Ketua DPRD dan Komisi I Halbar: Pemangkasan Anggaran Harus Dijawab dengan Kreativitas

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi I DPRD Halbar, Yoram Uang (Kiri), Ketua DPRD Halbar, Ibnu Saud Kadim (Kanan)

Ketua Komisi I DPRD Halbar, Yoram Uang (Kiri), Ketua DPRD Halbar, Ibnu Saud Kadim (Kanan)

terasmalut – Ketua DPRD Halmahera Barat, Ibnu Saud Kadim, menanggapi kebijakan pemerintah pusat terkait pemangkasan dana transfer ke daerah. Ia menilai, pengurangan sebesar Rp203,9 miliar pada tahun 2026 menjadi tantangan serius bagi keuangan daerah, mengingat kapasitas fiskal Halbar sejak awal sudah terbatas.

Menurut Ibnu Saud, pemangkasan tersebut tidak hanya dialami Halmahera Barat, melainkan hampir di seluruh daerah di Indonesia. Hal ini dipicu kondisi fiskal negara yang kurang sehat akibat besarnya kebutuhan anggaran untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Pada tahun 2025, dana transfer mencapai lebih dari Rp900 triliun, namun pada 2026 hanya tersisa sekitar Rp600 triliun. Seluruh daerah di Maluku Utara terkena dampaknya, termasuk Halmahera Barat yang berkurang Rp203,9 miliar,” ujarnya, Kamis (02/10).

Baca Juga :  Ketua DPRD Yakin JUJUR Jilid Dua Akselerasi Pembangunan di Halbar Berkembang Pesat

Ia menjelaskan, sejumlah program nasional seperti Makanan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, hingga Danantara membutuhkan alokasi anggaran besar, sehingga pemerintah pusat melakukan efisiensi dengan memangkas transfer ke daerah.

Dalam kondisi ini, Ibnu Saud menyatakan sepakat dengan Bupati Halmahera Barat, James Uang, yang meminta setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lebih inovatif dalam menggali potensi pendapatan daerah.

“SKPD harus berkreasi, mencari sumber-sumber pendapatan baru untuk menutup sebagian kekurangan, meskipun tidak sepenuhnya, agar beban keuangan daerah dapat lebih ringan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Halbar, Yoram Uang, juga menyoroti dampak pemangkasan anggaran tersebut. Ia menyebut hampir semua daerah di Maluku Utara mengalami hal serupa.

“Untuk Halbar berkurang sekitar Rp203,9 miliar, Kota Ternate lebih dari Rp180 miliar, Halmahera Utara lebih dari Rp200 miliar, Halmahera Tengah sekitar Rp400 miliar, sedangkan di tingkat provinsi mencapai Rp900 miliar,” jelasnya.

Baca Juga :  Perjuangkan Hak Daerah ke Pempus, Halbar Kantongi DBH Kurang Bayar Rp30,5 Miliar

Yoram menilai, jika daerah hanya mengandalkan transfer pusat, maka struktur APBD akan terserap signifikan untuk belanja pegawai. “Dampaknya tentu berpengaruh terhadap pencapaian visi-misi bupati dan wakil bupati,” ujarnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya strategi daerah dalam memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperjuangkan anggaran pusat melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Insentif Daerah (DID), maupun Dana Alokasi Umum (DAU) Mandatori. “Tanpa langkah kreatif, program pembangunan bisa terhambat,” tambahnya.

Meski demikian, Yoram tetap optimistis. “Semua daerah menghadapi kondisi yang sama. Saya yakin meski awalnya terasa berat, pada akhirnya akan membawa hasil yang lebih baik,”pungkasnya.*(Ghe/Red)

 

Berita Terkait

Pendidikan Halbar Makin Digital, 747 Unit Smart TV Siap Dimanfaatkan
Ketua Gerindra Halbar Luruskan Dugaan Pemotongan Uang Saku Laskar, Klaim Hanya Miskomunikasi
Kader Laskar Gerindra Mengaku Uang Saku Diklat Dipajaki oleh Oknum DPRD Halbar
Jembatan Sawa Rp157 Juta, Panjang Bangunan Diduga Jauh dari Rencana
Kementerian dan IFAD Sambangi Tuada, BUMDes, UMKM dan Tambak Udang Unjuk Potensi
TAPD Halbar Tindak Lanjuti Evaluasi Provinsi, APBD Perubahan Menunggu Nomor Registrasi
APBD Perubahan Halbar Terancam Mandek, DPRD Desak TAPD Segera Tuntaskan Koreksi Provinsi
Asap Karhutla Selimuti Halbar, Bupati James : Pembagian Masker hingga Kesiapsiagaan Hadapi Perubahan Cuaca Diperketat
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Pendidikan Halbar Makin Digital, 747 Unit Smart TV Siap Dimanfaatkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Ketua Gerindra Halbar Luruskan Dugaan Pemotongan Uang Saku Laskar, Klaim Hanya Miskomunikasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Kader Laskar Gerindra Mengaku Uang Saku Diklat Dipajaki oleh Oknum DPRD Halbar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:38 WIB

Jembatan Sawa Rp157 Juta, Panjang Bangunan Diduga Jauh dari Rencana

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:33 WIB

TAPD Halbar Tindak Lanjuti Evaluasi Provinsi, APBD Perubahan Menunggu Nomor Registrasi

Berita Terbaru

error: