Tewas Dalam Sel Polres Halbar, Keluarga Ungkap Hal Janggal dan Rencana Adukan Ke Mabes Polri

- Jurnalis

Kamis, 13 Oktober 2022 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak suasana rumah duka RF di Desa Loce Kecamatan Sahu timur

Tampak suasana rumah duka RF di Desa Loce Kecamatan Sahu timur

JAILOLO, defactonews.co – Seorang tahanan kasus Penganiayaan terhadap perempuan berinisial RF (21) warga Desa Loce Kecamatan Sahu timur ditemukan tewas gantung diri di dalam sel Mapolres Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara. Padahal dimasukkan ke dalam Sel tahanan Polres setempat baru seminggu.

Nan Barani, adik kandung ayah korban menyebutkan, peristiwa itu diketahui melalui salah satu penyidik Polres Halbar pada Pukul 08.30 WIT Kamis (13/10/22). Awalnya RF diamankan karena diduga melakukan penganiayaan terhadap perempuan.

Dia menjelaskan, Pihak keluarga RF memperoleh informasi dari penyidik sekitar 08.30 WIT bahwa korba sudah meninggal dunia di dalam sel akibat gantung diri menggunakan tali jaket sweater yang dikenakan pada saat ditahan.

“Jadi pada pukul setengah sembilan tadi, penyidik memberitahukan kepada kami bahwa RF sudah meninggal dunia akibat gantung diri di dalam sel menggunakan tali jaketnya,”kata Nan Barani

Nan menyampaikan, Kalau memang yang dilakukan RF yang mengakibatkan meninggal dunia adalah gantung diri. seharusnya keluarga korban juga diharuskan untuk menyaksikan di TKP sehingga bisa diyakini bahwa benar ada peristiwa bunuh diri.

Baca Juga :  Peringati Hari Kartini dan Sosialisasi Kesehatan, GOW Halbar Ajak Kaum Perempuan Tingkatan Kualitas Demi Kemajuan Daerah

“Kalau memang benar itu karena bunuh diri mengapa kami dari keluarga tidak diminta untuk menyaksikan peristiwa tersebut, ini ada apa,”sesalnya.

Tampak Leher Korban Meninggal Dunia RF masih membentuk lingkaran tali yang diduga akibat bunuh diri menggunakan Tali Jaket sweater dan Tali Sepatu

Selain itu, kata Nan, Ada juga keterangan yang berbeda dari salah satu anggota polres halbar, bahwa RF bunuh diri menggunakan tali sepatu. Bahkan sambung Nan, RF juga sebelumnya dinyatakan meninggal dunia di dalam sel oleh salah satu penyidik tetapi ada juga keterangan yang berbeda dari anggota lain bahwa RF masih bernafas sehingga dilarikan ke RSUD untuk mendapatkan pertolongan medis.

Nan menyebutkan, dari beberapa keterangan yang berbeda mulai dari perbedaan tali yang digunakan untuk bunuh diri hingga RF yang dinyatakan meninggal dunia di dalam sel dan meninggal di RSUD Jailolo, menurutnya ada kejanggalan. Bahkan ia menduga pernyataan yang bermacam-macam tersebut merupakan pernyataan seperti lempar batu sembunyi tangan.

“Disaat jenazah masih di TKP kami tidak diberitahukan, tetapi kami diberitahukan oleh penyidik ketika jenazah sudah tergelatak di RSUD dengan alasan bahwa almarhum masih bernafas, padahal di pemberitahuan awal yang disampaikan oleh penyidik almarhum sudah meninggal sewaktu masih di sel,”ungkapnya.

Baca Juga :  Tugas Keluar Daerah, Peran Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Barat Dihandle Asisten

Ia juga menyesalkan, Ruang tahanan yang penjagaannya seharusnya begitu ketat tetapi kenapa jaket bisa diloloskan hingga kedalam ruang tahanan.

Nan menegaskan, Dengan adanya keterangan yang berbeda-beda itu, pihaknya akan menggugat ke Kapolres Halbar, Kapolda Maluku Utara bahkan hingga ke Mabes Polri.

“Saya sudah caritahu bahwa Kapolres saat ini sedang cuti dan tidak berada di Halbar, tetapi jika sudah ada saya akan meminta kejelasan atas meninggalnya keponakan saya. Bahkan masalah ini juga akan diproses ke Polda Malut dan jika tidak diindahkan lagi maka akan dilanjutkan ke Mabes Polri,”tegasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, Humas Polres Halbar belum bisa dihubungi untuk dikonfirmasi terkait adanya peristiwa tersebut.

 

Penulis : Eghez

Editor   : Redaksi

Berita Terkait

KPK Periksa Nusron Wahid, Delapan Tersangka Kasus Suap HGB Jadi Sorotan
Soal Putusan MK, Refly Harun: Gibran Seharusnya Pakai Etika Berpemerintahan
Pemkab Halbar Perkuat Konektivitas Loloda Tengah melalui Usulan Deviasi KM Sabuk Nusantara 35
Muskab III PMI Halbar Tetapkan Chuzaemah Djauhar sebagai Ketua 2026–2031
Anggota Deprov Meri Popala Serap Aspirasi Petani Ibu Selatan, Infrastruktur Pertanian Jadi Perhatian
Reses di Ibu, Meri Popala Serap Aspirasi Petani soal Kebutuhan yang Mendesak
Pokja IV TP-PKK Halbar Dorong Desa Awer Perkuat Kesadaran Kesehatan Lingkungan
Sarana Pertanian Jadi Aspirasi Utama Dalam Reses Meri Popala 
Berita ini 347 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Soal Putusan MK, Refly Harun: Gibran Seharusnya Pakai Etika Berpemerintahan

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Pemkab Halbar Perkuat Konektivitas Loloda Tengah melalui Usulan Deviasi KM Sabuk Nusantara 35

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Muskab III PMI Halbar Tetapkan Chuzaemah Djauhar sebagai Ketua 2026–2031

Minggu, 27 September 2026 - 18:27 WIB

Anggota Deprov Meri Popala Serap Aspirasi Petani Ibu Selatan, Infrastruktur Pertanian Jadi Perhatian

Sabtu, 26 September 2026 - 20:29 WIB

Reses di Ibu, Meri Popala Serap Aspirasi Petani soal Kebutuhan yang Mendesak

Berita Terbaru

error: