HALBAR, terasmalut.ID — Warga Sidangoli, Kecamatan Jailolo Selatan, mendesak pemerintah daerah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Provinsi Maluku Utara, berkoordinasi dengan Balai Perhubungan dan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Sidangoli-Ternate agar membenahi sistem pelayanan yang amburadul.
Abdul Halik warga Desa Sidangoli Dehe kepada terasmalut.ID, Rabu (15/02/23) menyampaikan bahwa Keprihatinan masyarakat setempat itu bukan hanya didasari terhambatnya mobilitas orang. Namun lebih dari itu, yakni terhambatnya mobilitas barang dan jasa yang dapat mengganggu roda perekonomian masyarakat. Khususnya di Kecamatan Jailolo Selatan yang terus tumbuh dan berkembang.
Untuk itu, tokoh masyarakat ini mendesak Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Halmahera Barat untuk segera berkoordinasi dengan berbagai pihak agar persoalan pelayanan penyebrangan yang terbengkalai tersebut diatasi.
Menurutnya, ditahun lalu, pelayanan angkutan feri Sidangoli-Ternate atau Ternate-Jailolo, jadwal pelayanan kapal dalam setiap harinya 5 kali, namun beberapa bulan terakhir ini ada perubahan sehingga pelayanannya hanya ada 2 kali dalam sehari.
“Padahal antusias penumpang dan mobilisasi barang untuk menyebrang melalui pelabuhan kapal ferry Sidangoli-Ternate maupun Ternate-Sidangoli makin meningkat. Tetapi jika dalam sehari pelayanannya hanya 2 kali maka tentu saja berpengaruh buruk pada kelangsungan daya arus penumpang yang makin hari makin berkurang,”
Bahkan sambung Abdul Halik, tak hanya kurangnya pelayanan tetapi juga waktu tiba-berangkat yang tidak menentu ditambah dengan kapasitas muat dan fasilitas kapal ferry yg kurang memadai sehingga jauh dari kualitas mutu pelayanan orang dan barang membuat masyarakat dan pengguna jasa ferry tersebut makin resah.
“Sering kali penumpang yang datang ke pelabuhan mempersiapkan keberangkatan sesuai jdwal tiba-berangkat kapal, tetapi karena kapal telat tiba tidak sesuai jadwal terpaksa harus menunggu berjam-jam,”ungkapnya
Belum lagi, banyaknya mobil yang mengantri lama dan berharap untuk menyebrang, terpaksa tertunda karena kapasitas muatan kapal juga sangat terbatas karena memang ukuran dan ruang kapalnya juga sangat sempit.
“Jadi, apabila jumlah penumpang banyak maka sudah pasti tempat duduk yang tersedia di kapal ferry tersebut tidak mencukupi sehingga penumpang yang lainnya pasti berdiri sampai kapal tiba di tempat tujuan. Nah bukan hanya itu saja, kecepatan kapal ferry KMP. KERAPU yang melayani penyebrangan Sidangoli-Ternate maupun sebaliknya ini juga tidak laju dan terkadang jika ada gelombang dan angin maka perjalann kapalnya makin lambat lagi,”sesal Ongen sapaan akrab Abdul Halik.
Ongen menyebut, Bahwa kondisi kapal ferry KMP.KERAPU yang melayani penyeberangan Sidangoli-Ternate atau sebaliknya itu sebnarnya tidak layak digunakan untuk mengangkut penumpang karena kondisi kapalnya sangatlah tidak memenuhi Standar Mutu Pelayanan angkutan penumpang maupun barang.
“Buruknya layanan ferry tersebut, sebelumnya saya sudah berkordinasi dengan dishub halbar untuk segera ada penanganannya karena jika stuasi ini dibiarkan maka selain pengguna jasa kapal ferry, tentu berdampak juga pada pendapatan warga yang mengais rejeki di sekitaran pelabuhan. Selain itu berpengaruh juga pada minat orang atau pengguna jasa ferry melalui pelabuhan penyebrangan sidangoli-ternate maupun ternate-sofifi,”bebernya.
“Kami berharap kepada Balai perhubungan serta pihak PT.ASDP untuk segera bertindak cepat membenahi sistem pelayanan kapal ferry sidangoli-ternate yang setiap harinya tidak boleh kurang dari 4 kali. dan harus konsisten terhadap waktu tiba-berangkat di pelabuhan, kapal ferry yang nanti digunakan harus kapal yang layak memenuhi standar mutu pelayanan angkut penumpang dan barang tidak boleh menggunakan KMP KERAPU,”tandasnya.
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Eghez














