terasmalut — Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pengurus Bhayangkari Polda Maluku Utara beserta jajaran, serta Kapolda Maluku Utara dan seluruh jajarannya, atas kepedulian dan responsif dalam penanganan korban banjir dan tanah longsor di Kecamatan Ibu dan Kecamatan Loloda.
Kunjungan langsung Bhayangkari Polda Maluku Utara, ke lokasi bencana dinilai sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang menghadapi situasi darurat akibat bencana alam. Selain meninjau kondisi pengungsi, rombongan juga menyalurkan berbagai bantuan kebutuhan dasar kepada warga terdampak.
Bupati Halmahera Barat, James Uang, kepada media ini Kamis (15/1), mengatakan kehadiran Bhayangkari Polda Maluku Utara memberikan dampak moral yang besar bagi para pengungsi yang saat ini masih berjuang memulihkan kondisi pascabencana. Menurutnya, perhatian tersebut sangat berarti bagi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Barat, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Kapolda Maluku Utara dan seluruh jajaran, serta Ibu-ibu Bhayangkari Polda Maluku Utara yang telah datang langsung melihat kondisi pengungsi banjir dan tanah longsor di Kecamatan Ibu,”ujar James Uang.
Ia menambahkan, Pemda Halmahera Barat juga memberikan apresiasi khusus atas inisiatif Kapolda Maluku Utara yang mengerahkan Bhayangkari ke lokasi bencana untuk memberikan dukungan sosial dan kemanusiaan kepada warga terdampak.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Kapolda dan jajaran yang telah mengirim Ibu-ibu Bhayangkari Maluku Utara ke lokasi bencana sebagai bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat kami,”katanya.
Lebih jauh, James menyebut, Tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, Bhayangkari Polda Maluku Utara juga melakukan kegiatan trauma healing bagi anak-anak yang terdampak bencana. Kegiatan tersebut, difokuskan untuk memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang mengalami tekanan dan ketakutan akibat banjir dan tanah longsor.
Menurutnya, Langkah trauma healing ini dinilai sangat penting, mengingat anak-anak merupakan kelompok rentan yang paling terdampak secara psikologis dalam situasi bencana. Ia menilai pendekatan kemanusiaan ini sebagai bagian integral dari penanganan bencana yang menyeluruh.
“Pada saat mengunjungi lokasi, Ibu-ibu Bhayangkari juga melakukan trauma healing kepada anak-anak yang terdampak. Ini sangat membantu pemulihan mental anak-anak kami yang mengalami trauma pascabencana,”ungkap James Uang.
Bantuan yang disalurkan oleh Bhayangkari Polda Maluku Utara meliputi sembako, pakaian layak pakai, serta selimut yang diperuntukkan bagi para pengungsi di Kecamatan Ibu dan Kecamatan Loloda. Bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan mendesak masyarakat di lokasi pengungsian.
Bupati Halmahera Barat Dua Periode ini, berharap sinergi antara pemerintah daerah, Polri, dan Bhayangkari dapat terus terjalin dalam upaya penanggulangan bencana dan pemulihan pascabencana di wilayah Maluku Utara, khususnya di Halmahera Barat.
“Kami berharap bantuan berupa sembako, pakaian layak pakai, dan selimut yang telah diberikan ini dapat bermanfaat dan meringankan beban para korban banjir dan tanah longsor, baik di Kecamatan Ibu maupun di Loloda,”tutup James Uang.*(Ghe/Red)













