Pembangunan Jembatan Kalibutu Terkendala Akibat Terjalnya Gunung Opan, Pihak Ketiga Mengaku Keberatan

- Jurnalis

Sabtu, 30 Maret 2024 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak Masyarakat dari kecamatan Loloda saat hendak menyebrang sungi Kalibutu ketika tergenangi luapan banjir

Tampak Masyarakat dari kecamatan Loloda saat hendak menyebrang sungi Kalibutu ketika tergenangi luapan banjir

JAILOLO, terasmalut – Pembangunan Jembatan Kalibutu yang menghubungkan antara Kecamatan Loloda dan Kecamatan Ibu baru-baru ini disoroti Akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate, Tamin Ilan Abanun.

Hal ini menyusul setelah beredarnya video di sosial media tampak warga kecamatan loloda saat melewati sungai dengan arus disertai bebatuan di (Kalibutu) tanpa adanya jembatan.

Tamin mengatakan, perencanaan pembangunan Daerah di Kabupaten Halmahera Barat di daerah berbagai macam permasalahan sudah tergambar dalam RPJMD 2021-2026.

Olehnya itu, Tamin menyebut dalam hal pelayanan umum yang berkaitan dengan kinerja penyelenggaraan kewenangan pemerintah dalam urusan pelayanan wajib yaitu urusan PUPR yakni belum terintegrasinya infrastruktur jalan dan jembatan yang menghubungkan Ibu kota Kabupaten dengan kecamatan dan antar kecamatan dengan pedesaan.

Bahkan serta antar sentra produksi dengan pusat perdagangan, salah satunya adalah belum terbangunnya jembatan Kali Butu yang menghubungkan Kecamatan Loloda dengan Kecamatan Ibu.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Halbar James Uang, kepada terasmalut.id sabtu (30/03/24) mengatakan, jembatan kalibutu belum bisa dibangun di tahun Anggaran 2024 karena tidak ada satupun pihak ketiga yang mengaku untuk mengerjakan akibat terkendala terjalnya Gunung Opan.

Baca Juga :  Peringati Hari Gizi Nasional, Persagi Malut-Halbar Kolaborasi Maksimalkan Pangan Lokal Cegah Stunting 

“Tidak ada Pihak ketiga yang mau bangun kalau gunung opan tidak di kasih turun. Karna pihak ketiga mengaku mengalami kesulitan ada saat mendistribusi material, posisi gunung opan yang ada itu Dum truck yang distribusi material naik dan undur lebih banyak,”ungkap James Uang.

Politisi Demokrat ini mengaku, untuk kalibutu tahun ini telah dianggarkan dalam Anggaran APBD sebesar 15 Milyar, namun prioritasnya untuk mengurangi kondisi jalan yang menanjak terjal di Gunung Opan.

“Setelah gunung opan di kasih turun tahun ini baru di rencanakan tahun berikutnya akan di programkan pembangunan jembatan kalibutu,”terangnya.

Ia menjelaskan, Kita harus memahami bahwa setiap pembangunan itu harus melalui tahapan-tahapan. Untuk itu, kata James, Tahun ini anggaran Infrastruktur jalan yang bakal masuk ke kecamatan Loloda berkisar 60 Milyar

Baca Juga :  Fransiska Renjaan: Pelantikan Julius Marau Sebagai Sekda Halbar Menunggu Izin Mendagri

“Untuk lanjutan pekerjaan jalan ruas kedi-Jangailulu 60 Miliar bersumber dari APBD dan Inpres jalan tahun anggaran 2024,”akunya.

“Saat ini walaupun jembatan kalibutu belum dibangun tetapi akses untuk mobil sudah bisa dilalui jalan sudah dihotmix dan setiap orang Loloda sudah bisa pergi pulang Jailolo-Loloda,”sambung James Uang.

Menurutnya, Dirinya dan Djufri Muhamad memimpin Halmahera Barat dalam Masa tiga Tahun Ber-APBD, Pemerintahan Jujur di lantik bulan februari tahun 2021 yang diperhadapkan pada 3 hal mendasar.

Pertama dilantik di tengah pandemi covid-19 sehingga anggaran yang bersumber dari APBN untuk daerah direfocusing habis-habisan dan Kedua Pemerintahan sebelumnya mewariskan utang sebesar 135 M.

“Kenapa tidak dikritisi 15 tahun pemerintahan sebelum pemerintahan Jujur?, Padahal JUJUR meskipun diperhadapkan pada 3 masalah fundamental tapi jelang 3 tahun APBD tapi dampak pembangunan dirasakan oleh mayarakat,”tandasnya.*(tm01).

Berita Terkait

Hardiknas 2026, Halmahera Barat Teguhkan Komitmen Pendidikan Berkualitas
PGRI Halbar Beberkan Proses Pemindahan Gedung UKS, Anggaran Rp225 Juta
Menuju Tanah Suci, Bupati James Uang Lepas 19 JCH Halbar Secara Resmi
Hikayat : Penolakan Investasi Harus Berbasis Kajian, Halbar Butuh Gagasan Bukan Retorika Kosong
Masri Hamja : Frangky Luang perlu dikasihani
Marianto Mayau Dinilai Sesat dan keliru Memahami Substansi Penjelasan Bupati Halbar
Kadisdik Halbar : Jangan Salah Kaprah, TKA Bukan Program Wajib
Fasilitas Minim, Siswa SD Halbar Ujian “Nebeng” Sekolah Lain
Berita ini 254 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:53 WIB

Hardiknas 2026, Halmahera Barat Teguhkan Komitmen Pendidikan Berkualitas

Selasa, 28 April 2026 - 16:53 WIB

PGRI Halbar Beberkan Proses Pemindahan Gedung UKS, Anggaran Rp225 Juta

Selasa, 28 April 2026 - 09:13 WIB

Menuju Tanah Suci, Bupati James Uang Lepas 19 JCH Halbar Secara Resmi

Sabtu, 25 April 2026 - 21:19 WIB

Hikayat : Penolakan Investasi Harus Berbasis Kajian, Halbar Butuh Gagasan Bukan Retorika Kosong

Jumat, 24 April 2026 - 08:52 WIB

Marianto Mayau Dinilai Sesat dan keliru Memahami Substansi Penjelasan Bupati Halbar

Berita Terbaru

PGRI Halmahera Barat (Dok/Ist)

Halmahera Barat

PGRI Halbar Beberkan Proses Pemindahan Gedung UKS, Anggaran Rp225 Juta

Selasa, 28 Apr 2026 - 16:53 WIB

Bupati Halmahera Barat, James Uang, melepas 19 JCH (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Menuju Tanah Suci, Bupati James Uang Lepas 19 JCH Halbar Secara Resmi

Selasa, 28 Apr 2026 - 09:13 WIB

error: