PGRI Jailolo Selatan Tegaskan Tidak Ada Penolakan Tiga Anak di Sekolah Desa Rioribati

- Jurnalis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PGRI Jailolo Selatan saat mendatangi pihak Keluarga ketiga anak bersaudara untuk memastikan kebenaran yang diduga ditolak oleh pihak sekolah karena tidak adanya Kartu Keluarga (Dok/Ist)

PGRI Jailolo Selatan saat mendatangi pihak Keluarga ketiga anak bersaudara untuk memastikan kebenaran yang diduga ditolak oleh pihak sekolah karena tidak adanya Kartu Keluarga (Dok/Ist)

terasmalut — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Jailolo Selatan memberikan penjelasan terkait isu adanya dugaan penolakan terhadap tiga anak bersaudara di Desa Rioribati saat hendak mendaftar di sekolah.

Setelah dilakukan penelusuran, hasilnya menunjukkan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Wakil Ketua PGRI Jailolo Selatan, Suharjo Yusuf, kepada media ini, Selasa ((28/25) menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap sejumlah pihak yang disebut terlibat dalam peristiwa itu.

Dari hasil penelusuran tersebut, Pihak PGRI Jailolo Selatan mengaku bahwa tidak pernah ada laporan pengaduan maupun pertemuan resmi antara keluarga anak dengan pihak sekolah maupun pemerintah desa.

Menurut Suharjo, informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa ketiga anak tersebut tidak diterima di sekolah karena belum memiliki identitas resmi yakni terdaftar di dalam kartu keluarga Namun, berdasarkan keterangan yang dihimpun, keluarga anak-anak tersebut justru belum pernah melakukan proses pendaftaran.

“Setelah kami konfirmasi ke pihak sekolah dan pemerintah desa, keduanya menyatakan tidak pernah menerima kehadiran keluarga anak-anak ini untuk mendaftarkan,”ujar Suharjo.

Baca Juga :  KONI Halmahera Barat Salurkan Rp 25 Juta untuk Dukung Motilo’a Cup II di Talaga

Ketiga anak yang dimaksud yakni Desian Sosoak (13), Nofdes Ais Sosoak (11), dan Delfan Sosoak (9). Mereka merupakan yatim piatu yang kini diasuh oleh kakeknya, Yafet N. Sosoak, dan neneknya, Martha Pisang, di Desa Rioribati, Kecamatan Jailolo Selatan.

“Anak-anak ini sudah kehilangan orang tua jadi sekarang mereka tinggal bersama kakek dan neneknya, dan berdasarkan keterangan keluarga, mereka sama sekali belum pernah datang ke sekolah untuk mendaftarkan anak-anak tersebut,”ungkapnya.

PGRI Jalsel juga tampak mendatangi pihak Pemerintah desa dan Sekolah untuk memastikan dugaan penolakan terhadap ketiga anak bersaudara untuk mendaftarkan sebagai siswa (Dok/Ist)

Selain pihak keluarga, pihak sekolah juga memastikan hal serupa. “Kami telah berbicara langsung dengan pihak sekolah, dan mereka menyampaikan bahwa tidak ada catatan atau laporan bahwa anak-anak ini pernah datang untuk mendaftar sebagai siswa,”kata Suharjo menegaskan.

Dari sisi pemerintah desa, penelusuran yang dilakukan pihak PGRI Jalsel juga menemukan kesamaan informasi. “Kepala Desa Rioribati menyampaikan bahwa tidak pernah ada laporan atau permohonan dari keluarga anak-anak ini terkait pendaftaran sekolah,”tutur Suharjo.

Baca Juga :  Sambut Kodefikasi Empat Desa, Wakil Bupati Halbar Bakal Gelar Piala ASKAB di Akelamo Kao

Menurut Suharjo, hal ini perlu diperjelas agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru terhadap lembaga pendidikan maupun tenaga pendidik. Ia menekankan pentingnya verifikasi informasi sebelum disampaikan ke ruang publik.

“PGRI Jailolo Selatan berkewajiban memastikan bahwa setiap anak mendapatkan hak pendidikan, namun kami juga harus menjaga agar informasi yang beredar benar-benar sesuai dengan fakta,”ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara masyarakat, sekolah, dan pemerintah desa menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang terbuka dan berpihak pada anak.

“Kami mengajak semua pihak untuk terus memperkuat komunikasi dan kerja sama, sehingga setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan dengan cara yang baik dan solutif,”kata Suharjo.

Menutup pernyataannya, Suharjo menegaskan komitmen PGRI Jailolo Selatan untuk terus menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.

“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak yang ditolak bersekolah, dan setiap informasi yang muncul harus berlandaskan pada kebenaran serta semangat membangun,”pungkasnya.*(Ghe/Red)

 

Berita Terkait

Emosi di IGD Berujung Laporan Polisi, Ketua Organda Halbar Diduga Caci dan Intimidasi Dokter
Polisi Pastikan Berkas AN Segera Dikirim ke Kejaksaan, Penahanan Bukan Syarat Pelimpahan
BKAD Halbar Masuk Tiga Besar Pengelola TKD Terbaik Versi Kemenkeu, Bupati: Jadi Motivasi Seluruh OPD
Hadapi Efisiensi ! Bupati James Wajibkan Seluruh OPD Genjot PAD, yang Gagal Siap Dievaluasi
Di Tengah Isu Efisiensi Anggaran, Bupati Halbar Pastikan PPPK Tetap Aman
Perkuat Pengawasan RSUD Jailolo, Pemkab Halbar Tetapkan Dewan Pengawas Baru
Kasus RMD Belum Beranjak ke P-21, Kejari Siapkan Evaluasi Menyeluruh atas Penyidikan
Aksi Pemdes Berbuah Kesepakatan, Pemkab Halbar Komitmen Tuntaskan Tunggakan Siltap
Berita ini 134 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:34 WIB

Emosi di IGD Berujung Laporan Polisi, Ketua Organda Halbar Diduga Caci dan Intimidasi Dokter

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:25 WIB

Polisi Pastikan Berkas AN Segera Dikirim ke Kejaksaan, Penahanan Bukan Syarat Pelimpahan

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:11 WIB

BKAD Halbar Masuk Tiga Besar Pengelola TKD Terbaik Versi Kemenkeu, Bupati: Jadi Motivasi Seluruh OPD

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:29 WIB

Di Tengah Isu Efisiensi Anggaran, Bupati Halbar Pastikan PPPK Tetap Aman

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:19 WIB

Perkuat Pengawasan RSUD Jailolo, Pemkab Halbar Tetapkan Dewan Pengawas Baru

Berita Terbaru

Ketua SEMAINDO Halmahera Barat DKI Jakarta, Sahrir Jamsin

Hukum & Kriminal

SEMAINDO Tagih Transparansi Polres Halbar dalam Penanganan Kasus RMD

Jumat, 17 Jul 2026 - 17:15 WIB

error: