Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/u1011752/public_html/terasmalut.id/wp-includes/functions.php on line 6131

Skandal Etika Oknum ASN Halbar Mencuat, Keluarga Istri Sah Bersiap Tempuh Jalur Hukum

Keluarga istri sah menilai persoalan telah melampaui batas toleransi dan berpotensi ditempuh secara hukum

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi (Dok/Ist)

Foto Ilustrasi (Dok/Ist)

terasmalut — Lingkungan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Halmahera Barat kembali menjadi sorotan publik setelah mencuat dugaan pelanggaran etika dan disiplin aparatur sipil negara (ASN) yang melibatkan seorang pejabat struktural. Seorang ASN yang menjabat sebagai Kepala Bidang Diklat BKD Halmahera Barat, Ruslan Thalib Ena, S.Sos., MM, diduga terlibat hubungan perselingkuhan dengan seorang dosen aktif di Universitas Strada Indonesia Kediri, Jawa Timur.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan hubungan tersebut telah berlangsung dalam kurun waktu cukup lama dan berdampak serius terhadap keharmonisan rumah tangga yang bersangkutan. Keluarga istri sah menilai peristiwa ini bukan sekadar persoalan pribadi, melainkan telah menyentuh aspek moral, etika jabatan, serta integritas profesi ASN yang seharusnya menjadi teladan di tengah masyarakat.

Istri sah Ruslan Thalib Ena, inisial E, mengungkapkan bahwa dirinya telah memendam tekanan batin selama kurang lebih enam bulan sejak pertama kali mengetahui dugaan hubungan tidak patut tersebut. Kondisi itu semakin memburuk setelah ia menerima ancaman dalam bentuk somasi hukum, menyusul beredarnya sebuah video yang disebut-sebut mendokumentasikan kedekatan Ruslan dengan dosen dimaksud dan telah sampai ke pihak Rektorat Universitas Strada Indonesia Kediri.

Baca Juga :  Disebut Lakukan Pinjaman Siluman, Wakil Bupati: Kita Tidak Mau Defisit yang Berimbas Sampai Saat Ini Terulang Lagi

“Sudah enam bulan saya berusaha menahan diri dan berharap yang bersangkutan menyadari kekeliruannya serta kembali menghargai ikatan pernikahan kami. Namun kenyataannya, hubungan itu terus berlanjut dan saya justru menerima tekanan berupa somasi hukum. Bahkan pihak kampus telah menghubungi saya untuk meminta klarifikasi,”ujar Inisial E saat dimintai keterangan.

Pihak keluarga besar Inisial E menyatakan sikap tegas atas persoalan tersebut. Mereka menilai dugaan perilaku yang dilakukan tidak hanya melukai martabat keluarga, tetapi juga mencoreng nilai-nilai profesionalisme dan etika yang melekat pada status ASN dan tenaga pendidik.

“Kami sebenarnya tidak menginginkan persoalan ini berujung pada proses hukum. Namun apabila hak dan perasaan istri sah terus diabaikan, kami siap menempuh jalur hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,”kata salah satu perwakilan keluarga.

Sementara itu, hasil penelusuran internal yang dilakukan di lingkungan BKD Halmahera Barat selama kurang lebih tiga bulan turut menguatkan dugaan adanya pelanggaran disiplin. Ruslan Thalib Ena diketahui mengajukan izin dinas ke Kediri dengan alasan berobat dan mengurus keperluan kedinasan, namun fakta di lapangan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara izin yang diajukan dan aktivitas yang dilakukan.

Baca Juga :  Djufri Muhamad Resmi Nahkodai Askab PSSI Halbar

Berdasarkan hasil pemantauan dan verifikasi lokasi, tidak ditemukan bukti adanya aktivitas pengobatan maupun urusan kedinasan sebagaimana tercantum dalam izin. Yang bersangkutan justru diketahui tinggal di sebuah rumah kos di Kediri dan diduga sering menghabiskan waktu bersama dosen yang disebut sebagai pihak dalam dugaan perselingkuhan tersebut.

“Dari hasil klarifikasi dan penelusuran yang kami lakukan, tidak ditemukan indikasi kegiatan berobat ataupun tugas kedinasan. Aktivitas yang bersangkutan tidak sesuai dengan izin yang diajukan,”ungkap sumber yang mengetahui proses pemeriksaan internal tersebut.

Atas dasar berbagai temuan dan keterangan yang ada, keluarga Inisial E menyatakan telah menyiapkan sejumlah bukti pendukung untuk melaporkan dugaan perbuatan tersebut kepada aparat penegak hukum. Selain itu, mereka juga berencana meminta klarifikasi resmi dari Universitas Strada Indonesia Kediri terkait peran dosen yang diduga terlibat serta kemungkinan sanksi etik yang akan dijatuhkan.

“Kami menuntut kejelasan dan tanggung jawab moral. Ini bukan semata persoalan keluarga, tetapi juga menyangkut integritas ASN dan dunia pendidikan. Kami berharap semua pihak berani bersikap tegas demi menjaga kepercayaan publik,”tegas perwakilan keluarga Inisial E.

 

Berita Terkait

Serangan ke Kepala BPKAD Dinilai Terburu-buru, KNPI: Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta
Penataan Struktur Organisasi Dibarengi Isu Krusial BBM, Pemda Diminta Perhatikan Kuota Solar
Bendahara BKAD Halbar Bantah Isu Pemotongan Siltap Rp15 Juta 
Uang bertambah, obat tetap langkah, Dasril : Direktur biasa saja
RSUD Jailolo Buka-bukaan Soal Anggaran, Rp19 Miliar Jadi Acuan
Bupati Halmahera Barat Kampanyekan Toleransi dan Persaudaraan Lewat Gerakan Cinta Damai
Bupati dan DPRD Turun Langsung Verifikasi Keluhan Obat dan Pelayanan di Rumah Sakit Jailolo
Musrenbang Halbar 2027, James Uang Tekankan Disiplin Fiskal dan Produktivitas OPD
Berita ini 629 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 10:55 WIB

Serangan ke Kepala BPKAD Dinilai Terburu-buru, KNPI: Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta

Sabtu, 18 April 2026 - 18:51 WIB

Penataan Struktur Organisasi Dibarengi Isu Krusial BBM, Pemda Diminta Perhatikan Kuota Solar

Senin, 13 April 2026 - 14:51 WIB

Bendahara BKAD Halbar Bantah Isu Pemotongan Siltap Rp15 Juta 

Minggu, 12 April 2026 - 13:37 WIB

Uang bertambah, obat tetap langkah, Dasril : Direktur biasa saja

Jumat, 10 April 2026 - 13:23 WIB

Bupati Halmahera Barat Kampanyekan Toleransi dan Persaudaraan Lewat Gerakan Cinta Damai

Berita Terbaru

Bendahara BKAD Halbar, Arnike Saba, didampingi Sejumlah pengurus Apdesi Halbar dalam konferensi pers membantah adanya dugaan pemotongan Siltap Pemerintah Desa (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Bendahara BKAD Halbar Bantah Isu Pemotongan Siltap Rp15 Juta 

Senin, 13 Apr 2026 - 14:51 WIB

Dasril Hi. Usman, Ketua DPD PAN Halmahera Barat (dok/tm)

Halmahera Barat

Uang bertambah, obat tetap langkah, Dasril : Direktur biasa saja

Minggu, 12 Apr 2026 - 13:37 WIB

error: