terasmalut — Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Balai Cipta Karya (Balai CK) Kementerian PU-PR mempercepat penanganan krisis air bersih di Desa Tolofuo, Kecamatan Loloda, Kabupaten Halmahera Barat, menyusul banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada awal Januari 2026. Bencana hidrometeorologi itu mengakibatkan rusaknya sumber air minum utama serta jaringan distribusi air bersih desa, sehingga masyarakat kehilangan akses terhadap air layak konsumsi.
Percepatan penanganan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi yang digelar pada Jumat, 16 Januari 2026, antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara dengan Balai CK. Rapat tersebut menyepakati langkah terpadu penanganan darurat dan jangka panjang untuk memastikan pemulihan layanan air bersih bagi masyarakat terdampak banjir di Desa Tolofuo.
Dalam hasil rapat tersebut, Gubernur Maluku Utara melalui Dinas PUPR menyatakan komitmennya membantu masyarakat dengan menyalurkan 200 unit galon air minum. Bantuan ini diberikan selama masa perbaikan sumber air minum dan jaringan distribusi yang ditangani oleh Balai CK, guna menjamin ketersediaan air minum aman bagi warga.
Balai CK selanjutnya akan melakukan penanganan cepat atau jangka pendek dengan memanfaatkan sumur bor di RT 03 Desa Tolofuo sebagai sumber air alternatif. Untuk mendukung operasional distribusi, Balai CK menyiapkan satu unit pompa air, tiga unit tangki profil, serta satu unit genset agar pasokan air dapat segera diakses masyarakat.
Penanganan jangka pendek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu tiga hari, yakni pada 17–19 Januari 2026. Tahap ini difokuskan pada pemulihan sementara layanan air bersih sebagai respons cepat terhadap dampak banjir dan longsor yang merusak infrastruktur dasar desa.
Selain itu, Balai CK juga akan melaksanakan penanganan jangka panjang berupa perbaikan intake serta pipa distribusi air minum yang rusak akibat bencana. Perbaikan menyeluruh ini direncanakan berlangsung selama satu bulan dan akan dimulai setelah tahap penanganan jangka pendek selesai.
Melalui skema bertahap tersebut, pemerintah Provinsi menargetkan layanan air minum bersih di Desa Tolofuo dapat kembali berfungsi secara normal sebelum memasuki bulan Ramadan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Halmahera Barat yang berfokus pada pemulihan layanan dasar dan penguatan ketahanan infrastruktur air bersih.*(tm/red)

















