
terasmalut — Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) Daerah Pemilihan I Ternate–Halmahera Barat, Meri Popala, kembali menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam agenda reses masa persidangan I Tahun 2025-2026, hari keempat yang berlangsung di Desa Tuguis, Kecamatan Ibu Tabaru, Selasa (3/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian reses yang telah menjangkau tujuh titik di wilayah Halmahera Barat.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai kebutuhan mendesak, khususnya di sektor infrastruktur, pertanian, pendidikan, dan pelayanan dasar.
Aspirasi yang dihimpun antara lain permintaan pembangunan jalan tani, jalan penghubung antarwilayah, penanganan air bersih yang terputus, pembangunan jembatan, pemasangan jaring pengaman jembatan, serta pembangunan parit, deker, swering, dan jalan setapak sepanjang 300 meter.
Selain itu, warga juga mengusulkan pengadaan alat dan mesin pertanian berupa delapan unit cultivator, enam unit mesin tok-tok, satu unit traktor, permintaan pupuk, mesin pipil jagung, serta satu unit sensor pertanian. Di bidang pendidikan, masyarakat menyampaikan kebutuhan perbaikan sekolah taman kanak-kanak serta penambahan tenaga pendidik TK dan PAUD.
Meri Popala menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat merupakan cerminan kebutuhan riil yang harus segera mendapat perhatian.
“Reses ini bukan sekadar agenda formal, tetapi ruang bagi rakyat untuk menyampaikan langsung apa yang mereka rasakan dan butuhkan dalam kehidupan sehari-hari,”ujar Meri Popala.
Ia menyampaikan bahwa dari delapan titik reses yang telah dikunjungi, mayoritas aspirasi memiliki pola yang sama, yakni terkait keterbatasan akses infrastruktur dan layanan dasar.
“Permintaan yang dominan adalah jalan, air bersih, jembatan, serta sarana pertanian. Ini menunjukkan bahwa pembangunan dasar masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus kita tuntaskan bersama,”katanya.
Menyikapi hal tersebut, Anggota DPRD Maluku Utara ini menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap usulan agar masuk dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Saya akan memastikan seluruh aspirasi ini tidak berhenti di atas kertas, tetapi diperjuangkan secara serius melalui mekanisme penganggaran dan program pemerintah,”tegasnya.
Sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Maluku Utara, Meri Popala juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan lintas pemerintahan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa setiap aspirasi akan diklasifikasikan sesuai kewenangan masing-masing tingkatan pemerintahan, mulai dari pemerintah desa, kabupaten, provinsi, hingga kementerian melalui balai teknis.
“Prinsipnya sinkronisasi program menjadi kunci agar tidak terjadi tumpang tindih dan agar anggaran benar-benar tepat sasaran,”jelasnya.
Ketua TP-PKK Halbar ini juga kembali menegaskan komitmennya untuk tetap konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Saya hadir sebagai wakil masyarakat, dan tugas saya adalah memastikan suara mereka didengar, diperjuangkan, dan diwujudkan menjadi kebijakan nyata yang membawa perubahan bagi kesejahteraan bersama,”pungkasnya.*(Ghe/Red)














