DPRD Klarifikasi Pernyataan Sekda Terkait TPP ASN: Hindari Misinformasi Publik

- Jurnalis

Jumat, 25 Juli 2025 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Halbar, Dasril

Anggota DPRD Halbar, Dasril

terasmalut — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Maluku Utara, menilai kritik terhadap pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) mengenai rencana pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan langkah korektif yang konstruktif.

Salah satu Anggota DPRD Halbar, Dasril mengatakan, Pernyataan Sekda yang disampaikan ke publik dinilai belum didukung oleh kepastian fiskal yang memadai, sehingga berpotensi menimbulkan salah persepsi di kalangan ASN maupun masyarakat secara umum.

“DPRD memandang bahwa menjaga wibawa Bupati sebagai Kepala Daerah adalah tanggung jawab bersama, termasuk oleh Sekda sebagai pimpinan tertinggi dalam struktur birokrasi daerah,”ujar Dasril

Menurutnya, Ketika seorang pejabat administratif menyampaikan informasi strategis kepada publik tanpa landasan perencanaan yang komprehensif dan terverifikasi, hal ini berisiko menciptakan ekspektasi yang tidak realistis, bahkan menimbulkan kegaduhan di ruang publik.

Baca Juga :  Dua Pejabat Administrator Halbar Dilantik, Ini Pesan Tegas Sekda

“Kami menilai pernyataan Sekda terkait skema TPP tahun 2026 masih bersifat prematur. Hal ini belum melalui mekanisme pembahasan resmi bersama legislatif sebagai mitra sejajar dalam penyusunan kebijakan anggaran,”ucapnya.

Selain itu, Ketua DPD Partai PAN Halbar ini menilai pernyataan tersebut terkesan menggiring opini dan berpotensi mengkambing hitam kan DPRD dan BUPATI jika TPP tidak terealisasi pada tahun 2026.

“Sebagai pejabat birokrasi tertinggi, Sekda semestinya fokus menjalankan tugas pokok dan fungsinya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, bukan berperilaku seolah memiliki otoritas politik dalam menyampaikan kebijakan publik,”ujar Dasril.

Ia juga menyebut, Jabatan Sekda bersifat administratif dan teknokratis, bukan jabatan politik yang memiliki ruang untuk melakukan manuver opini. Oleh karena itu, setiap pernyataan yang menyangkut kebijakan publik harus terlebih dahulu dikonsultasikan dengan kepala daerah.

Baca Juga :  Tahun Ini, ASN yang Malas Berkantor Bakal Gigit Jari

“DPRD akan segera memanggil Sekda dalam rapat resmi guna meminta klarifikasi menyeluruh terkait narasi yang telah ia sampaikan, termasuk skema pembiayaan, tahapan perencanaan, serta legalitas penyampaian informasi tersebut ke publik,”imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa, Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab DPRD untuk memastikan bahwa setiap informasi yang diterima masyarakat merupakan informasi yang akurat, valid, dan tidak menyesatkan. Kejelasan informasi adalah kunci kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.

“Pernyataan Sekda jangan sampai menjadi bola liar yang membingungkan masyarakat. Untuk itu kami akan meminta penjelasan resmi dalam forum DPRD, agar publik tidak terjebak dalam ekspektasi yang keliru,” tegas Dasril, salah satu anggota DPRD Halmahera Barat.(Ghe/Red)

 

Berita Terkait

Terisolasi Bertahun-tahun, Warga Loloda Tengah Nekat Hadang Kapal Perintis Ditengah Gelombang Tinggi
Ketua Organda Halbar Buka Suara soal Video Viral di RS Jailolo: Akui Emosi, Bantah Intimidasi Dokter Secara Personal
DPRD Halbar Ketok Palu Dua Ranperda Strategis, Fokus Nelayan dan Pilkades Serentak
Emosi di IGD Berujung Laporan Polisi, Ketua Organda Halbar Diduga Caci dan Intimidasi Dokter
Polisi Pastikan Berkas AN Segera Dikirim ke Kejaksaan, Penahanan Bukan Syarat Pelimpahan
BKAD Halbar Masuk Tiga Besar Pengelola TKD Terbaik Versi Kemenkeu, Bupati: Jadi Motivasi Seluruh OPD
Hadapi Efisiensi ! Bupati James Wajibkan Seluruh OPD Genjot PAD, yang Gagal Siap Dievaluasi
Di Tengah Isu Efisiensi Anggaran, Bupati Halbar Pastikan PPPK Tetap Aman
Berita ini 197 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:06 WIB

Terisolasi Bertahun-tahun, Warga Loloda Tengah Nekat Hadang Kapal Perintis Ditengah Gelombang Tinggi

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:50 WIB

Ketua Organda Halbar Buka Suara soal Video Viral di RS Jailolo: Akui Emosi, Bantah Intimidasi Dokter Secara Personal

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:37 WIB

DPRD Halbar Ketok Palu Dua Ranperda Strategis, Fokus Nelayan dan Pilkades Serentak

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:34 WIB

Emosi di IGD Berujung Laporan Polisi, Ketua Organda Halbar Diduga Caci dan Intimidasi Dokter

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:25 WIB

Polisi Pastikan Berkas AN Segera Dikirim ke Kejaksaan, Penahanan Bukan Syarat Pelimpahan

Berita Terbaru

error: