HALBAR, terasmalut — Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Imran Lolori, angkat bicara mengenai dugaan pemotongan atau “pemajakan” uang saku kader Laskar Gerindra usai mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) selama tiga hari di GOR Sofifi, Desa Akekolano, Kota Tidore Kepulauan.
Imran menjelaskan, persoalan yang muncul dalam perjalanan kembali ke Jailolo pada Selasa (20/10/2026) tersebut bukan merupakan pungutan liar, melainkan kesalahpahaman terkait permintaan bantuan untuk membayar ongkos transportasi.
Ia menerangkan, anggota DPRD yang dimaksud tidak membawa uang tunai saat hendak melakukan perjalanan dari Sofifi menuju Jailolo. Kondisi itu, menurutnya, membuat yang bersangkutan meminta bantuan peserta untuk menanggung biaya kendaraan secara bersama-sama.
“Faktor miskomunikasi saja. Anggota partai ini hanya meminta bantuan karena saat itu tidak ada uang di saku, sehingga meminta patungan untuk membayar mobil dari Sofifi ke Jailolo,”kata Imran dalam keterangannya. Kamis (23/10).
Imran memastikan, dana yang sebelumnya dipakai untuk membantu ongkos perjalanan tersebut sudah dikembalikan kepada peserta setibanya rombongan di Jailolo pada hari yang sama.
“Setelah sampai Jailolo, uangnya langsung diganti. Jadi, ini bukan pungutan atau dipajaki. Itu hanya masalah miskomunikasi dan pada hari itu juga uang para peserta Laskar sudah diganti,”tegasnya.
Imran Tegaskan Nominal Uang yang Dipersoalkan Tak Sampai Jutaan Rupiah
Selain menjelaskan duduk persoalan, Imran turut menepis kabar yang menyebut uang milik peserta Laskar Gerindra belum dikembalikan. Ia kembali menegaskan bahwa penggantian dana telah dilakukan setelah rombongan tiba di Jailolo.
Ia juga menyampaikan bahwa jumlah uang yang menjadi persoalan tersebut tidak mencapai jutaan rupiah, berbeda dari kesan yang mungkin berkembang di tengah masyarakat.
“Informasi dari peserta Laskar bahwa uang yang dipakai itu belum diganti, tidak betul. Anggota dewan ini sudah menggantinya setelah tiba di Jailolo, pada hari itu juga,”ujarnya.
Imran pun mempertanyakan kembali mencuatnya persoalan tersebut beberapa hari setelah kegiatan diklat berakhir. Sebab, berdasarkan penjelasannya, uang yang digunakan untuk biaya transportasi sudah dikembalikan pada hari kejadian.
“Yang jelas, ini hanya miskomunikasi. Uang peserta sudah dikembalikan pada hari yang sama setelah tiba di Jailolo. Jadi, tidak benar kalau disebut ada pemotongan atau pemajakan uang saku kader Laskar Gerindra,”tutup Imran.*(Ghe/Red).















