Bupati James Sebut Isu Tuduhan Suap di Pemda dan Polres Halbar Adalah Fitnah, Penyebar Berita Bohong Akan Diseret ke Dewan Pers dan Ranah Hukum

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 23:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Halmahera Barat, James Uang (Dok/tm)

Bupati Halmahera Barat, James Uang (Dok/tm)

 

terasmalut  28 Januari 2026 Menyikapi perkembangan situasi terkini terkait pemberitaan di media daring matapubliknews.com, saya, James Uang, selaku Bupati Halmahera Barat, perlu menyampaikan pandangan hukum yang mendasar mengenai kemerdekaan pers di negara kita.

Merujuk pada semangat putusan Mahkamah Konstitusi, penting bagi kita semua untuk memahami bahwa perlindungan terhadap pers tidak bersifat absolut, melainkan bersyarat dan tunduk pada kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ) serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sepanjang wartawan menjalankan tugasnya secara sah, negara dan masyarakat memang berkewajiban memastikan tidak adanya tindakan sewenang-wenang, termasuk tindakan represif, tekanan, maupun intimidasi yang dapat menghambat kebebasan pers.

Namun, hak istimewa tersebut hadir bersamaan dengan kewajiban besar, di mana wartawan yang menjalankan fungsi pers dan jurnalistik untuk memberikan informasi, pendidikan, hiburan, serta kontrol sosial, wajib menjunjung tinggi nilai kebenaran, akurasi, dan etika profesi yang luhur.

Kebebasan pers bukanlah cek kosong untuk menebar fitnah atau menghakimi tanpa dasar hukum yang kuat. Oleh karena itu, kami sangat menyayangkan munculnya produk tulisan yang jauh dari kaidah jurnalistik, di mana opini pribadi penulis dicampuradukkan dengan tuduhan serius tanpa adanya upaya konfirmasi atau perimbangan berita (cover both sides) kepada kami maupun pihak Polres Halmahera Barat.

Baca Juga :  Pemerintah Daerah Hibahkan Tanah Seluas 6099 M² ke Kemenag Halbar

Narasi yang dibangun tersebut bukan lagi berfungsi sebagai kontrol sosial yang sehat, melainkan telah bergeser menjadi upaya pembunuhan karakter (character assassination) yang provokatif dan berpotensi memecah belah keharmonisan serta kondusifitas masyarakat di Halmahera Barat.

Secara khusus, saya membantah dengan keras dan tegas segala tuduhan yang menyebutkan adanya suap dari saya bersama Wakil Bupati kepada Kapolres Halmahera Barat untuk mensenyapkan kasus-kasus korupsi di lingkup Pemerintah Daerah. Tuduhan ini adalah fitnah yang sangat keji dan merupakan kebohongan publik yang menyesatkan, karena setiap pengelolaan anggaran daerah, termasuk Dana PEN maupun Dana Desa, selalu berada dalam koridor audit yang transparan oleh lembaga negara yang berwenang.

Begitu pula terkait isu mafia BBM yang dituduhkan melibatkan oknum tertentu dengan dukungan pimpinan daerah dan kepolisian; hal tersebut adalah klaim tanpa bukti yang sangat mencederai martabat institusi.

Baca Juga :  FJT ke-14 Resmi Dibuka, Bupati Halbar Masyarakat Jaga Alam dan Rawat Adat

Pemda Halbar selalu mendukung penegakan hukum terhadap penyalahgunaan BBM subsidi, namun kami tidak akan mentoleransi upaya pihak manapun yang menggunakan isu ini untuk memfitnah sinergitas profesional yang telah terjalin baik dalam Forkopimda.

Kami menilai sinergitas antara Pemerintah Daerah dan Polres Halmahera Barat di bawah kepemimpinan AKBP Teguh Patriot S.ik.,M.T. berjalan di atas prinsip profesionalisme dan hukum.

Sangatlah tidak adil jika kinerja institusi kepolisian yang selama ini mengawal keamanan daerah dihakimi secara subjektif hanya berdasarkan narasi yang penuh emosi dan ketidaksukaan pribadi.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban kami terhadap publik dan perlindungan terhadap marwah institusi, kami tidak akan tinggal diam. Kami akan segera menempuh langkah-langkah konstitusional dengan menyeret penyebar berita bohong ini ke Dewan Pers guna menguji standar etiknya, serta menindaklanjutinya ke ranah hukum pidana jika ditemukan unsur pelanggaran UU ITE dan pencemaran nama baik yang disengaja untuk merusak stabilitas daerah.*(tm/Red)

Berita Terkait

Terisolasi Bertahun-tahun, Warga Loloda Tengah Nekat Hadang Kapal Perintis Ditengah Gelombang Tinggi
Ketua Organda Halbar Buka Suara soal Video Viral di RS Jailolo: Akui Emosi, Bantah Intimidasi Dokter Secara Personal
DPRD Halbar Ketok Palu Dua Ranperda Strategis, Fokus Nelayan dan Pilkades Serentak
Emosi di IGD Berujung Laporan Polisi, Ketua Organda Halbar Diduga Caci dan Intimidasi Dokter
Polisi Pastikan Berkas AN Segera Dikirim ke Kejaksaan, Penahanan Bukan Syarat Pelimpahan
BKAD Halbar Masuk Tiga Besar Pengelola TKD Terbaik Versi Kemenkeu, Bupati: Jadi Motivasi Seluruh OPD
Hadapi Efisiensi ! Bupati James Wajibkan Seluruh OPD Genjot PAD, yang Gagal Siap Dievaluasi
Di Tengah Isu Efisiensi Anggaran, Bupati Halbar Pastikan PPPK Tetap Aman
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:06 WIB

Terisolasi Bertahun-tahun, Warga Loloda Tengah Nekat Hadang Kapal Perintis Ditengah Gelombang Tinggi

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:50 WIB

Ketua Organda Halbar Buka Suara soal Video Viral di RS Jailolo: Akui Emosi, Bantah Intimidasi Dokter Secara Personal

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:37 WIB

DPRD Halbar Ketok Palu Dua Ranperda Strategis, Fokus Nelayan dan Pilkades Serentak

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:34 WIB

Emosi di IGD Berujung Laporan Polisi, Ketua Organda Halbar Diduga Caci dan Intimidasi Dokter

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:25 WIB

Polisi Pastikan Berkas AN Segera Dikirim ke Kejaksaan, Penahanan Bukan Syarat Pelimpahan

Berita Terbaru

error: