terasmalut — Bupati Halmahera Barat (Halbar) Maluku Utara, James Uang S.Pd., M.M., secara resmi membuka Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Maluku Utara.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola keuangan desa yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Dalam sambutannya, Bupati James menyampaikan apresiasi tinggi kepada BPKP atas kolaborasi dan inisiatif dalam pelaksanaan kegiatan yang dinilainya memiliki nilai strategis bagi peningkatan kapasitas aparatur desa dalam mengelola keuangan secara efektif dan bertanggung jawab.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, saya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BPKP Perwakilan Provinsi Maluku Utara atas dukungan dan inisiatif luar biasa dalam penyelenggaraan workshop ini,”ujar Bupati James Uang, dalam sambutannya saat membuka workshop secara resmi yang diselenggarakan di Aula Bidadari Kantor Pemkab Halbar. Kamis (30/25).
James menjelaskan, bahwa pengelolaan keuangan desa yang ideal harus berlandaskan pada tiga pilar utama good governance yaitu transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat yang menjadi dasar bagi terwujudnya pembangunan desa yang efektif dan dipercaya publik
“Transparansi membuka ruang bagi masyarakat untuk mengetahui bagaimana setiap rupiah dikelola, akuntabilitas memastikan setiap kebijakan dapat dipertanggungjawabkan, sementara partisipasi mencerminkan demokrasi desa di mana rakyat ikut merancang dan mengevaluasi pembangunan,”terang James.
Lebih lanjut, James mengemukakan pentingnya kemitraan antara pemerintah dan rakyat sebagaimana konsep New Public Service oleh Prof. Robert Denhardt bahwa pemerintah bukan sekadar melayani, melainkan bekerja bersama rakyat untuk mencapai kebaikan bersama.
Menurutnya, desa merupakan ujung tombak pembangunan daerah sehingga kemajuan Halmahera Barat berawal dari tata kelola yang mengedepankan transparansi dan nilai kejujuran.
“Jadi kalau di desa tata kelolanya yang baik dan pengelolaan keuangan yang jujur tentu akan mencerminkan amanah antara pemerintah dan rakyat,”ketus James
James menekankan agar terus memperkuat sistem pengawasan internal, efisiensi anggaran, serta peningkatan kapasitas aparatur desa agar pembangunan tidak hanya sebatas administrasi tetapi menjadi proses transformasi sosial dan ekonomi masyarakat
“Bangunlah desa dengan ilmu dan nurani dan rawatlah kejujuran dengan tanggung jawab sebab dari tangan-tangan yang tulus, Allah akan menumbuhkan berkah bagi negeri ini,”tutup Bupati James Uang.*(Ghe/Red)














