Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/u1011752/public_html/terasmalut.id/wp-includes/functions.php on line 6131

Jembatan Tak Kunjung Dibangun, Puluhan Tahun Warga Dua Desa di Halbar Seberangi Jalur Sungai Tanpa Jembatan

- Jurnalis

Senin, 6 Desember 2021 - 08:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak Warga saat melintasi jalur sungai tanpa jembatan penghubung antara Desa Taraudu dan Desa Gamnial (foto/Eghez)

Tampak Warga saat melintasi jalur sungai tanpa jembatan penghubung antara Desa Taraudu dan Desa Gamnial (foto/Eghez)

JAILOLO, Puluhan tahun masyarakat dua desa di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) terpaksa harus mengalah dengan kondisi alam. Jembatan utama yang menghubungkan kedua desa wilayah Kecamatan Sahu dan Sahu Timur itu, seringkali hilang tertutup aliran sungai yang deras saat hujan turun.

Jembatan penghubung kedua Desa yakni Desa Taraudu Kecamatan Sahu dan Desa Gamnial Kecamatan Sahu itu memang timbul tenggelam sesuai dengan kondisi cuaca.

Kepala Desa Taraudu Kecamatan Sahu Nelson Tan mengatakan, hal itu akhirnya berdampak banyak terutama perekonomian warga.

”Kalau musim hujan, jalan penghubung ini bisa tertutup total oleh aliran Sungai. Hasil perkebunan warga yang harus dibawah dari sebrang jalur sungai tentu berdampak karena akses perekonomian otomatis tertutup saat hujan deras, karena tidak mungkin menyebrang,” kata Nelson saat ditemui defactonews.co di kediamannya, (6/12/21).

Baca Juga :  DPRD Halmahera Barat Peduli, Kembali Beri 6 Ton Beras Untuk Pengungsi Erupsi Gunung Ibu

Nelson menyebut, Sudah sejak lama kondisi itu tidak berubah banyak. Tidak ada sama sekali jembatan penghubung yang bisa digunakan, saat aliran sungai meluap menutup jalan selama ini, warga hanya bisa melintas ketika air surut meski jalan tidak sepenuhnya kering.

“Kondisi itu tentu sangat memprihatinkan, karena jalur tersebut merupakan jalur yang sering digunakan antar kedua desa bahkan warga harus membawa hasil perkebunannya menyebrang,”sebutnya.

Nelson mengaku, kebutuhan jembatan penghubung yang dibutuhkan itu sudah sejak lama disampaikan saat Musrenbang, namun tidak pernah ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah untuk penggunaan harian masyarakat dalam menghubungkan kedua desa tersebut.

“Jembatan itu sudah sejak lama disampaikan saat Musrenbang namun yang dikerjakan hanya jalan, tetapi jalan masih banyak yang putus-putus, sementara jembatan tidak dilaksanakan,”akunya.

Selain disampaikan pada Musrenbang, menurut Nelson, dirinya sudah berulang kali berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum di pemerintahan sebelumya dan sudah beberapa kali berganti Kepala Dinas di Dinas Pekerjaan Umum tetapi yang diperoleh hanyalah janji semata.

Baca Juga :  Dua Pejabat Administrator Halbar Dilantik, Ini Pesan Tegas Sekda

“Kalau untuk Kadis yang baru ini kami belum pernah koordinasi, karena belum pernah bertemu, tetapi di Kadis sebelumnya itu sudah sering disampaikan namun hanya dijanjikan “tahun ini” berulangkali dengan narasi yang sama bahkan sudah pernah diperiksa lokasi jembatan oleh Dinas terkait tetapi tidak pernah terealisasi,”beber Nelson.

Mewakili masyarakat di desa setempat, Nelson berharap agar pemerintah kabupaten halmahera barat bersedia menyentuh wilayah itu.

“Masyarakat sudah terlalu lama menunggu adanya pembangunan jembatan. mereka tentu sangat menaruh harapan agar wilayah mereka dapat diperhatikan sebagaimana wilayah lain tanpa terkendala apapun,”harapnya.

 

Berita Terkait

RSUD Jailolo Buka-bukaan Soal Anggaran, Rp19 Miliar Jadi Acuan
Bupati Halmahera Barat Kampanyekan Toleransi dan Persaudaraan Lewat Gerakan Cinta Damai
Bupati dan DPRD Turun Langsung Verifikasi Keluhan Obat dan Pelayanan di Rumah Sakit Jailolo
Musrenbang Halbar 2027, James Uang Tekankan Disiplin Fiskal dan Produktivitas OPD
Meri Popala Turun Langsung, Pastikan Kondisi Warga Pengungsi Halbar
Dua Pejabat Administrator Halbar Dilantik, Ini Pesan Tegas Sekda
Dasril: Tak Ada Toleransi untuk Ajakan Kekerasan Oknum DPRD Malut
Kabar Baik ASN Halbar: Gaji Reguler dan THR Segera Dibayarkan
Berita ini 278 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 14:56 WIB

RSUD Jailolo Buka-bukaan Soal Anggaran, Rp19 Miliar Jadi Acuan

Jumat, 10 April 2026 - 13:23 WIB

Bupati Halmahera Barat Kampanyekan Toleransi dan Persaudaraan Lewat Gerakan Cinta Damai

Jumat, 10 April 2026 - 07:11 WIB

Bupati dan DPRD Turun Langsung Verifikasi Keluhan Obat dan Pelayanan di Rumah Sakit Jailolo

Kamis, 9 April 2026 - 20:23 WIB

Musrenbang Halbar 2027, James Uang Tekankan Disiplin Fiskal dan Produktivitas OPD

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:36 WIB

Dua Pejabat Administrator Halbar Dilantik, Ini Pesan Tegas Sekda

Berita Terbaru

Direktur RSUD Jailolo, dr. Novi M. Drakel

Halmahera Barat

RSUD Jailolo Buka-bukaan Soal Anggaran, Rp19 Miliar Jadi Acuan

Sabtu, 11 Apr 2026 - 14:56 WIB

error: