Polres Halbar Sebut Kasus Pemukulan oleh Oknum Anggota DPRD Morotai Tidak Bisa Disamakan, Butuh Waktu

- Jurnalis

Kamis, 9 Januari 2025 - 22:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AKBP Erlichson Pasaribu, Kapolres Halmahera Barat

AKBP Erlichson Pasaribu, Kapolres Halmahera Barat

terasmalut — Polres Halmahera Barat (Halbar) Provinsi Maluku Utara, masih terus mendalami Kasus pemukulan dan pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh Anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai bersama adiknya di Desa Akelamo Kecamatan Sahu Timur.

Dalam keterangan pers, Kamis (9/1/25), Kapolres halmahera barat AKBP Erlichson Pasaribu menyampaikan pihaknya telah menerima laporan kepolisian.

“Untuk laporan dari pihak korban sudah kami terima, dan korban saat ini masih dalam kondisi sakit, Namun hari ini akan datang ke mapolres,”ucap Erlichson.

Baca Juga :  Gelar Rakornas, Kaum Perempuan GKPMI Hadirkan Istri Bupati Halbar Sebagai Pemateri

Dikatakan, setiap kasus yang ditangani bervariasi sehingga penanganannya berbeda-beda dan tidak bisa disamakan harus cepat, bahkan harus membutuhkan waktu dikarenakan kondisi dan lokasi saksi.

“Dan setiap kasus itu tidak bisa disamakan, ada yang cepat dan juga yang butuh waktu, karena kondisi atau pun lokasi saksi-saksi,”terangnya.

Belum lagi, sambung Erlichson, Yafet Sidigol saat ini berdomisili di luar Halmahera Barat yakni di Morotai.

Baca Juga :  Sahu Timu Keluar Sebagai Juara I Lomba Duta Remaja Hebat yang Digelar TP-PKK Halbar

“Kita butuh waktu untuk memanggil, karena pemanggilan itu minimal tiga hari dan belum tentu bisa hadir saat itu juga, bisa nanti panggilan kedua,”cetusnya.

Kendati begitu, Ia mengaku pihaknya akan tetap melanjutkan proses dengan memanggil terduga pelaku pemukulan dan pengeroyokan terhadap warga Desa Galala.

“Tapi masalah ini kita akan tetap proses, kita akan menyurat dan melakukan pemanggilan terhadap salah satu anggota DPRD Pulau morotai,”pungkasnya.*(Ghe/Red).

Berita Terkait

Kasus Dugaan Pencurian dan Perusakan Pohon di Halbar, Polda Malut Tetapkan DP sebagai Tersangka
Pendidikan Halbar Makin Digital, 747 Unit Smart TV Siap Dimanfaatkan
Ketua Gerindra Halbar Luruskan Dugaan Pemotongan Uang Saku Laskar, Klaim Hanya Miskomunikasi
Kader Laskar Gerindra Mengaku Uang Saku Diklat Dipajaki oleh Oknum DPRD Halbar
Jembatan Sawa Rp157 Juta, Panjang Bangunan Diduga Jauh dari Rencana
Kementerian dan IFAD Sambangi Tuada, BUMDes, UMKM dan Tambak Udang Unjuk Potensi
TAPD Halbar Tindak Lanjuti Evaluasi Provinsi, APBD Perubahan Menunggu Nomor Registrasi
APBD Perubahan Halbar Terancam Mandek, DPRD Desak TAPD Segera Tuntaskan Koreksi Provinsi
Berita ini 650 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Kasus Dugaan Pencurian dan Perusakan Pohon di Halbar, Polda Malut Tetapkan DP sebagai Tersangka

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Pendidikan Halbar Makin Digital, 747 Unit Smart TV Siap Dimanfaatkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Ketua Gerindra Halbar Luruskan Dugaan Pemotongan Uang Saku Laskar, Klaim Hanya Miskomunikasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Kader Laskar Gerindra Mengaku Uang Saku Diklat Dipajaki oleh Oknum DPRD Halbar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:38 WIB

Jembatan Sawa Rp157 Juta, Panjang Bangunan Diduga Jauh dari Rencana

Berita Terbaru

error: