Air Bersih Tak Mengalir, Janji Pemerintah Halbar Ikut Mandek

Banjir merusak sumber air, PDAM tak menjangkau, Dinas PU terkendala cuaca, sementara warga dipaksa bertahan tanpa kepastian

- Jurnalis

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak Warga Desa Tolofuo terpaksa harus mengambil air bersih di Desa Tolofuo demi bisa bertahan hidup (Dok/Wrg)

Tampak Warga Desa Tolofuo terpaksa harus mengambil air bersih di Desa Tolofuo demi bisa bertahan hidup (Dok/Wrg)

terasmalut — Janji Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) untuk menjamin akses air bersih bagi warga Desa Tolofuo, Kecamatan Loloda, kian terdengar seperti jargon administratif belaka. Di tengah krisis air bersih yang telah berlangsung berhari-hari, warga justru dipaksa bertahan dengan keterbatasan, sementara koordinasi antarinstansi pemerintah tampak berjalan di tempat.

Krisis air bersih di Desa Tolofuo dipicu oleh banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Halmahera Barat pada awal Januari 2026. Bencana tersebut mengakibatkan dua bak penampungan air bersih milik desa serta sumber mata air utama tertimbun material longsor, sehingga tidak lagi dapat difungsikan. Sejak saat itu, warga kehilangan akses terhadap air bersih untuk kebutuhan dasar seperti minum, mandi, dan mencuci.

PDAM : Jaringan Terbatas, Solusi Darurat

Direktur PDAM Jailolo, Robert, menjelaskan bahwa jaringan pelayanan PDAM hanya menjangkau hingga Desa Kedi. Oleh karena itu, pihaknya menyarankan kepada pemerintah kecamatan agar warga Tolofuo mengambil air dari Desa Kedi dengan menggunakan jerigen.

“Jaringan PDAM hanya sampai di Kedi. Saya sarankan ke Pak Camat agar disiapkan jerigen supaya warga bisa mengambil air menggunakan bodi dari Kedi,” ujar Robert.

Ia menambahkan, PDAM hanya mampu menyediakan satu titik kran umum di Pelabuhan Kedi agar jarak tempuh warga Tolofuo lebih dekat dibandingkan harus mengambil air ke lokasi lain.

Baca Juga :  Sudah Sepekan Tak Mengalir, Warga Bobanehena Keluhkan Air PDAM Halbar

“Sementara ini Pak Camat melayani warga dengan distribusi air galon, dua hari sekali. Itu hanya untuk air minum. Padahal kebutuhan warga bukan hanya minum, tapi juga mandi dan mencuci. Air galon mahal, jadi kami bantu dengan memasang mata kran di Pelabuhan Kedi agar warga bisa mengambil air menggunakan jerigen,” jelasnya.

PDAM juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk pengadaan jerigen. Namun, dari permintaan 20 jerigen, hanya 10 yang dapat disediakan.

“Kalau mau dibuatkan fasilitas di dalam kampung, saya sudah sampaikan ke Pak Camat agar berkoordinasi dengan Dinas PU. Terus terang dari PDAM, anggaran kami tidak ada. Saya juga sudah minta teman-teman di Loloda untuk mendata dan mengukur lokasi, nanti saya yang masukkan laporan ke Dinas PU,” tegas Robert.

Dinas PU : Cuaca Jadi Alasan

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Kabupaten Halmahera Barat, Fachlis, mengaku telah memerintahkan stafnya untuk turun ke Desa Tolofuo. Namun, upaya tersebut terkendala faktor cuaca.

“Saya sudah perintahkan staf saya ke Desa Tolofuo, tetapi cuaca buruk sehingga tidak ada bodi perahu yang berani keluar. Akibatnya, mereka tidak bisa berangkat,” ujar Fachlis saat dikonfirmasi pada Senin (12/1).

Namun, ketika media ini kembali mencoba mengonfirmasi Fachlis yang juga merupakan Koordinator Pemulihan Sarana dan Prasarana, Satgas Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor Kabupaten Halmahera Barat, pada Kamis (14/1) terkait tindak lanjut penanganan krisis air bersih tersebut, yang bersangkutan tidak memberikan respons hingga berita ini ditayangkan.

Baca Juga :  Dinas PU-PR Halbar Prioritaskan Infrastruktur Jalan dan Jembatan di Dua Kecamatan ini

Warga: Air Bersih Bukan Kemewahan

Terpisah, salah seorang warga Desa Tolofuo, Harmin, membenarkan adanya distribusi air galon dari pihak kecamatan. Namun, menurutnya, bantuan tersebut jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh warga.

“Memang ada air galon dari kecamatan. Tapi kami juga sering mengambil air di Desa Kedi. Jaraknya cukup jauh, apalagi kalau cuaca buruk. Kalau ombak besar, tidak mungkin kami ke Pelabuhan Kedi,” ungkap Harmin.

Ia menegaskan bahwa sungai yang berada di desa hanya bisa digunakan untuk mencuci, karena tidak layak untuk dikonsumsi.

“Air itu kebutuhan dasar manusia. Sungai di desa kami hanya bisa dipakai untuk cuci, tidak bisa diminum,” katanya.

Harmin pun menyentil Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, khususnya Dinas PU-PR dan PDAM, agar tidak berlindung di balik alasan keterbatasan anggaran.

“Kalau memang anggaran terbatas, jangan gengsi untuk minta bantuan ke Pemerintah Provinsi. Kami yakin provinsi bisa membantu mencarikan solusi. Tidak perlu sungkan, ini soal hak dasar masyarakat,” tandasnya.*(Ghe/Red)

Berita Terkait

Lepas 220 Atlet ke Porprov V Malut, James Uang: Kalian Duta Terbaik Halbar
Chuzaemah Emban Misi Besar Halbar di Porprov Malut: Prestasi dan Sportivitas Harus Berjalan Seiring
SPBUN Desa Tuada Salurkan Hewan Kurban di Masjid Desa Tuada
Rivaldo Leki Sebut Sekdes, Perangkat Desa dan Ketua BPD Tidak Paham Jalankan Kewenangan dalam Proyek Listrik
Dugaan Pencabulan Anak 4 Tahun di Halbar Jadi Sorotan, Keluarga Terduga Pelaku Tempuh Langkah Hukum
Babak Baru Polemik RSUD Jailolo, DPRD Halbar Bidik Tata Kelola dan Anggaran
Memanas! IDI Halbar Respons Pernyataan Sekwan Soal Tenaga Medis
Perubahan Kebijakan Bikin Program Desa Tertunda, Ini Penjelasan Kades Pumadada
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:06 WIB

Lepas 220 Atlet ke Porprov V Malut, James Uang: Kalian Duta Terbaik Halbar

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:54 WIB

Chuzaemah Emban Misi Besar Halbar di Porprov Malut: Prestasi dan Sportivitas Harus Berjalan Seiring

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:45 WIB

SPBUN Desa Tuada Salurkan Hewan Kurban di Masjid Desa Tuada

Senin, 25 Mei 2026 - 20:50 WIB

Rivaldo Leki Sebut Sekdes, Perangkat Desa dan Ketua BPD Tidak Paham Jalankan Kewenangan dalam Proyek Listrik

Senin, 25 Mei 2026 - 18:59 WIB

Dugaan Pencabulan Anak 4 Tahun di Halbar Jadi Sorotan, Keluarga Terduga Pelaku Tempuh Langkah Hukum

Berita Terbaru

Ilustrasi penyerahan bantuan Hewan Qurban Idul Adha 1447 Hijriah kepada Masjid Nurul Saffa Desa Tuada

Halmahera Barat

SPBUN Desa Tuada Salurkan Hewan Kurban di Masjid Desa Tuada

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:45 WIB

error: