Tangis dan Doa di Batas Pelabuhan, Perjalanan Suci 74 Jamaah Halmahera Barat Menuju Masjidil Haram

- Jurnalis

Rabu, 7 Mei 2025 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret jama'ah Calon Haji tampak menangis saat hendak menuju ke Pelabuhan jailolo (Dok/tm)

Potret jama'ah Calon Haji tampak menangis saat hendak menuju ke Pelabuhan jailolo (Dok/tm)

terasmalut – Suasana haru menyelimuti Masjid Raya Sigi Lamo Jailolo pada Rabu 07 Mei 2025 (pagi), saat 74 Jamaah Calon Haji (JCH) asal Halmahera Barat (Halbar) Provinsi Maluku Utara, bersiap memulai perjalanan suci menuju Tanah Suci.

Jamaah dilepas secara resmi oleh Wakil Bupati Halbar, Djufri Muhamad, didampingi Sekda Halbar Julius Marau, Kabag Kesra Iksan Dagasuly, Kaban BKAD Sonya Mail, Kepala Kemenag Halbar, Ketua Komisi I Yoram Uang, Ketua Bapemperda DPRD Halbar Christovel Sakalaty, dan Kapolres Halbar beserta sejumlah pimpinan OPD dan Forkopimcam Halmahera Barat.

Sejak pagi, halaman Masjid Raya Sigi Lamo sudah dipenuhi sanak keluarga yang datang mengantar. Sebagian jamaah tampak berpelukan erat dengan keluarganya, mata mereka berkaca-kaca, seolah ingin menahan waktu agar perpisahan tak segera tiba. Sementara itu, beberapa anggota keluarga melantunkan doa dengan penuh harap, memohon keselamatan dan kelancaran perjalanan para jamaah.

Di halaman masjid, para jamaah tampak khusyuk, bersiap meninggalkan rumah dan keluarga untuk waktu yang lama. Beberapa wajah terlihat pasrah, menyadari bahwa ini adalah perjalanan spiritual yang penuh pengorbanan.

Sementara itu, para ibu Bapak dan anak-anak yang mengantar tak kuasa menahan air mata, memeluk erat suami, Istri, ayah, Ibu atau saudara mereka yang akan berangkat.

Baca Juga :  Pemkab Gelar Syukuran Satu Tahun Kepemimpinan JUJUR dan HUT Halbar ke-19

Wakil Bupati Djufri Muhamad, dalam kesempatan tersebut, memberikan isyarat resmi pelepasan rombongan. Para pejabat yang mendampingi juga berdiri memberi penghormatan, menandai dimulainya perjalanan penuh makna ini.

Saat doa bersama dikumandangkan, isak tangis terdengar di seluruh penjuru masjid, menambah kesyahduan suasana.

Ketika rombongan mulai bergerak meninggalkan halaman masjid, isak tangis semakin menjadi. Para jamaah satu per satu menaiki kendaraan yang akan membawa mereka ke Pelabuhan Jailolo.

Di sela-sela kerumunan, seorang ibu memeluk anaknya erat, meneteskan air mata seolah melepas separuh jiwanya. Beberapa jamaah terlihat berulang kali menoleh ke belakang, menatap keluarga mereka yang masih melambai, mengirim doa dari kejauhan.

Rombongan bus dan minibus beriringan keluar dari kompleks masjid, melintasi jalanan Jailolo yang masih basah oleh embun pagi. Beberapa warga berdiri di pinggir jalan, mengangkat tangan memberi salam perpisahan, wajah mereka penuh haru seolah melepas bagian terindah dalam hidup.

Angin pagi yang lembut berbisik di antara deru mesin kendaraan, seolah menyampaikan harapan dan doa yang tak terucap.

Baca Juga :  Kunker di Halbar, Kemendes PDTT Imbau Masyarakat Laporkan Jika Ditemukan Adanya Penyimpangan DD

Setibanya di Pelabuhan Jailolo, suasana kembali penuh haru. Keluarga yang tak bisa ikut ke Tanah Suci berdesakan di pinggir dermaga, melambai-lambaikan tangan terakhir. Beberapa jamaah menunduk sambil memegang tasbih, berbisik doa di antara angin laut yang berhembus pelan.

Sebelum benar-benar naik ke kapal yang akan membawa mereka ke pelabuhan berikutnya, para jamaah kembali menengok ke daratan, mengucap salam perpisahan kepada keluarga yang semakin jauh dari pandangan.

Hembusan angin laut seolah mengiringi doa mereka, menggantikan pelukan yang tak bisa lagi dirasakan di Tanah Suci.

Tangisan haru tak berhenti saat kapal mulai beranjak dari pelabuhan. Tangan-tangan yang melambai di dermaga perlahan mengecil, namun doa-doa yang terucap tetap besar, mengiringi langkah mereka menuju tanah impian.

Matahari pagi yang mulai meninggi menjadi saksi bisu perpisahan penuh makna ini. Langit Jailolo yang cerah seolah menjadi simbol harapan, bahwa mereka yang berangkat akan kembali dengan haji mabrur dan berkumpul kembali dengan keluarga yang dicintai.

 

(Red/tm01)

Berita Terkait

Ketua Gerindra Halbar Luruskan Dugaan Pemotongan Uang Saku Laskar, Klaim Hanya Miskomunikasi
Kader Laskar Gerindra Mengaku Uang Saku Diklat Dipajaki oleh Oknum DPRD Halbar
Jembatan Sawa Rp157 Juta, Panjang Bangunan Diduga Jauh dari Rencana
Kementerian dan IFAD Sambangi Tuada, BUMDes, UMKM dan Tambak Udang Unjuk Potensi
TAPD Halbar Tindak Lanjuti Evaluasi Provinsi, APBD Perubahan Menunggu Nomor Registrasi
APBD Perubahan Halbar Terancam Mandek, DPRD Desak TAPD Segera Tuntaskan Koreksi Provinsi
Asap Karhutla Selimuti Halbar, Bupati James : Pembagian Masker hingga Kesiapsiagaan Hadapi Perubahan Cuaca Diperketat
Kanwil Ditjenpas Malut Tekankan Disiplin, Lapas Jailolo Perkuat Pelaksanaan Tugas
Berita ini 164 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Ketua Gerindra Halbar Luruskan Dugaan Pemotongan Uang Saku Laskar, Klaim Hanya Miskomunikasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Kader Laskar Gerindra Mengaku Uang Saku Diklat Dipajaki oleh Oknum DPRD Halbar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:38 WIB

Jembatan Sawa Rp157 Juta, Panjang Bangunan Diduga Jauh dari Rencana

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Kementerian dan IFAD Sambangi Tuada, BUMDes, UMKM dan Tambak Udang Unjuk Potensi

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:33 WIB

TAPD Halbar Tindak Lanjuti Evaluasi Provinsi, APBD Perubahan Menunggu Nomor Registrasi

Berita Terbaru

error: