Intens Cegah Stunting, Pemda Halbar Gelar Rakor Intervensi Serentak

- Jurnalis

Rabu, 5 Juni 2024 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Istimewa (dok/terasmalut)

Istimewa (dok/terasmalut)

JAILOLO, terasmalut — Pencegahan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Provinsi Maluku Utara, terus ditingkatkan.

Hal ini terbukti adanya rapat koordinasi intervensi serentak dalam rangka upaya pencegahan penurunan stunting, yang melibatkan sejumlah stakeholder setempat intens dilakukan.

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) itu dihadiri Kadis P2KB, Capil, Ketua TP PKK, para Camat, Satgas Stunting Halbar, Perwakilan Dinas Kesehatan, Depak, dan DPMPD.

Plt. Kaban BP3D Faris Hi. Abdulbar, pada terasmalut.id mengatakan, rapat koordinasi intervensi pencegahan stunting dilaksanakan untuk menindaklanjuti instruksi Mendagri dan mengkoordinasikan dengan OPD Pengampuh penyiapan kegiatan pengukuran dan intervensi serantak pencegahan Stunting di wilayah halmahera barat.

Baca Juga :  Gelar Sosialisasi PKPU No 4, Begini Harapan Ketua KPU Halbar

“Tugas BP3D adalah melakukan koordinasi dengan OPD terkait maka hari ini dilaksanakan, dan besok akan ditindaklanjuti semua OPD untuk mengisi master ansit pencegahan stunting,”ungkap Faris.

“Semoga dengan rapat koordinasi ini diharapkan semua OPD pengampuh saling mendukung dan berkolaborasi untuk pencegahan stunting dan bisa mempertahan Bupati dan Ibu Bupati sebagai Duta Orang Tua Hebat,”tandasnya.

Terpisah, Duta Orang Tua Hebat Meri Popala, saat dikonfirmasi usai rapat menjelaskan, ia telah menyampaikan kepada semua yang tergabung dalam tim percepatan penurunan stunting Halbar agar lebih giat lagi melakukan kegiatan sampai ditingkat desa dan bekerja sama dengan baik.

Baca Juga :  IDI Cabang Halbar Kolaborasi Dengan Polres Gelar Pengobatan Gratis

Sehingga lanjut Meri, agar harapan generasi emas baik mereka yang masi dalam bentuk janin dan sudah lahir dalam rangka pencegahan itu harus di fokuskan.

“Sebab, dalam percepatan penurunan stunting di halbar bisa terjadi apabila ada kerjasama yang intens antara stakeholder,”ujarnya.

Meri menambahkan, sejak 2021 hingga 2024 telah direncanakan halbar harus mampu menurunkan stunting sampai pada angka 10, 8 persen, dan saat ini halbar masi diangaka 26, 7 persen.

“Jadi ini kita mengingatkan kembali baik stakeholder, PKK, Darma wanita dan semua OPD yang dipercayakan berdasarkan Perpres 72 tahun 2021 itu harus kita kembali melakukan ection-ection di lapangan,”pungkas Anggota DPRD Provinsi terpilih itu.*(Red/Ghe).

Berita Terkait

UPP Jailolo Gandeng Konsultan Susun Titik Labuh KM Sabuk Nusantara 35 di Perairan Barataku
Harapan 10 Desa di Loloda Tengah Mulai Terjawab, Pemda Usulkan Kapal Perintis
Hari Anak Nasional, Pokja I TP-PKK Halbar Gaungkan Gerakan Bersama Lindungi Anak
Terisolasi Bertahun-tahun, Warga Loloda Tengah Nekat Hadang Kapal Perintis Ditengah Gelombang Tinggi
Ketua Organda Halbar Buka Suara soal Video Viral di RS Jailolo: Akui Emosi, Bantah Intimidasi Dokter Secara Personal
DPRD Halbar Ketok Palu Dua Ranperda Strategis, Fokus Nelayan dan Pilkades Serentak
Emosi di IGD Berujung Laporan Polisi, Ketua Organda Halbar Diduga Caci dan Intimidasi Dokter
Polisi Pastikan Berkas AN Segera Dikirim ke Kejaksaan, Penahanan Bukan Syarat Pelimpahan
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:08 WIB

UPP Jailolo Gandeng Konsultan Susun Titik Labuh KM Sabuk Nusantara 35 di Perairan Barataku

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:19 WIB

Harapan 10 Desa di Loloda Tengah Mulai Terjawab, Pemda Usulkan Kapal Perintis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:10 WIB

Hari Anak Nasional, Pokja I TP-PKK Halbar Gaungkan Gerakan Bersama Lindungi Anak

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:06 WIB

Terisolasi Bertahun-tahun, Warga Loloda Tengah Nekat Hadang Kapal Perintis Ditengah Gelombang Tinggi

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:37 WIB

DPRD Halbar Ketok Palu Dua Ranperda Strategis, Fokus Nelayan dan Pilkades Serentak

Berita Terbaru

error: