (24/6/2024).

Menurut Bupati James Uang, dalam rapat tersebut menghadirkan Polres Halbar yang diwakili oleh Kasat Intel dan Dandim di Wakili Oleh Koramil dan dalam pertemuan tersebut, menurut keterangan kasat intel dugaan penyelewengan BBM ada oknum kepolisian yang ikut terlibat didalam.

“Dalam rapat soal dugaan Oknum keamanan itu Keterangannya Kasat intel, Jadi Kalau ada Oknum Polisi maupun TNI diserahkan kepada institusi masing-masing untuk ditindak, dan kalau ada oknum di dinas Disperindag maka itu kewenangan Bupati sampai tingkat pencopotan,”ungkap Bupati James Uang

Baca Juga :  Serahkan SK Perpanjangan Masa Jabatan, James-Djufri : Harus JUJUR Kelola Dana Desa

James menyebut, dari hasil pertemuan diambil 2 poin penting Polres Halbar tegak lurus menindak oknum – oknum pelaku yang bermain minyak tanah bersubsidi. Kemudian yang kedua, semua pangkalan telah diinstruksikan ketika minyak tanah masuk di 1 wilayah kecamatan, maka Kecamatan tidak bisa mengambilnya agar tidak terganggu kuotanya.

“Misalnya di Jailolo di kecamatan lain tidak bisa membeli di kecamatan jailolo. Dan menjaga hal itu pangkalan juga ketika pembeli harus membawa KTP agar bisa memastikan bahwa mereka benar-benar berada di wilayah setempat. Tujuannya agar masing-masing kecamatan tidak terganggu kuotanya,”ungkapnya.

James menjelaskan, rapat yang mencari akar permasalah kelangkaan minyak di Halbar sering terjadi kelangkaan minyak tanah. Polres Halbar juga berkomitmen akan menindak tegas oknum penyelewengan BBM bersubsidi.

Baca Juga :  Dimutasikan ke Kecamatan, Staf Dinkes Halbar ini Sebut Novelheins Sakalaty Lagaknya Seperti Bupati

“Padahal Halbar setiap bulan itu mendapat kuota minyak tanah sebanyak 525 ton perbulan. Hasil diskusi di dapat kesimpulan bahwa ada oknum oknum tertentu yang menjual minyak tanah yang di beli pada pangkalan tertentu lalu menjualnya ke perusahan di Weda,”ujarnya.

Ia menambahkan, selain itu sering terjadi keterlambatan distribusi, dan masalah lain ada oknum-oknum mafia tertentu dan bahkan di dalam Dinas Perindagkop juga ikut bermain dalam permasalahan ini.

“Soal oknum di Dinas Perindagkop saya akan cek ke Pa Kasat Intel Polres Halbar dan akan memberi sangsi tegas dan bisa sampai pada pencopotan jabatan,”pungkasnya.*(Red/Ghe)

Berita Terkait

Pendidikan Halbar Makin Digital, 747 Unit Smart TV Siap Dimanfaatkan
Ketua Gerindra Halbar Luruskan Dugaan Pemotongan Uang Saku Laskar, Klaim Hanya Miskomunikasi
Kader Laskar Gerindra Mengaku Uang Saku Diklat Dipajaki oleh Oknum DPRD Halbar
Jembatan Sawa Rp157 Juta, Panjang Bangunan Diduga Jauh dari Rencana
Kementerian dan IFAD Sambangi Tuada, BUMDes, UMKM dan Tambak Udang Unjuk Potensi
TAPD Halbar Tindak Lanjuti Evaluasi Provinsi, APBD Perubahan Menunggu Nomor Registrasi
APBD Perubahan Halbar Terancam Mandek, DPRD Desak TAPD Segera Tuntaskan Koreksi Provinsi
Asap Karhutla Selimuti Halbar, Bupati James : Pembagian Masker hingga Kesiapsiagaan Hadapi Perubahan Cuaca Diperketat
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Pendidikan Halbar Makin Digital, 747 Unit Smart TV Siap Dimanfaatkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Ketua Gerindra Halbar Luruskan Dugaan Pemotongan Uang Saku Laskar, Klaim Hanya Miskomunikasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Kader Laskar Gerindra Mengaku Uang Saku Diklat Dipajaki oleh Oknum DPRD Halbar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:38 WIB

Jembatan Sawa Rp157 Juta, Panjang Bangunan Diduga Jauh dari Rencana

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Kementerian dan IFAD Sambangi Tuada, BUMDes, UMKM dan Tambak Udang Unjuk Potensi

Berita Terbaru

error: