Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/u1011752/public_html/terasmalut.id/wp-includes/functions.php on line 6131

Darurat Air Bersih Akibat Banjir, Warga Desa Tolofuo Harap Ada Tindakan Pemerintah

Kerusakan sumber air utama pascabanjir 7 Januari 2026 memaksa warga Desa Tolofuo hidup dalam dilema antara harapan hujan dan ancaman longsor

- Jurnalis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang warga Desa Tolofuo melintasi area berbatu sambil membawa pipa air yang rusak, di tengah kondisi sumber air pancora yang hancur akibat banjir. Kerusakan ini memaksa warga berjuang secara mandiri demi memenuhi kebutuhan air bersih, sembari menanti perhatian dan penanganan dari pemerintah pascabencana. (Dok/Wrg)

Seorang warga Desa Tolofuo melintasi area berbatu sambil membawa pipa air yang rusak, di tengah kondisi sumber air pancora yang hancur akibat banjir. Kerusakan ini memaksa warga berjuang secara mandiri demi memenuhi kebutuhan air bersih, sembari menanti perhatian dan penanganan dari pemerintah pascabencana. (Dok/Wrg)

 

terasmalut — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Halmahera Barat (Maluku Utara), Provinsi Maluku Utara, pada Selasa (7/1/2026), tidak hanya memicu banjir dan tanah longsor, tetapi juga menyisakan persoalan mendasar yang kini dihadapi warga Desa Tolofuo, Kecamatan Loloda, yakni terhentinya akses terhadap air bersih.

Sumber air utama masyarakat setempat yang dikenal dengan sebutan pancora dilaporkan rusak total setelah diterjang banjir dengan arus deras, sehingga tidak lagi dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.

Kerusakan tersebut berdampak langsung pada seluruh aktivitas kehidupan masyarakat, mulai dari kebutuhan minum, memasak, hingga sanitasi, dan menempatkan warga pada kondisi darurat air bersih yang belum tertangani secara memadai.

“Sejak pancora rusak diterjang banjir, kami sama sekali tidak punya sumber air bersih yang bisa diandalkan,” ujar seorang warga Desa Tolofuo, menggambarkan kondisi yang mereka alami pascabencana.

Baca Juga :  Sambut Bulan Suci Ramadhan 1444 H, Ketua FKUB Halbar Imbau Warga Tingkatkan Nilai Toleransi

Di tengah keterbatasan tersebut, hujan yang sebelumnya dinantikan untuk mengisi kembali sumber air justru menghadirkan ketakutan tersendiri bagi warga, mengingat peristiwa longsor yang sempat terjadi dan mengancam keselamatan pemukiman.

“Kami berharap hujan turun supaya air kembali ada, tetapi trauma longsor masih sangat kami rasakan,” kata warga lainnya, mencerminkan dilema antara kebutuhan dan rasa aman.

Tampak warga desa setempat mencuci pakaian di aliran air seadanya, memanfaatkan saluran terbuka di tengah kondisi lingkungan yang masih terdampak banjir dan longsor. Keterbatasan akses air bersih memaksa aktivitas rumah tangga tetap berjalan dengan segala keterbatasan.

Ketergantungan warga terhadap satu sumber air menunjukkan rapuhnya infrastruktur dasar di wilayah rawan bencana, sekaligus memperlihatkan perlunya sistem penyediaan air bersih yang lebih adaptif terhadap kondisi cuaca ekstrem.

Dalam situasi tanpa hujan, sebagian warga terpaksa menempuh jarak yang cukup jauh untuk mencari air minum, bahkan menggunakan sumber air alternatif yang kualitasnya belum terjamin bagi kesehatan.

Baca Juga :  Asik! Tahun Ini Halbar Dikucurkan Anggaran DBH Minerba Sebesar Rp 52,5 Miliar

“Kalau tidak hujan, kami harus ambil air minum dari mana?” ucap seorang warga dengan nada tegas, menandai kecemasan yang kini menjadi keseharian masyarakat Tolofuo.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan persoalan lanjutan, khususnya terkait kesehatan masyarakat, apabila krisis air bersih berlangsung dalam waktu yang lama tanpa penanganan yang terarah dan berkelanjutan.

Warga berharap adanya perhatian dan langkah konkret dari pemerintah daerah, baik pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi, untuk memulihkan sumber air bersih sekaligus membangun sistem yang lebih aman dari risiko bencana.

“Kami sangat berharap pemerintah memberi perhatian khusus, karena air bersih adalah kebutuhan paling dasar dan menyangkut kelangsungan hidup kami,” tutup seorang warga Desa Tolofuo.

 

Berita Terkait

Serangan ke Kepala BPKAD Dinilai Terburu-buru, KNPI: Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta
Penataan Struktur Organisasi Dibarengi Isu Krusial BBM, Pemda Diminta Perhatikan Kuota Solar
Bendahara BKAD Halbar Bantah Isu Pemotongan Siltap Rp15 Juta 
Uang bertambah, obat tetap langkah, Dasril : Direktur biasa saja
RSUD Jailolo Buka-bukaan Soal Anggaran, Rp19 Miliar Jadi Acuan
Bupati Halmahera Barat Kampanyekan Toleransi dan Persaudaraan Lewat Gerakan Cinta Damai
Bupati dan DPRD Turun Langsung Verifikasi Keluhan Obat dan Pelayanan di Rumah Sakit Jailolo
Musrenbang Halbar 2027, James Uang Tekankan Disiplin Fiskal dan Produktivitas OPD
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 10:55 WIB

Serangan ke Kepala BPKAD Dinilai Terburu-buru, KNPI: Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta

Sabtu, 18 April 2026 - 18:51 WIB

Penataan Struktur Organisasi Dibarengi Isu Krusial BBM, Pemda Diminta Perhatikan Kuota Solar

Senin, 13 April 2026 - 14:51 WIB

Bendahara BKAD Halbar Bantah Isu Pemotongan Siltap Rp15 Juta 

Minggu, 12 April 2026 - 13:37 WIB

Uang bertambah, obat tetap langkah, Dasril : Direktur biasa saja

Jumat, 10 April 2026 - 13:23 WIB

Bupati Halmahera Barat Kampanyekan Toleransi dan Persaudaraan Lewat Gerakan Cinta Damai

Berita Terbaru

Bendahara BKAD Halbar, Arnike Saba, didampingi Sejumlah pengurus Apdesi Halbar dalam konferensi pers membantah adanya dugaan pemotongan Siltap Pemerintah Desa (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Bendahara BKAD Halbar Bantah Isu Pemotongan Siltap Rp15 Juta 

Senin, 13 Apr 2026 - 14:51 WIB

Dasril Hi. Usman, Ketua DPD PAN Halmahera Barat (dok/tm)

Halmahera Barat

Uang bertambah, obat tetap langkah, Dasril : Direktur biasa saja

Minggu, 12 Apr 2026 - 13:37 WIB

error: