Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/u1011752/public_html/terasmalut.id/wp-includes/functions.php on line 6131

16 Tahun Desa Hamente Tidak Menikmati Air Bersih, Direktur PDAM Halbar: Mereka Kurang Sabar

- Jurnalis

Senin, 22 November 2021 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aliansi Masyarakat Desa Hamente saat menggelar aksi di depan Kantor Pemerintahan Kabupaten Halmahera Barat (22/11)

Aliansi Masyarakat Desa Hamente saat menggelar aksi di depan Kantor Pemerintahan Kabupaten Halmahera Barat (22/11)

JAILOLO, Aliansi Masyarakat Desa Hamente yang tergabung dalam tujuh desa di Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), menggelar aksi sebagai bentuk protes terhadap pemerintah daerah yang sudah menjanjikan air bersih namun belum juga direalisasikan. Senin (22/11/2021).

Warga tujuh desa yang disebut desa Hamente yakni Desa Tibobo, Desa Hoku-hoku gam, Desa Cempaka, Desa Ngaon, Desa Taba Cempaka, Desa Gamial, dan Desa Gamsungi mengaku hingga sejauh ini belum juga menikmati air bersih.

Korlap aksi, Hernando Datty kepada wartawan defactonews.co disela-sela aksi mengatakan, Sudah bertahun-tahun warga di desa hamente mengeluhkan ketersediaan air bersih, tetapi yang diperoleh hanyalah sebatas janji dari pemerintah daerah.

“Air bersih yang kami keluhkan bukan baru kali ini, namun sudah 16 tahun lamanya, hanya saja hingga saat ini masih saja dijanjikan oleh pemerintah daerah dan DPRD, maka hari ini dengan tegas kami bersikap jika tak ada respon dari pemerintah dan DPR maka kami akan melakukan pemboikotan Air dan juga Jalur utama lintas Jailolo-Ibu,”tegasnya.

“Hari ini kami Aliansi masyarakat Desa Hamente yang tergabung dalam tujuh desa sudah resah dengan janji dari pemerintah yang sudah 16 tahun lamanya namun hanyalah janji tinggal janji.

Baca Juga :  Dinkes Bersama Disparpora dan Setwan Halbar Kolaborasi Bantu Pengungsi Erupsi Gunung Ib

Menurutnya, Janji yang diberikan oleh pemerintah tersebut hanya membuat masyarakat di tujuh desa itu resah karena selama 16 tahun tidak juga direalisasikan dalam bentuk ketersediaan air bersih.

“Segera keluarkan air bersih untuk kami warga Hamente Serta mendesak kepada Bupati halbar untuk mengevaluasi Direktur PDAM,”pinta Hernando.

Tak hanya itu, pihaknya bahkan mendesak kepada Kejari halbar untuk melakukan pemeriksaan terhadap proyek air bersih dengan anggaran Rp. 6.639.653.000,00.

Tampak petugas Satpol-PP dan Polisi sedang berusaha memadamkan kobaran api yang dibakar oleh massa aksi.

“Proyek Air Bersih yang ditenderkan oleh PT. Shebeley Utama Perkasa dengan anggaran yang begitu besar namun hingga saat ini tak kunjung tuntas, maka kami mendesak pihak Kejari untuk segera melakukan pemeriksaan,”sesal Hernando.

Menanggapi tuntutan tersebut, Direktur PDAM Halbar, Robert saat ditemui diruang kerjanya mengatakan, Jumat pekan kemarin pihaknya sudah melakukan ujicoba tahap awal sehingga harus masih dilakukan uji coba beberapa kali lagi dengan jaringan.

“Jadi sambil melakukan ujicoba, kami juga sudah berkoordinasi dengan Bupati dan kepala Balai untuk waktu peresmiannya yang akan dilaksanakan dihari sabtu tanggal 27 sehingga setelah itu baru bisa dioperasionalkan,”ungkap Robert.

Baca Juga :  Niatnya Sampaikan Aspirasi, Don Joao Malah Dianiaya Ajudan Bupati Halmahera Barat

“ini cuman kurangnya kesabaran mereka saja, padahal proses ini masih terus berjalan tidak didiamkan dan tidak berhenti hanya saja waktunya yang perlu disesuaikan, tetapi mudah-mudahan dihari sabtu ini bisa terlaksana, yang akan disesuaikan dengan waktu bupati dan kepala Balai,”imbuhnya.

Selain itu, Robert juga mengaku, sempat terjadi kendala pada mesin saat dilakukan ujicoba pertama, tetapi pada ujicoba kedua pihaknya belum menemukan kendala sama sekali karena di mulainya baru dari lalanger ke tabah cempaka yang terdistribusi.

“Jaringan ke kondisi eksisting yang ada juga belum di ujicoba jadi belum diketahui apakah ada kebocoran atau tidak, dan rencananya hari baru akan dilakukan pendataan kondisi eksisting di 270 langganan yang ada di hamente,”ucap Robet.

“Semua tampungan diisi air penuh sambil dikroscek seluruh jaringan langganan yang ada dan kemudian dicoba untuk didistribusikan agar dari situ kita bisa menemukan ada kebocoran atau tidak, kalaupun ada kebocoran bisa diperbaiki sebelum adanya peresmian dihari sabtu,”tandasnya.

 

 

Berita Terkait

Imelda Tude: Jangan Salah Alamatkan Dugaan Kasus Pinjaman Halbar
KAHMI Halbar Luruskan Isu Utang Daerah, Singgung Dugaan Kepentingan di Baliknya
Dikeroyok Hingga Bersimbah Darah, Penanganan Kasus Jalan di Tempat?
Serangan ke Kepala BPKAD Dinilai Terburu-buru, KNPI: Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta
Penataan Struktur Organisasi Dibarengi Isu Krusial BBM, Pemda Diminta Perhatikan Kuota Solar
Bendahara BKAD Halbar Bantah Isu Pemotongan Siltap Rp15 Juta 
Uang bertambah, obat tetap langkah, Dasril : Direktur biasa saja
RSUD Jailolo Buka-bukaan Soal Anggaran, Rp19 Miliar Jadi Acuan
Berita ini 951 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 23:19 WIB

Imelda Tude: Jangan Salah Alamatkan Dugaan Kasus Pinjaman Halbar

Senin, 20 April 2026 - 22:17 WIB

KAHMI Halbar Luruskan Isu Utang Daerah, Singgung Dugaan Kepentingan di Baliknya

Senin, 20 April 2026 - 20:35 WIB

Dikeroyok Hingga Bersimbah Darah, Penanganan Kasus Jalan di Tempat?

Senin, 20 April 2026 - 10:55 WIB

Serangan ke Kepala BPKAD Dinilai Terburu-buru, KNPI: Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta

Sabtu, 18 April 2026 - 18:51 WIB

Penataan Struktur Organisasi Dibarengi Isu Krusial BBM, Pemda Diminta Perhatikan Kuota Solar

Berita Terbaru

melda Azzahra Tude(Sekritaris DPW BRINUS MALUT

Halmahera Barat

Imelda Tude: Jangan Salah Alamatkan Dugaan Kasus Pinjaman Halbar

Senin, 20 Apr 2026 - 23:19 WIB

Ilustrasi

Halmahera Barat

Dikeroyok Hingga Bersimbah Darah, Penanganan Kasus Jalan di Tempat?

Senin, 20 Apr 2026 - 20:35 WIB

error: